Selamat Tinggal dari Tenggarong

Persib kembali harus menerima hasil buruk dari pertandingan tandangnya, kali ini giliran mitra kukar yang membuat malam minggu ini menjadi semakin kelam, sebetulnya sempat unggul terlebih dahulu lewat gol yang dicetak oleh billy keraf memanfaatkan operan crossing mendatar dari maitimo, namun usai unggul lini tengah persib justru menegendorkan penjagaan mitra kukar akhirnya berbalik unggul lewat dua gol yang dicetak oleh marclei dan oh in kyun.

Rek bahas taktik, asa hoream dan dari segi permainan Persib kitu kitu keneh. Formasi eta deui eta deui cenah mah kakurangan pemain padahal di awal musim bilangna komposisi kami sudah kumplit. Mau bahas taktik? Okey dibahas lah. Taktik Persib di laga Mitra Kukar Persib mencoba formasi dan tactik yang dibalik menjadi:

Bermain tanpa diperkuat oleh sang il capitano yang mulia Lord atep membuat lini serang persib kehilangan taringnya, tidak ada lagi sosok pemimpin di tengah tengah pertandingan, kehilangan sosok yang mampu membangkitkan mental para pemin ketika sedang tertinggal, akhirnya mau tidak mau posisinya digantikan oleh seoarang bocah billy keraf sialnya si bocah malah bikin gul, sial. Pak jajang menurunkan formasi yang sama dengan pertandingan sebelumnya 4-3-3 vlado yang dipertandingan sebelumnya absen karena akumulasi kali ini sudah bisa diikutsertakan mengawal lini pertahanan persib bersama tony, jupe dan supardi trio engine room diisi oleh dedi,kim dan si marquee essien menopang tiga orang penyerang palsu maitimo, billy,  dan shoei.

Seperti pada biasanya persib berusaha untuk langsung menguasai permainan tapi bingung karena mitra kukar ternyata bermain sabar dengan tidak terburu buru keluar menekan, bola lebih banyak berputar putar di area pertahanan sorangan, para pemain mitra kukar baru mulai melakukan tekanan jika bola sudah masuk ke area tengah mitra kukar, bayu pradana yang bertugas untuk memfilter serangan persib, menjalankan tugasnya dengan baik katambah sering turunnya oh in kyun membantu pertahanan membuat tugas bayu sebagai perebut bola tidak ditanggung sendirian. Nampaknya Jafri sastra menginstruksiakn anak buahnya untuk tidak memberikan keleluasaan untuk pemain persib menguasai bola.

Pergerakan Shohei kerap mendapat perhatian lebih dari lini pertahanan Mitra Kukar. Tercatat, menurut perhitungan kami, leuwih ti 3 kali si Shohei dilanggar ku Syaiful Ramadhan, sering kita lihat bagaimana Matsunaga harus menerima takel takel keras padahal si shoei can sempet balik badan geus kaburu ditengkas. Kedua tim, hususon di lini tengah memang terlibat duel sengit. Pada babak pertama, terlihat bagaimana kedua tim mencoba menguasai lini tengah dan sababaraha kali pelanggaran dilakukan ku Kim, Dedi, dan Bayu Pradana oge sebagey fighter di lini tengah

Pertarungan lini tengah kedua tim emang berjalan sengit. Malahan, sebelum gul nu dicetak ku Billy kedua tim sama sekali tidak mampu  melepaskan tajongan on target. Mitra Kukar emang lebih banyak melakukan percobaan tajongan ka gawang, tapi lebih banyak dari luar kotak penalty dan posisi najongnya sangat kurang ideal. Entah eta melalui Marclei, ataupun Andre.

Hingga akhirnya gul yang diarep – arep pun datang juga. Gul Billy ieu kaasup skema nu alus, meskipun nyak tetep melalui gawir deui, gawir deui. Maitimo sukses menarik perhatian dua pemaen Kukar sekaligus dan Jose Gotor katarik oleh pergerakan Shohei. Dan di saat nu tak terduga, Billy melepaskan tajongan voli hade yang berhasil menjebol gwang Joko Ribowo. Sebuah gul nu setidaknya membuat kami yakin, Persib akan memetik poin di Tenggarong.

Namun panyakit Persib setelah unggul kembali datang. Malaweung. Lagi lagi lini belakang Persib bisa dicele saat diserang terus – terusan ku tuan rumah. Kali ini bek asing andalan kita kaciri ripuh. Dua kali Vla blunder di pertandingan ieu. Mimiti nyieun penalti jang Kukar walau teu kahaja kadua eleh lumpat dan telat nutup pergerakan Inkyun Oh dan duanana jadi gol. Mantap.

Persib sebenernya bisa menyamakan kedudukan saat trik Matsu sukses berbuah penalty. Sayang eksekusi penalty MayTeeMoo sukses diantisipasi oleh Kiper JokRib dengan sempurna. Sempurna sih kusabab MayTeeMoo najong penalty jiga najong ka adi sorangan, tarik nepi ka bisa dibaca dengan mudah J. Kesempatan untuk menyamakan kedudukan pun sirna, se sirna melihat si dia sudah menggandeng kekasih yang baru. Persib kembali tersungkur di liga Gojek. Ladu.

Barudak 2014 anu mulai hah heh hoh

Suka tidak suka, daek teu daek da emang kudu diakui barudak 2014 anu mawa Persib juara dan masih aya di Persib ayeuna kondisina mulai menurun. Iya atuh sudah 3 tahun liwat ti basa juara, yuswa ge pasti nambih dan pasti ngaruh ka kondisi fisik.

Liat weh lawan Mitra Kukar bieu para barudak 2014 ieu katingali mulai raripuh. Ditambah jadwal padat liga ojek ieu justru semakin membuat mereka anu tos “berumur” karipuhan. Plus pre-season Persib anu jigana teu bener, teu nyiapkeun kondisi ideal jang menyambut liga gojek ieu. Jadi hasilna kieu, urang ningali para pemaen Persib jiga nu teu karuat maen 90 menit. Memasuki babak kedua konsentrasi mulai buyar.

Di dua laga terakhir, lawan Lamongan dan Mitra Kukar barudak 2014 macam Vlado, Toncip, Jupe, Mas Har, dan Atep seperti sudah mentok. Duet Vla-Jupe yang diharapkan bisa kokoh musim ayeuna justru tampil di bawah performa terbaik mereka.

Mas Har yang biasanya tiap musim bermain garang nan eweuh kacape mulai mengendur sekrup-sekrupna. Toncip mulai tambah geboy. Bang Pardi walau masih boga kecepatan tapi kehilangan H. Ridwan menjadi kehilangan besar untuk dirinya bisa melakukan kombinasi ngeunaheun di sisi kanan. Dan untuk Lord Atep biar kawan-kawan semua yang menilai, karena cukup lelah membahas kapten kita, moal beres 6 bulaneun ge.

Dari jajaran pelatih beserta reng-renganna oge nya emang kudu aya pembaharuan sih,supaya fresh deui tim Persibna. Anu pernah membawa Persib juara 2014 seperti masih teringat momen manis dan tenggelam dala euphoria eta-eta keneh. So sad, piraku karek juara deuipas generasi barudak kami mah, keterlaluan.

See you kuch Djanur

Kisah juga cerita kuch Djanur di Persib tak seindah lagu Raisa – Kali Kedua. Basa jaman turnamen kopi kuch Djanur sebagai pembawa kolek buka puasa gelar juara Persib diharapkan bisa kembali mengangkat prestasi Maung Bandung setelah nutug dibawah asuhan kuch UEFA Pro Lisensi. Datang sebagai pengganti Dejan mungkin perasaan kita layaknya lirik Raisa nu ieu:

Betapa menyiksa kehilanganmu

Kau tak terganti kau yang slalu kunanti

Takkan kulepas lagi

Pegang tanganku bersama jatuh cinta

Kali kedua pada yang sama

(Satukan hati, tanpa peduli)

Kedua kali kita bersama lagi

Nyatanya seperti kisah Raisa dan kami, kisah Djanur bersama Persib pun pupus saat menghadapi Mitra Kukar. Djanur ngomong mundur untuk kedua kali dalam musim ieu, Antik sih J. Tapi kumaha deui atuh dari segi permainan semenjak ngomong mundur nu mimiti tuluy teu jadi, nepi ka mundur deui ayeuna permainan Maung Bandung eweuh perubahan. Dalam jangka waktu ngomong mundur mimiti dan ayeuna Persib hanya meunang sakali ngalawan PSM eta ge dibawah arahan Pak Heri Joss, Kuch Djanur keur Umroh. Sisana di tilu laga Persib hanya mampu meraih hasil 2 eleh dan hiji seri. So sad.

Tentu di periode eta loba deui selentingan dari bobotoh, umrohkeun deui weh kuch Djanur. Tapi jika diliat dari semenjak draw lawan Borneo FC, mimik wajah kuch Djanur sudah kerung wae. Ditambah kekalahan dari Bhayangkara FC semakin menjadi yang berujung mundur part 1 namun bersambung kusabab teu jadi mundurna oge. Uwih dari umroh ge tetep sudah tak ada raut wajah yang antusias setidaknya menunjukan gairah untuk bangkit  yang ada hanya raut  wajah kerung. Mungkin emang sudah waktosna buat pak jajang mundur. Ibarat lagu mah paling cocok lagu Glenn Fredly:

Inikah akhir cerita cinta…

Yang selalu aku banggakan…

Di depan mereka…

Kata Djanur pas presscon: “Pada kesempatan ini juga saya minta maaf pada Bobotoh yang selama ini setia, karena sapapait dan samamanis yang sebesar-besarnya, kita sudah pernah mengenyam masa-masa emas, masa-masa bahagia, masa bebunga-bunga dan sekarang saatnya kita ada di keadaan seperti ini”(Simamaung)

Pedih, tapi kumaha deui atuh, jika sudah ragu untuk menangani Persib mah yang mungkin emang jalan terbaik untuk kuch mundur sih. See you kuch Djanur dan Hatur Nuhun. Jaga kesehatan yah kuch, sudah cukup yah, jangan ada penasaran untuk ketiga kalinya yah untuk kebaikan kuch juga.

Pelatih anu membawa Persib 2014 juara telah mundur, akankah diikuti oleh rengrengannya setelah kekalahan di Tenggarong ini? Patut dinanti sepak terjang Persib diputaran kedua akankah lebih baik? Eh minggu depan lawan Pelcija yah? Wilujeng weh. Hidup Persib.

 

Salam, [zky,jay/xuk]