Essien, Kado Bikin Aget

Yo.. yo… yo…
Menyebrang jauh dari afrika ke eropa
Demi satu cita bermain bola
Hijrah dari Liberty ke SC Bastia
Meraih mimpi agar menjadi nyata
Ku berlatih dengan semangat berapi-api
Agar dapat posisi di tim inti
Bukan jalan mudah yang ku lalui
Semangat ku sudah pasti
Di tambah doa dalam hati
Ku siap terus berlari
Lyon menjadi tempat selanjutnya
Melebarkan sayap di sepak bola
Dua musim aku disini
Hingga akhirnya Chelsea membujuku tuk pergi
Reff:
Akulah Essien, bukan alien
Ku bukan bocah hobi makan permen
Jangan ragukan mentalku tidak cemen
Karena aku essien
Sang Pemain beken
Inggris, tempat baruku tuk berkarya
Menunjukan skill ku bak seorang raja
Disini aku dipuja
Permainanku dipuja-puja
Box to box ku mainkan dengan fasih
BPL dan Champion sukses ku raih
Namun aku harus tertaih
Ketika cedera membuatku risih
Aku sulit untuk pulih
Hingga akhirnya aku tersisih
Spanyol, Itali dan Yunani
Aku berusaha untuk kembali
Mencari performa yang sudah pergi
Namun janji gagal ku tepati
Yunani mempersilahkan ku pergi
Tapi, semangatku masih menyala
Menyerah? No, Aku masih berusaha
Sepak bola ku masih bisa
Asia, Indonesia ku coba berkarya
Reff:
Akulah Essien, bukan alien
Ku bukan bocah hobi makan permen
Jangan ragukan mentalku tidak cemen
Karena aku essien
Sang Pemain beken
Persib adalah tim juara
Aku berusaha kembali berjaya
Membawa Persib ke tangga juara
Tenang, aku siap untuk menyerang
Bek, box to box, gelandang serang
Aku tak peduli, aku sang pemenang
Skil dan aksiku siap mengguncang
Membungkam ocehan sang pecundang
Pagi, siang, petang
Ku siap terus menendang

***

 

Tanggal 14 Maret 2017 kamari dunia persilatan, persepakbolaan, dan perjombloan di Bandung geger kusabab kedatangan pemain kelas dunia, Michael Kojo Essien. Antik ngaran tengah na aya Kojo an, semoga bener-bener bisa jadi Kojo. Media Lokal dan Internasionel begitu hebring membahas kepindahan Michael Essien ke tim Persib Bandung. Hebring kusabab Essien mah pemain kelas dunia atuh lain pemain kelas internasional. Terlebih pindahnya ke Indonesia, Negara anu persepakbolaannya dipandang sebelah mata ku negara-negara Eropa mah.

Kedatangan mantan pemain Chelsea, Madrid dan Ac Milan ke  tim persib menuai beragam komentar. Ada yang menanggapi kedatangan Essien dengan sangat skeptis, gak kalah banyak pula yang sangat antusias menyambut kedatangan pemain asal Ghana tersebut. Rek pemain dunia, pemain beklen, pemain kaleci ai can bisa mawa Persib juara mah lain sasaha, jadi wajar aya anu skeptis oge.

Essien menjadi pemain asal Ghana ke dua yang mendarat di Persib. Pemain pertama asal Ghana yang memperkuat persib sebelumnya adalah striker batagor Moses Sakyi yang tampil garang henteu butut enya. Moses yang diharapkan sebagai ujung tombak nyatanya hanya maen sebanyak 7 kali dan hanya menorehkan 3 gul saja serta lebih sering melihat Moses protes dengan mimic muka pikarunyaeun tibatan ngajebol gawang musuh.

Raihana kartu Moses bahkan melebihi jumlah gulnya. Dari tujuh laga anu dijalani Moses, Moses mebuat catatan gemilang sebagai pengumpul kartu. Disangkana keur maen cangkulan mereunnya, loba-loba ngumpulkeun kartu hahaha. Moses sukses mengumpulkan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah, boa edan. Ditingal ti CV ge Moses mah medioker atuh , sebelum bergabung bersama persib moses hanya memperkuat tim tim medioker eropa dengan kesempatan bermain yang sangat minim. Meni hoream.

Lain Moses lain Essien lain juga Ujang Panto. Meski sama sama berkewarganegaraan Ghana karir Essien jauh lebih mencrang. Essien mah curiga bener SSB na, sementara Moses mah osok mabal SSB na ge baheula. CV Essien mah maknyos atuh, klub klub besar macam Lyon, Chelsea, Real Madrid dan AC Milan pernah menggunakan jasanya.

Perjalanan Karir dan Catatan cedera Essien.

Essien mengawali karir bagoynya ketika memperkuat klub asal Perancis SC Bastia, bukan ST Setia yah. Kalo di ST Setia Essien lain fasih main bola tapi fasih nyanyi lagu pengorbanan cinta. Saat memperkuat SC Bastia Essien bermain sebanyak 66 kali dan sukses mencetak 11 gol. Saat masih di SC Bastian, posisi Essien masih dicoba kaditu kadieu hingga akhirnya Essien bermain di posisi gelandang tengah dan sukses bermain apik nan memikat hati. Permainan bagoy nan cuneom Essien di SC Bastia selama  3 musim lamanya, membuat klub-klub eropa lain mulai tertarik untuk meminangnya. PSG, Lyon dan Marseille tertarik untuk menjalin hubungan dengan Essien dan akhirnya Essien mutuskan untuk berlabuh ke pelukan Lyon.

Setelah memutuskan berlabuh ke pelukan Olympique Lyon, Essien bermain gemilang. Essien bermain sebanyak 77 kali dan sukses mencatatkan 7 gol. Walau jumlah nyitak gul menurun, namun bersama Lyon Essien sukses menyabet dua kali gelar juara liga. Pada tahun 2005 Essien masuk nominasi FIFA “Player of the Year”, boa edan pisan atuh ini pemain Persib.

Tampil apik di Prancis Essien mulai mendapat perhatian dari klub klub diluar prancis dan awewe-awewe di Eropa. Essien akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Chelsea dengan biaya transfer sebesar €24.4 juta atau setara 366 miliar rupiah. Duit sakieu lamun dijajankeun tahu bulat bisa meunang sabaraha pabrikeunnya? Hahaha. Perpindahan Essien dari Lyon ke Chelsea menjadi transfer termahal mengalahkan nilai transfer Didier Drogba pada musim transfer sebelumnya sebesar €24 juta. Tujuh tahun memperkuat Chelsea, Essien bermain di 232 pertandingan, dan berhasil mencetak 23 gol. Puncaknya Essien sukses memenangkan Liga Champions bersama Chelsea.

Namun menginjak musim kelima berseragam biru biru milik Chelsea Essien mulai diterpa badai cedera, pada musim 2009/2010 Essien mengalami cedera Thigh problems pada bulan Desember 2009 dan karek cageur Januari 2010. Baru juga cageur, Essien nyatanya harus kembali berkutat dengan cedera saat berlaga di UCL bersama Chelsea. Kali ini Essien berurusan dengan cedera yang bernama Mensical Damage, edan kieu bahasa English wae lur,  yang menyebabkan Essien harus istirahat dari bulan Januari 2010 sampai Juli 2010. Sebelum mengalami cedera di musim 2009/2010, Essien pun pernah mengalami cedera pandang pada musim 2008/2009. Essien harus beristriahat selama 6 bulan kusabab cedera cruciate ligament damage. Ngarti.

Sejak itu essien menjadi pemain yang kerap cedera. Di musim 2011/2012 Essien kembali cedera cruciate ligament damage, cedera yang sama seperti musim 2008/2009 dan harus istrirahat oge selama 6 bulan. Akhirnya pada musim 2012/2013 Chelsea memutuskan untuk meminjamkannya ke kub raksasa asal spanyol Real Madrid dan bereuni dengan Pelatih yang memboyongnya dari Lyon ke Chelsea, Jose Mourinho.

Bermain di Real Madrid Essien tampil sebanyak 21 kali dengan mencetak 2 gul. Memasuki  musim 2013/2014 Essien kembali ke premiere league tapi sayang kontraknya bersama Chelsea ketika itu habis dan Essien menjadi pemain tanpa klub. Seperti aku, pria tanpa kekasih. Sad.

Walau Essien sudah mulai ringkih, nyatanya AC Milan masih meminati jasa Essien setelah tidak diperpanjang kontraknya oleh Chelsea. AC Milan begitu gercep menta tanda tangan Essien. Di AC Milan, Essien hanya bermain sebanyak 26 pertandingan dan tidak menyumbangkan gol sama sekali. Permainan Essien memang rada mudun di AC Milan akibat cedera dan yuswa yang memang sudah tidak ngora lagi.

Tahun 2015 Essien kembali hijrah, kali ini tim asal Yunani Panathinaikos menjadi pelabuhan untuk melanjutkan karir sepak bolanya. Performa Essien bersama Panathinaikos di negeri dewa itu hanya menorehkan 16  kali bertanding dan mencetak 1 gol, nampaknya cedera yang dialaminya masih menggangu performa pemain yang di juluki Bison, Yamaha Bison bodina badag, tanaga leutik, kajeun Honda Tiger.

Memang sih, diawal kedatanganna ge Essien mah keur cedera, Juni 2015 dikontrak Panathinaikos, Essien karek debut November 2015, uyuhan sakitu ge performa Essien di Panathinaikos, ararantik. Ringkih, cederaan dan gagal menunjukan performa terbaiknya, Essien dilepas oleh Panathinaikos di akhir musim. Essien sempat beberapa kali mecoba peruntungan ke klub Swedia, namun eweuh anu daek menampung Essien. Menganggur selama 6 bulan dan ngiring latihan di tim cadangan Chelsea, Essien akhirnya memilih berlabuh bersama tim kesayangan kita semua. Persib Bandung.

Cukup kaduhung kenapa Essien datang ketika turnamen pramusim usai, jadi teu bisa menilai permainan essien apakah masih Ayaan atau emang geus beak, jika dilihat dari video video perkenalan tadi dedeganna masih terlihat bugar.

Essien Jangan Aget.

Sebagai orang baru di Indonesia, khususna Bandung dan Persib, Essien tentu perlu melakukan adaptasi. Bukan tidak mungkin Essien akan mengalami culture shock saat bergabung dengan Persib Bandung. Culture shock merupakan kegelisahan yang mengendap yang muncul dari kehilangan tanda-tanda dan lambing-lambang yang familiar dalam hubungan social. Tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk itu meliputi seribu satu cara yang kita lakukan dalam mengendalikan diri kita sendiri dalam menghadapi situasi sehari-hari (Mulyana dan Rakmat, 2005: 174)

Michael Essien sebagey sepak bola yang malang melintang di klub-klub Eropa akan membuka lembaran baru setelah bergabung dengan Persib Bandung. Tentu akan berbeda suasana klub-klub eropa dengan Persib. Paling simple na sih, dari komunikasi heula lah, pasti aya perbedaan. Jika di eropa mah rata-rata fasih berbahasa inggris, disini kan nya kitu tea weh hahaha. Kumaha weh kita bile berkomunikasi dengan bule osok gagap dan bingung kan? Hahaha.

Selain komunikasi, segi dahareun ge bisa menjadi yang bikin aget Essien. Essien yang terbiasa makan-makanan Eropa, kuduna mulai mencari dina google makanan-makanan ngeunah di Bandung. Bisa lah nanti wisata kuliner di Bandung, untuk pembukaan makan weh dulu kupat tahu mang danz di Sidolig.

Contoh lainnya mungkin pada sesi latihan Essien sudah harus tahu, bahwa di Persib, setiap latihan akan banyak dilihat oleh para bobotoh sebagai pendukung setia Persib. Essien pun perlu bersiap diri bila nanti sehabis latihan akan diserbu oleh para bobotoh untuk meminta foto bersama. Jika di Eropa latihan tim diadakan di tempat latihan yang memadai dan tertutup, disini Essien perlu bersiap latihan di Lodaya dan disaksikan pula oleh bobotoh.

Biasanya orang melewati empat tingkatan culture shock  yang dapat digambarkan dalam bentuk kurva U. Pertama nyaeta fase optimistic anu berisi kegembiraan memasuki budaya anyar. Kedua, Fase masalah kultural dimana masalah dengan lingkungan baru mulai berkembang. Ketiga, fase kesembuhan dimana individu mulai mengerti mengenai budaya barunya. Keempat, fase penyesuaian dimana individu telah mengerti kunci dari budaya barunya.

Untuk itu, agar Essien tidak aget-aget teuing dan teu lila teuing melewati empat tingkatan culture shock, Essien tentu perlu bantuan seluruh elemen tim Persib agar bisa beradaptasi dengan cepat. Selain bantuan dari seluruh elemen tim persib, Essien oge jangan agul merasa paling hebat karena pemaen dunia engke eweuh batur dan hese beradaptasi. Tapi percaya sih kami mah, insya allah Essien propesional, sudah pundah-pindah dari Lyon, Chelsea, Real Madrid, AC Milan dan Panathinaikos tentu Essien pernah mengalami Culture Shock oge dan tahu harus bagaimana bila di lingkungan anyar. Essien dan seluruh elemen persib harus sering-sering berinteraksi bila Essien setelah kembali dari London agar gancang adaptasi. Essien ge sudah harus paham dan mulai mencari tahu budaya sepak bola Indonesia khususnya Bandung.

Hadirnya pemain seperti Essien ieu sih emang diharapkan bisa mendongkrak prestasi Persib lebih edan lagi. Tapi walau Essien pemain kelas dunia, kita perlu ingat oge, bahwa Essien ieu encan mawa Persib juara, jadi jangan diagul-agul dulu teuing, bising hareup teuing. Alus bilang alus, butut ya bilang butut! Hidup Persib!

Salam, [xuk, jay / bus]