Adieu Bang Jupe

Bila perpisahan memang berakhir menyenangkan, tentu akan banyak orang menyukai perpisahan. Namun sebaik apapun perpisahan, tentu akan terasa sakit, luka dan sedih akan datang menyapa. Malam itu di GBLA, usai kewadulan permainan Persib melawan PSM di lanjutan pilpres 2018, hati ini terhenyak. Melihat dirimu akhirnya berpamitan kepada kami di ruang konpers GBLA.

Sulit diterima oleh akal dan hati ini, saat kata-kata perpisahan meluncur dari mulutmu. Kamu memutuskan bermain di Malaysia untuk menapaki karir dan tantangan baru dalam hidupmu. Keputusan sulit yang memang harus kami terima. Dan kami pun tahu keputusan hijrah ke Negeri Jiran pun adalah keputusan sulit bagi kamu.

Datang secara diam-diam pada akhir medio 2013 Jupe, sapaan Bang Achmad Jufriyanto secara perlahan mengalihkan fokus khalayak pecinta Persib kepada jajaran barisan pertahanan skuad Persib saat itu. Dengan tidak diperpanjangnya Abanda Herman serta Maman Durehmen yang bertindak sebagai kepten kala itu sosok Jupe dianggap ideal untuk menggantikan keduanya. Selain postur, kemampuannya bermain multifungsi sebagai DM juga menjadi nilai lebih dibandingkan duet bek sebelumnya yang hadeuh banget. Belum lagi segudang pengalaman sejak junior, pemain Tangerang ini merasakan pahit getir di Arewa, Pelita Jaya hingga Persijatim Sriwijaya FC.

Ahmad Jufriyanto, pahlawan dari satu malam penuh magis di Jakabaring, pemimpin yang bisa mempertanggungjawabkan ban kapten yang melingkar di lengan, kawan yang sedia berbagi kisah dan mendengarkan keluhan fans nya. Pergi untuk kedua kalinya setelah yang pertama saat memutuskan hijrah ke Sriwijaya pada liga kopi. Setiap kali kita berpisah selalu meninggalkan rasa sedih yang lebih dalam dibanding berikutnya. Tapi seperti kata pepatah, kalau jodoh tak lari dikejar. Semoga seperti perpisahan sebelumnya, kali ini pun kamu dapat segera kembali.

Kamu mengungkapkan bahwa di Bandung di kota ini akan ada selalu kenangan indah yang selalu kamu kenang. Momen juara ISL 2014 dan juara Piala Presiden 2015. Sama seperti kamu, momen itu selalu terekam dalam kenangan kami. Kami masih ingat, momen itu di Jakabaring, dirimu berjalan, meletakan bola, dan kemudian menendang dari titik putih untuk menetukan gelar juara yang telah kami dan ribuan bobotoh nantikan. Tidak lupa pula tendangan bebas kerasmu yang membuka keunggulan Maung Bandung saat di Gelora Bung Karno menghadapi Sriwijaya FC.

Ada masanya ketika semua terasa indah, Persib bermain dengan baik, menang, kemudian juara. Kita makan Cuanki di Serayu, Bakso Mandep, dirimu berbagi kisah dan nasehat untuk kami, mengapresiasi karya kami dengan membaca laporan pandangan mata di setiap pertandingan, menerima kritik untuk kemudian menjawabnya dengan permainan di lapangan. Pada suatu ketika kami pernah menulis LPM dengan sub judul Jufriyanto Jeprut karena permainan yang buruk, kau jawab dengan penampilan yang lugas di pertandingan berikutnya.

Awal musim ini sebenernya kami sudah optimis. Kehadiran pelatih anyar serta bertahannya dirimu ditambah dua pemain anyar di lini belakang akan mempertangguh skuad ini. Setidaknya walau lini tengah dan lini serang tidak bisa memberi harapan akan perbaikan, lini belakang bisa lebih kokoh dibanding tahun-tahun yang lalu. Tapi takdir berkata lain dan akhirnya kamu tidak berjodoh dengan Maung Bandung di musim ini. Suatu kehilangan besar bagi kami, Persib, dan ribuan bobotoh yang kadung cinta akan permainan serta sikampmu.

Hubungan makhluk Tuhan sedang diuji dalam kisah cinta panjang nan mengharukan ini. Qodarullah ujarnya, ini takdir yang sesungguhnya tidak saya duga dan harus diterima lapang dada oleh semua. Ibarat hubungan yang sedang dalam keadaan break semoga saja dia yang hilang itu akan kembali datang yang pernah ada. Dan segudang pengalaman yang dibawanya dari negeri Jiran. Semoga saja, karena menurut sayyidina Ali; “Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan hidup dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia”.

Terima kasih atas dedikasimu serta momen-momen indah yang kamu berikan untuk kami Bang Jupe. Semoga sukses dan lancar karirmu di Negeri Jiran. Jika memang akhirnya dimasa akan datang ada kesempatan untuk pulang, pulang lah bang Jupe ke Kota Bandung, karena kami, Persib dan cuanki serayu pasti akan merindukanmu.

 

Salam, [Jay, Dit / Bus, Omz]