Laga klasik Itu Telah Kembali

Entah kunaon, bagi Bobotoh yang tumbuh pada era awal 2000-an kaluhur jiga kami, menganggap bahwa laga kontra PSMS merupakan laga nu biasa. Biasa wae karena generasi aku tidak banyak mengetahui sejarah pertemuan dua kleub leheun ini. Kita dicekoki fakta yang terus digambar-gemborkan oleh media, bahwasanya musuh bebuyutan Persib adalah perjisa.

Anggapan ini semakin menguat tatkala pertemuan Persib dan perjisa dihelat. Atmosfer panas, hususon di luar lapangan seolah mengiyakan anggapan para Bobotoh ngora, bahwa Persib vs perjisa memang laga panas. Tanpa mengetahui sejarah dan fakta.

Semakin ngawur dan menjadi-jadi tatkala media kerap menyebut laga Persib melawan perjisa sebagai el clasico-nya Endonesa. Kamana atuh el clasico. Sekilas emang bener sih. Laga antara Persib dan perjisa sering kali dibumbui dengan drama drama, namun drama tersebut lebih sering tersaji di luar lapangan nu di jero lapang mah tariis we hare-hare. Namun mari kita kesampingkan semua anggapan konyol tersebut karena laga el clasico yang sesungguhnya akan dihelat pada hari Minggu, 26 Maret 2017 sore ini. Partai el clasico antara PSMS vs Persib akan tersaji di Stadion Teladan, Medan, yang merupakan laga uji coba untuk persiapan kedua tim mengarungi liga yang sesungguhnya.

Bagi Persib, bertandang ke Medan untuk mengasah mental tandang skuad asuhan Djadjang Nurdjaman karena bertanding melawan PSMS akan selalu menghadirkan tensi tinggi baik laga tandang maupun kandang. Sedangkan bagi PSMS, laga melawan Persib sebagai ajang melihat kemampuan pemain dan hiburan untuk masyarakat Medan karena sudah lama tidak menghadapi tim-tim kasta tertinggi. Melawan Persib juga tentu menghadirkan rasa nostalgia yang memacu adrenalin para pendukung PSMS dan Bobotoh Persib.

Laga el clasico dua tim perserikatan ini sudah absen sekitar lima tahun lamanya. Krisis finansial yang melanda PSMS membuat tim berjuluk Ayam Kinantan ini terdegradasi di tahun 2012 sehingga harus nyuksruk ka kasta ke dua. Persib dan PSMS akhirnya harus terpisah kompetisi, jarak dan waktu. Seperti cees kami yang dipegatkan oleh mantannya karena di-cornering di lap terakhir ku orang ketiga yang akhirnya membuat dua sejoli yang dulu sempat saling mencintai ini terpisah oleh jarak, waktu dan orang ketiga. Co cad.

Persib dan PSMS seolah mengalami nasib nu berkebalikan. Persib tercatat semakin eksis di permengbalan tanah air. Kedatangan Michael Esisen anyar anyar ieu seolah mengukuhkan eksistensi Persib, setidaknya dari segi finansial. PSMS sendiri terakhir menghuni ISL pada tahun 2012 nu lalu. Saat dimana marquee player teh belum dikenal. Saat dimana Essien meraih gelar UCL bersama kleub biru London Barat. Saat dimana nu nulis ge masih SMP kelas 1. Teuing atuh barudak stadionsiliwangi nu lain mah. Geus lulus kuliah meureun.

Mungkin bagi para Bobotoh kolot kaya Aa Ajay mah laga final kompetisi perserikatan tahun 83 dan 85 selalu terkenang. Moal dicaritakeun ending-na soalna ending-na sedih. Persib dua kali medok melalui pepenaltian. Kiper PSMS basa eta mah jiga uncal ateuh cleng kaditu cleng kadieu. Lincah. Ponirin tea, sebagey kiper leheun di Indonesia. laga nu berlangsung di Stadion Utama Senayan ini disaksikan oleh lebih dari 150.000 suporter. Sebuah angka nu wah pisan jang kompetisi amatir saat itu. Dan mungkin moal terpecahkan karena GBK beberapa kali melakukan renovasi dan mengurangi jumlah tampungan penontonnya. El clasico mana lagi nu aya di Indonesia selain Persib Vs PSMS?

Pertemuan terakhir kedua tim ini terjadi pada tanggal 17 Juni 2012. Laga atar PSMS vs Persib berlangsung dalam tempo tinggi, jual beli serangan dan silih ganti ngabobol gawang lawan. Persib saat itu dilatih ku pelatih caretaker, Robby Darwis. PSMS oge sarua dilatih ku pelatih caretaker, Suharto AD. Ararantik emang, PSMS di musim eta keur acak adul pisan atuh kusabab carut marutna kondisi keuanganna. Walau kondisi tim acak adul, nyatanya pas lawan Persib mah PSMS tampil edan eling kusabab emang aya gengsi anu dipertaruhkan dalam laga dua tim perserikatan ieu.

Persib dihuni nama-nama beken di persepakbolaan Indonesia saat bertandang ke Teladan Medan 2012. seperti Memen Durehmen, Abanda Herman, Miljan Radovic, Lord Atep, Toncip dan Mas Har menghiasi skuad Persib saat itu. Sementara PSMS sebagai tim tuan rumah hanya dihuni pemain seperti Edi Kurnia, Sasa Zecevic, Ovuvuevuevue Enyetuenwuevue Ugbemugbem Osas Saha, Niko Malau dan Natsja Ceh. Perbedaan skuad anu jomplang sabenerna mah.

Laga berlangsung keras dan jual beuli serangan silih berganti ti mulai wasit niup prit tanda babak pertama dimulai. Persib sukses mencuri gol terlebih dahulu melalui skema umpan terobosan 5 rebueun Airlangga kepada Radovic anu lumpat coming from behind tea. Radovic lalu menyodorkan silih asor enakeun kepada Marcio Souza yang diakhiri tendangan mendatar laun anu sukses memperdaya kiper PSMS, Edkur. Memasuki injury time babak kahiji, PSMS sukses menyamakan kedudukan melalui sundulan Deni Rumba setelah memanfaatkan mulung muntah ti tajongan bebas meded Natsja Ceh anu membentur kusen gawang Jandry Pitoy.

Memasuki babak kedua, Maung Bandung kembali unggul melalui gol sundulan dari Memen Durehmen memanfaatkan umpan Prof. Radovic. Namun Persib kembali gagal mempertahankan kemenangan, setelah kiper Persib, Jendry Pitoy gagal newak bal tendangan pemain PSMS ti luar kotak penalti. Bal anu lepas ti tewakan Pitoy langsung disosor ku striker kelas tarkam, Ovuvuevuevue Enyetuenwuevue Ugbemugbem Osas Saha untuk menyamakan kedudukan. Skor 2-2 nyatanya membuat nuansa pertandingan semakin panas.

Tingginya tensi permainan di tengah lapang terbawa sampai ka tribun, Jendry Pitoy kiper Persib harus digantikan ku Cecep Spiderman kusabab dibaledog batu teuing diketepel ku kaleci ku suporter PSMS. Kondisi pertandingan semakin panas memasuki menit 90. Nastja Ceh anu bersiap mengambil tendangan bebas, dihalang-halangi ku Marcio Souza. Keheul akan sikan Marcio, pemain PSMS anu sumbu na parendek langsung neungtreung Marcio dan seperti biasa Marcio langsung goler terkapar. Sang pengadil, saat itu dipimpin oleh wasit Yandri memberikan kartu merah untuk Ceh, teuing kunaon kapereumpeunan jigana wasitna. Ketika ngacung kartu merah, eta kartu direbut ku Sasa Zecevic dan dibantingkeun ka nu taneuh. Edan wasit bisa dikieu-kieu atuh. Bumbu el clasico selalu menghadirkan nuansa panas di lapangan.

Setelah kejadian paciweuh di lapang eta, di waktu injury time, gawang Persib bobol kembali oleh sundulan Deni Rumba memanfaatkan situasi papuket di gawang Persib. Gol Deni Rumba ini menuai protes punggawa Persib karena merasa posisi Deni Rumba sudah berada dalam posisi offside dan bola sempat menyentuh panangan Deni Rumba. Namun wasit Yandri tetap pada keputusannya, PSMS sukses mengalahkan Persib di Teladan Medan sekaligus membayar kekalahan 3-1 saat mereka bertandang ke Jalak Harupat.

Dalam enam pertemuan terakhir Persib vs PSMS, Persib memang rada sulit menang di stadion Teladan. Pada gelaran LSI 2008/2009, Maung Bandung hanya mampu meraih hasil remis 1-1 melawan PSMS, setelah gol dari Henry Makinwa dibalas dengan gancang oleh Rafael Bastos melalui sepakan penalti. Persib hanya mampu sakali meunang di Teladan Medan saat Persib pada gelaran Divisi Utama musim 2007. Persib sukses mengungguli PSMS melalui gol Christian Bekamenga dan Nova “Suster Ngesot” Arianto.

Bahkan pada gelaran Divisi Utama 2006, Persib Bandung harus mengakui keunggulan PSMS di laga kandang maupun tandang. Pada musim tersebut, justru PSMS Medan lah yang dihuni oleh para pemain edan Indonesia. Pada gelaran Divisi Utama 2006, PSMS diisi oleh pemain sekaliber Saktiawan Sinaga, Alejandro Tobar, Bang Pardi, Alcedio Fleitas, Greg Nwokolo, Mbom Julien, Markus Horison, Boy Jati Asmara, dan Mahyadi Panggabean. Saat Persib bertandang ke Teladan, PSMS sukses unggul 2-1 melalui gol Bang Pardi dan Alcedio Fleitas. Sementara saat berlaga di Siliwangi, PSMS juga sukses meredan Persib serta membungkam ribuan Bobotoh yang hadir melalui gol yang dilesakkan oleh Saktiawan Sinaga dan Alejandro Tobar ke gawang Kosin Hatairathanakool.

Laga melawan PSMS sejatinya memang laga el clasico yang sesungguhnya. Laga di lapangan sama hareudangnya dengan kondisi tribun yang saling melakukan psywar kepada tim lawan di kandang masing-masing. Tribun samping selatan akan selalu ramai boa ku lemparan botol atau batu-batu kerikil leutik khas Stadion Siliwangi. Acan mah sumpah serapah mah geus pasti bakal bergema di seantero tribun. Di lapang oge kitu, para pemaen biasana silih hanca kusabab karakter PSMS anu menerapkan sepak bola rap-rap a la Sumatera. Tempo weh basa LSI musim 2011/2012 baik di Jalak atau di Teladan. Walau PSMS dihuni pemain medioker, tapi karakter rap-rap dan gelutna aya keneh. Saat di Jalak ge pemain PSMS mah aya nu wani silih tuar suku dengan Mas Har. Karakter memang el clasico ieu, beda jeung lawan tim ibu kota mah tiiseun di lapang, paciweuh di sosmed.

Bang Pardi sebagai pemain yang pernah bermain untuk PSMS dan ayeuna bermain untuk Persib berpendapat, “Medan dulu itu kalau main lawan Persib lain gairahnya, seingat saya malah lebih besar dari el clasico Persib-persija. Seingat saya seperti itu,” ujar bang Pardi dilansir dari cnnindonesia.com.

Walau sekarang Persib dan PSMS berbeda kasta dan hanya sekedar uji coba, tentu kita hoyong deui merasakan sensasi dan nuansa karakter panasnya laga Persib vs PSMS. Kita berharap, Persib dan PSMS menampilkan tensi edan eling walau sekadar laga uji coba, tapi pasti ada gengsi yang dipertaruhkan antara Persib dan PSMS. Hidup Persib!

 

Salam, [jay,zky/xuk]