Kegurung-gusuhan Kim Kuncir

Pita Pink

Saat Djanur mengambil alih Persib dari tangan pelatih gegar budaya Dejan Antonic, Kim Jefrey Kuncir langsung jadi yang terdepan ditanya kemungkinan pencoretannya. Djanur diprediksi akan mencadangkan Kim Kuncir dan mengembalikan Bos Opik sebagey tandem poros ganda bagi Mas Har. Ternyata eh Kim Jefrey masih lebih sering maen menemani Mas Har.

Well, pada dasarnya Bos Opik memang tidak pernah menjadi pilihan utama Djanur. Bahkan kedatangan si Bos aja sebagai ganti dari Dado yang masih belum siap mental untuk membela Persib di musim 2014. Implikasi dari Bos Opik yang tidak mendapat kepercayaan penuh Djanur adalah, sekecil apapun kesalahan, atau sesedikit apapun si bos kurang mencapai tingkat harapan Djanur akan langsung membuat Bos Opik kembali ke bench.

Di awal musim 2014, Si Bos sempat jadi pemain inti Djanur sebagai duet poros ganda, bermain baik, tapi keliatannya masih belum memenuhi ekspektasi Djanur. Pas Bang Utina berhasil mendapatkan tingkat kebugaran yang dibutuhkan untuk menjadi kreator Persib, si Bos langsung dicadangkan. Di piala presiden 2015 juga gitu, duet Mas Har dan Bos Opik tampil meded lawan Persiba, tapi di pertandingan berikutnya dia tidak bisa menjaga konsistensinya, Djanur langsung mengganti posisi si Bos ke samping Uwak.

Tahun 2016, kebugaran Bos Opik sudah jauh menurun dibandingkan pas musim juara. Saat Djanur mulai melatih lagi, satu-satunya gelandang yang fit –dan sudah memiliki feel turnamen karena sering maen– ya tinggal Kim Jefrey dan Mas Har. Bacun sudah terlalu lama dipeyeum, Bos Opik belum fit karena cedera. Jadi, waktu itu Djanur tetap masang Kim Golden Boy, memancing pro kontra dari bobotoh kenapa tidak masang Bos Opik.

Djanur melihat kalau Kim pada dasarnya nurut ka pelatih sih, dan hasilnya 4 bulan setelah ditangani Djanur permaenan Kim sudah semakin beradaptasi dengan “taktik” Djanur.

Perubahan paling kentara dari permaenan Kim adalah pergerakan doi dalam menekan lawan. Di bawah Dejan, Kim mendapat instruksi untuk langsung menekan di area lawan. Karakter Kim yang gurung gusuh membuat instruksi ini jadi chaos, si Kuncir jarang pisan memperhatikan pegerakan teman, fokus melihat lawan dan berduel, hasilnya Ino dan Mas Har jadi katempuhan karena sering COD-an, paamprok di tengah jalan. Padahal mah jiga ceuk lagu sorban palid; Kaso pondok kaso panjang. Kaso ngaroyom ka jalan. Najan sono najan heman. Teu sae ngobrol di jalan. Di bawah Dejan, Kim – Ino – Mas Har loba teuing sosonoan di jalan.

Naaah, instruksi Djanur untuk Kim lebih bisa mengurangi resiko karakter guruh gusuh si taeun. Sejak pertama Djanur sudah tau kalau operan Kim tidak banyak yang bisa menembus pertahanan lawan, imajinasi dan kreasinya juga tidak bagus, Djanur jadi nyuruh Kim lebih banyak membantu Mas Har melindungi kuartet bek. Kim tidak lagi mendapat tugas harus merebut bola di area lawan. Dagoan weh, ngke ge bola datang ka area pertahanan Persib.

Instruksi Djanur ini bukan tanpa pengorbanan. Kim yang disuruh lebih banyak defend di area Persib membuat poros tengah penyerangan Persib kekurangan orang. Karena itu Ino hampir tiap maen teu walakaya menghadapi gelandang bertahan lawan, dan itu juga salah satu faktor penyerangan via gawir menjadi opsi tunggal yang dimiliki Persib. Persib kekurangan orang di area tengah depan kotak penalti lawan.

Kegurung-gusuhan Kim bisa dilihat dari betapa cepatnya Kim mengoper bola ke area yang aman padahal tidak ada pemaen lawan yang melakukan pressing. Bandingkan dengan Mas Har, walaupun lawan melakukan tekanan, Mas Har suka bisa weh gutak gitek dulu baru ngoper. Nah, Kim antara tidak punya rasa percaya diri dan tidak punya teknik ngageol buat melewati lawan. Paling kerasa sih tingkat kepercayaan diri Kim ketika memegang bola. Eweuh ge nu ngudag, bola sekali kontrol langsung kasih ke Toncip atau bek tengah.

Jika Djanur bisa mendapat kembali gelandang bertahan yang tidak gurung gusuh melepas bola, jago holding dan umpan jauh, maka Kim dijamin bakal disuruh mencetan Uwak di bench. Lamun, ngalamun ieu mah, Dado kembali, maka partner duet Mas Har udah joss pisan. Model Dado gitu yang selalu Djanur inginkan di barisan gelandang bertahannya. Kaleum, umpan jauh akurat yang bisa menembus pertahanan lawan. Umpan jauh akurat dibutuhkan biar gelandang itu tidak perlu drible dulu maju ke area lawan. Soalna, eta gelandang bakal kudu mundur deui maturan Mas Har. Dan operan di area batur lebih sulit karena pemaen lawan numpuk dan melakukan tekanan, dibandingkan ngoper dari area sendiri.

Pelatih Persib musim depan kemungkinan besar akan mempertahankan Kim Kuncir jadi bagian skuad Persib. Kim bakal kapake pisan buat Persib yang butuh bertahan dari serbuan sporadis lawan. Salah satu dari gelandang perebut bola yang paling mejeuh di Indonesia ini.

Kalau Kim mau berkembang, salah satu kemampuan yang harus dia asah adalah ketenangan ketika sedang menggiring bola. Bisa dimulai dengan tidak langsung mengoper bola kalau tidak ada lawan yang mengejar nyaneh. Good luck Kim Kuncir.

 

(@bus)