Teropong Jodoh PERSEGRES

Pita Pink

Hanya berselang beberapa hari dari laga sebelumnya melawan SFC, Persib harus kembali melanjutkan petualangannya di Gojek-Traveloka Liga 1 dengan tandang ke Gresik untuk menhadapi Persegres Gresik United. Tampil away nu benar-benar away pertama bagi skuat asuhan Djajang Nurjaman. Melihat kekuatan Persegres saat ini yang kerap tampil inkonsisten, 3 poin penuh harusnya bisa didapat anak asuh Djajang Nurjaman ini.

Pelatih

Persegres kini diarsiteki oleh pelatih yang pernah menangani klub asal Papua, Perseru Serui, Hanafi. Ngaranna memang cukup asing didengar, teu loba anu apal kumaha strategina jeung selera pamaen anjeunna, sabab Hanafi sorangan lebih banyak malang melintang di klub papan tengah menuju bawah klasifika Liga Indonesia. Macam Persibo U-21, Persiram Raja Ampat, Persipur Purwodadi, Persis Solo dan Madiun Putra. Terhitung ada dua klub yang berhasil ia bawa naik ke kasta tertinggi nyaeta Persis Solo di tahun 2007 dan Perseru promosi ka kasta tinggi Ligina saacan federasi di-banned FIFA, Secara kasat mata, Perseru yang diarsiteki Hanafi iyeu bisa dipeunteun lah salila mentas di Turnamen Kopi kamari dimana Perseru sanajan elehan di tandang tapi di kandangna mah nyieun gimir batur atuh.

Formasi

Basa di Serui, Hanafi geus mulai maenkeun pola 4-2-3-1. Formasi yang sama masih dibawa Hanafi ke klub barunya yaitu Persegres. Dengan memanfaatkan kedua sayapnya untuk membongkar pertahanan tim lawan, Hanafi akan mengandalkan dua peamin ngora Randy dan Arsyad. Untuk menopang kedua sayapnya tersebut Hanafi memiliki pemain senior berpengalaman, Agus Indra. Kemampuannya sebagai gelandang akan menjadi penyeimbang lini tengah Persegres sekaligus sebagai penyuplai bola untuk kedua sayapnya.

Kelebihan

Gresik memang siga anu teu beakeun talent, dari jaman Agus Indra hingga ayeuna Arsyad Yusgiantoro yang jadi andalan Persegres di musim ini. Permainan Gresik anu patut diwaspadai adalah kecepatan flank-na terutama di sektor kanan pertahanan kusabab manehna ngandelkeun flank anu gress ngora keneh, nu lumayan ngabret.  Di sisi lainnya, Gresik boga flank anu teuas tipikal pamaen timur, nyaeta Rendy Saputra. Mantan pamaen PSCS anu juara TSC B kamari iyeu rada lumayan oge, tilas tapi raos atuh sebagai eks co-patriot Lord Ugiex. Patut diwaspadai oge permainan kerasna. Kade we, Hen ulah balangah omat.

Kelemahan

Mun diilik-ilik tina permainan mah Gresik masih siga nu enggeus-enggeus, selalu kesulitan bangkit lamun geus kaasupan. Gresik selalu kagulan tiheula dan hasilna Gresik kerap gagal malikkeun keadaan. Lini pertahanan nampak masih jadi masalah utama buat tim berjuluk Laskar Joko Samudro ieu. Karek maen 3 kali, Gresik sudah kaasupan 7 gul, 6 di antarana terjadi pada 2 pertandingan terakhir. Menandakan kalau Persegres memiliki pertahanan yang terbilang buruk.

Ketika melawan Persipura lini pertahanan Gresik kaitung alus, rapet dan menerapkan garis pertahanan yang dalam sehingga menyulitkan Boaz dkk. dalam menjebol gawang Persegres. Cara bermain seperti itu mengakibatkan Persegres diserang bertubi tubi oleh Boaz cs., alhasil Persegres harus menerima tembakan ke arah gawang hingga 17 kali tapi cuma satu yang bisa menembus jala gawang Gresik. Namun setelah Goran Ganchev cedera, lini pertahanan gresik semakin keropos, di dua pertandingan terakhir koordinasi pertahanan Gresik sangatlah buruk terutama dalam mengantisipasi umpan umpan silang, gul Semen Padang kebanyakan tercipta melaui krosing dan umpan lambung terobosan nu duanana bisa dimanfaatkan ku Vendry Mofu. Sementara ketika kalah 0-3 dari Borneo, dua gul Borneo FC juga bermula dari umpan crossing yang gagal diantisipasi dengan baik oleh Faris dkk. Kehilangan Goran Ganchev karena cedera nampaknya menjadi masalah besar bagi pertahan Persegres. Hanafi belum menemukan formula yang tepat untuk menutup lubang yang ditinggalkan oleh Goran. Chaos-na lini belakang Gresik seolah jadi pertanda alus, yen Persib kudu bisa memanfaatkan buruknya pertahanan Gresik ini.

Cirianeun

Bicara mengenai Gresik mah moal jauh ti penyerang asing andalan maranehna, Patrick da Silva. Si niin udah gabung ke Gresik saat liga kopi taun lalu. Dari tilu pertandingan nu sudah dijalani, Patrick sukses menyarangkan dua gul. Masih jauh lebih baik dari si niin leheun Weshem. Gul nu dicetak Patrick disarangkan pas lawan Semen Padang dan Persipura. Proses gul lawan Semen Padang nu jadi sorotan, nyaeta saat doi mencetak gul melalui sundulan kepala.

Selain Patrick, Arsyad Yusgiantoro juga perlu diwaspadai, pemain sayap yang satu ini bakal jadi senjata keur Gresik, pergerakanna terbilang oke, positioning-na oge alus. Arysad ini pemain sayap yang bertipikal sama dengan para pemain pemain sayap Indonesia pada umumnya, lumpat gancang dan jago ngagocek, tajongannya juga oke punya.

 

Salam, [dit,zky/xuk]