Teropong Jodoh SRIWIJAYA FC

Setelah gagal meraih hasil maksimal di dua laga awal, di pekan ketiga Liga 1, Persib akan menjamu klub kuat asal Sumatera yaitu Sriwijaya FC. Walaupun maen di kandang, misi Persib untuuk meraih 3 poin pertamanya tidaklah mudah apalagi di laga sebelumnya SFC baru saja meraih kemenangan perdananya usai mengandaskan perlawanan Borneo FC dengan skor 1-0. SFC saat ini berada di urutan ke 7 dengan mengumpulkan 4 poin hasil dari satu seri dan satu kemenangan.

PELATIH

Menjelang awal musim Liga Go-jek 2017, Sriwijaya tidak lagi ditangani oleh Widodo C. Putro. Sebagai gantinya, manajemen Sriwijaya menunjuk pelatih asal Brasil, Osvaldo Lessa, mantan pelatih Persipura.

Agak sulit memang menelusuri rekam jejak pelatih yang satu ini, jiga pelatih PS TNI kamari harerese neang datana, haha. Selama berkarier di Indonesia, Lessa lebih banyak berperan sebagai pelatih fisik, baru pada musim 2015 Lessa didapuk menjadi pelatih kepala setelah manajemen Persipura mendepak Jacksen Tiago dari kursi kepelatihan, tak lama kemudian tepatnya setelah gagal membawa Persipura lolos fase grup di ajang Piala Bhayangkara, pria berkebangsaan Brasil ini memilih menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Persipura. Sempat dikabarkan akan menangani Persiba, akhirnya Osvaldo Lessa melabuhkan pilihannya kepada Sriwijaya, dalam dua pertandingan awal bersama SFC, Lessa mampu mencatatakan catatan yang lumayan oke setelah berhasil menahan imbang tuan rumah Semen Padang, satu pekan kemudian Osvaldo Lessa berhasil mempersembahkan kemenangana pertamanya untuk Laskar Wong Kito.

FORMASI

Dengan berakhirnya TC Timnas pada tanggal 25 April kamari, Sriwijaya kemungkinan bakalan kembali diperkuat bek kiri andalannya, Zalnando. Posisi Zalnando sempet diganti ku Indra Permana. Sriwijaya bakal loba mengandalkan 2 penyerang  asingnya, Beto jeung Hilton. Keduanya emang ti musim kamari geus jadi kekuatan utama Sriwijaya. Dalam 2 pertandingan awal, Lessa mengubah-ngubah skema permainannya. Di pertandingan pertama posisi Hilton lebih di tukang posisina Beto, sementara di pertandingan terakhir lawan Borneo Lessa memasang Beto dan Hilton sejajar dalam formasi 4-4-2.

Sriwijaya sepertinya bakalan kembali menggunakan formasi 4-2-3-1. Kemaren-kemaren sih Hilton sempet cedera lengeun, tapi kabar terakhir mah udah mulai pulih dan siap maen lawan Persib. Kalau Hilton beneran maen sih lini belakang Persib kudu siaga 3.

KELEBIHAN

Dalam menyerang Sriwijaya lebih banyak mengandalkan kecepatan duo Brasil di lini depan. Belum lagi dua pemaen sayap Sriwijaya oge sarua gancang, Maldini di kanan dan Nur Iskandar di kiri.

Perlu diwaspadai memang kedua sayap SFC ini, Nur Iskandar dan Maldini Pali, keduanya dianugrahi dengan teknik menggiring bola yang baik, kecepatan keduanya akan sangat merepotkan sekali untuk kedua fullback Persib. Nur Iskandar maupun Maldini Pali memiliki tipe permainan  yang sama, dua-duanya doyan potong kompas ke area kotak pinalti dan mengakhirinya dengan sebuah tendangan, Kedua sayap eta suka dapet bantuan juga dari bek sayap Sriwijaya, Gilang Ginarsa di kanan jeung Zalnando di kiri. Biasana oge di antara Hilton atau Beto sering bergerak ka sayap, moal cicing ngajedog di tengah ngadagoan umpan alus ti pemaen lain. Tony dan Henhen jelas harus konsentarsi dan bermain disiplin dalam bermain kalo engga mah yah wassalam, wilujeng rudet deui wae.

Belum lagi Hilton yang kerap muncul dari second line seperti ketika golnya ke gawang Semen Padang. 2 bek Semen Padang yang menjadi orang terakhir sebelum kiper perhatiannya katarik oleh pergerakan Beto, meskipun bola berhasil disundul oleh pemain Semen Padang, second ball jatuh tepat ke kaki Hilton yang muncul dari lini kedua, dengan enjoynya, tanpa kawalan ia sukses mengarahkan bola ke pojok bawah gawang Ridwan Bule dari luar kotak pinalti. Konektivitas antar lini Sriwijaya terbilang baik, Yoo Hyun-koo akan menjadi penyemimbang lini tengah, sekaligus menjadi katalisator antara lini pertahanan dan penyerangan. Selain kuat dalam perebutan bola ia juga memiliki operan yang akurat

KELEMAHAN

Cederanya Bio Paulin membuat Lessa tidak bisa menduetkan 2 bek tengah idamannya. Bio Paulin menurut perkiraan absen sampai awal Mei jadi lawan Persib engke kemungkinan masih can bisa maen. Terpaksa Lessa mencari alternatif lain untuk menemani Kakak Basna di lini belakang, pilihan Lessa akirnya jatuh pada Firdaus Ramadhan.

Sahenteuna Firdaus ieu tidak sekuat Bio Paulin lah. Lamun lebih alus pasti geus ti kamari kamari asup Timnas. Hahaha. Plan B dari Lessa ieu sepertinya akan menciptakan lubang yang cukup menganga dan sangat perih. Seperih malam pertama. Kakak Basna sama Firdaus masih cukup belum memahami maksud dari yang lainnya, half space di antara kedua bek tengah ini bisa dijadikan peluang untuk mencari celah untuk mencetak gul.

DM Sriwijaya oge sering bocor. Sabaraha kali basa pertandingan mimiti lawan Padang bola bisa langsung enjoy gitu tembus ke Marcel. Makanya waktu pertandingan kedua Lessa nyoba masang Hendra Sandi yang punya defend lebih alus, 3 gelandang tipikal bertahan dipasang Lessa dari awal pas lawan Borneo. Hasilna lumayan, Sriwijaya bisa klinsyit.

CIRIANEUN

Beto-Hilton udah pasti jadi ancaman, jelas kudu waspada kepada pergerakan si Hilton Moreira, iyah si Hilton yang mantan Persib tea. Bagaimana tidak, dalam dua pertandingan manehna udah nyetak dua gul. Meskipun sudah kolot, fisikna mah masih terjaga, skill olah bolanya juga oke atuh. Dari dua pertandingan sebelumnya Hilton sering dipasang agak katukang jiga free role kitu, pergerakanna bebas, manehna sok rajin mundur katukang jemput bola ke Hyun-koo dan Manda Cingi, terus build up kahareup. Yang perlu diperhatikan pula dari pemain ini adalah  shot-nya dari luar kotak pinalti, doi punya kulaitas tajongan nu endues, tina dua gul yang diciptakannya, dua-duanya doi cetak dari luar kotak pinalti, hiji tina situasi open play hiji deui liwat tajongna bebas.

Beto-Hilton mah tipe pemaen depan nu bosenan cicing ngajentul di hareup ngadagoan bola jiga si niin mantan penyerang WesHem. Duaan ini pasti maen ngacak, mengandalkan kecepatan dan akselerasinya aya bahan mengeksploitasi barisan pertahanan Persib. Bukan Vlado dan Jupe wae nu kudu mengantisipasi, kedua bek sayap oge kudu bener-bener fokus nepi akhir pertandingan. Jangan sampai kelengahan seperti melawan PS TNI terulang lagi.

Selain pemain pemain uzur eta, Persib kudu waspada dengan kekuatan pemain ngora SFC, Jika dibandingkan dengan Persib, kekuatan pemain u-23 Sriwijaya boleh dibilang  saeutik lebih unggul, nama-nama seperti Zalnando, Teja Pakualam, Yanto Basna, Maldini Pali, Hendra Sandi, dan Ichsan Kurniawan merupakan pemain pemain ngora yang perlu diperhitungkan. walaupun usianya masih dibawah 23 tapi udah lumayan berpengalaman atuh dibandingkeun dengan Henhen, Baastih atau Angga mah, siapapun pemain yang diturunkan untuk memenuhi regulasi u-23 sigana moal mengurangi kekuatan Sriwijaya. Pada pekan pertama, Osvaldo Lessa menurunkan lima pemain u-23, yaitu Teja, Basna, Zalnando, Maldini Pali dan Manda Cingi. BTW, Manda Cingi ieu sahana Manda Jempo jeung Manda Curu, sih? Selain Maldini Pali yang digantikan pada awal babak kedua, keempat pemain u-23 lainnya main full 90 meint. Pada pekan kedua malah 6 pemain u-23 nu jadi pemain inti; Teja, Basna, Manda Cingi, Hendra Sandi, Indra Permana jeung Slamet Budiono.

 

Salam, [guh,fah/xuk]