Back to Basic

laporan

Pertandingan kedua Persib menghadapi Perseba Borneo FC di Piala Bhayangkara menunjukan Persib yang tidak seperti biasanya di era Dejan Antonic. Terjadi beberapa perubahan penting pada susunan pemaen inti 11 orang.

Di lini belakang terjadi perubahan yang sangat berharga, Vlado berduet dengan Purwaka Yudi di jantung pertahanan. Posisi bek kanan sebelumnya bergantian diisi Dias dan Agung, keduanya ternyata tidak bisa menunjukkan permainan yang joss, diganti oleh wonderkid asal Papua, Yanto Basna.

Lini tengah juga mendapat beberapa perubahan. Poros ganda Persib diserahkan kepada 2 pemain senior yang sudah 3 tahun maen bareng, Bos Opik dan Mas Har. Peran gelandang serang diberikan kepada Kim Jefri. Cak Sul menggantikan Tantan bermain di sayap kanan.

Poros Ganda adalah Konci

Ungkapan back to basic jigana seutik cocok buat menggambarkan permainan Persib semalam. Kontra klub yang kini memiliki direktur teknik Iwan “si mulut besar” Setiawan, pelatih Basri Babusalam dan asisten Jaino Matos, Persib membuktikan kelasnya.

Awal babak pertama sih Persib masih mirip dengan pertandingan sebelumnya terutama soal membuang peluang mencetak gul. Beberapa peluang yang hampir menjadi gol gagal dikonversi. Poros ganda yang diisi oleh dua jagoan class of 2014, Mas Har dan Bos Opik, membuat bola langsung ke depan tidak sebanyak kamari-kamari. Pola serangan yang semula abeng-abengan ka hareup, atau sakapeung Toncip ke Atep tuluy gulak gilek teu puguh malam tadi tidak terlihat. Penguasaan bola banyak dimainkan di area sepertiga lapang Persib.

Bos Taufiq lah yang menjadi pembeda pada pertandingan kali ini. Si Obos begitu aktif meminta bola dari bek kemudian dialirkan lagi ke depan. Gak banyak bawa bola, operan-operannya juga enak dilihat, mampu menerima bola dari bek dan memberikan kepada Kim Jefri di posisi yang lebih maju. Possession ball Bos Opik jeung Mas Har enjoy pisan, aliran bola dinamis. Build up serangan seringkali merupakan kombinasi ti Toncip ke Bos Opik, Mas Har lanjut disodorkeun ke sayap, dan didinya el problemo datang. Sudahlah, sudah menjadi rahasia umum saha-sahana mah.

Mash Har saking enjoyna bisa bikin satu percobaan mencetak gol yang endeus. Dari jarak sekitar 30 meter Mas Har najong bal langsung ka gawang dan aaahh ipis lur! Sebuah tendangan hasil kerjasama umpan silang Bos Opik yang dipantulkeun Mang Belencoso. Padahal mun asup eta bakal jadi gol nu bersejarah keur manehna jeung Persib.

Hanya saja di babak pertama penempatan posisi Mas Har dan Bos Opik terlalu sering sajajar, terutama saat menerima bola dari Toncip. Gerakan statis ini membuat lini tengah pbfc lebih mudah membendung serangan dari second line Persib. Di Babak kedua posisi Mas Har dan Bos Opik ada peningkatan menjadi lebih dinamis. Pas bola di Toncip atau Kim, salah sahiji daek muka ruang tara sajajar deui, dan itulah yang membuat sayap pbfc ketarik bergeser dan membuat pergerakan Samsul dan Lord rada lebih barebas ke area pertahanan pbfc.

Saat bertahan Mas Har dan Bos Opik menunjukan panampilan yang apik, keduanya berhasil memfilter serangan pbfc. Risky Pora dan Sandi Darma Sute kerap kali kesulitan menembus rapatnya lini tengah Persib, meskipun tubuhnya mungil Bos Opik piawai merebut bola dan mengonversinya menjadi serangan balik bagi Persib.

Komunikasi antar pemain jalan dan minim kesalahan dibanding pertandingan sebelumnya mah. Jelas tambahan pemaen senior di lini tengah menjadi kunci, biasanya kacirina mah Kim dan Rahmad rada kurang ngatur lini tengah, ketika Bos Opik maen koordinasi lini tengah lebih apik karena ada tambahan sesepuh selain Mas Har dan Toncip yang memberi komando.

Intina permainan tadi rada back to basic, inget jaman beberapa tahun yang lalu (kusabab menyebut nama mantan adalah tabu) loba penguasaan bola, maen kalem, cuman bedana aliran bola dulu pasti ka sayap langsung, tadi mah sedikit di bangun merayap ku kabeh pamaen, dari belakang, DM nepi Mang Encos di depan pun gerak mencari ruang, rada enakeun lah pokona. Memang bisa jadi kombinasi poros ganda terbaik Persib adalah duet senior ieu.

Kembali Kokoh

Bisa dibilang salah satu faktor kunci kemenangan Persib semalam adalah kokohnya lini pertahanan. Yanto yang diplot sebagai fullback kanan bermain wanieun dalam menahan serbuan pemaen sayap pbfc. Sepanjang pertandingan Yanto berhasil mengawal sektor kanan bebas ancaman. Total di babak pertama hanya 3 kali saja pbfc melepaskan umpan silang dari area kanan pertahanan Persib, 2 diantaranya gagal berbuah peluang karena berhasil diintersep oleh pemain yang sempat membela timnas u-19 ini. Satu-satu nya umpan silang yang masuk ke dalam area pinalti berasal dari long ball di pangkal sepertiga area pertahanan Persib.

Kokoh dalam bertahan, Yanto rada teu karasa saat membantu penyerangan. Mungkin karena memang aslina dia mah bek tengah. Hanya sakali bisa diinget ketika dia drible maju terus najong jarak jauh yang melenceng ke sisi kiri gawang Galih.

Sementara duet bek tengah, Vlado – Purwaka bermain tak kalah apiknya dengan Yanto. Dibanding dengan The Angry Her, Cak pur memang kerasa kelasnya jauh berada diatas, lini pertahanan terlihat lebih terorganisir. Buktinya lihat bagaimana sulitnya pemain pbfc menyentuh kotak pinalti Persib.

Klub asal Madura Borneo itu lebih sering mengeksploitasi sisi kiri pertahan Persib yang dikawal oleh Toncip, karena pemain asal Surabaya tersebut kerapkali meninggalkan pos nya untuk membantu penyerangan. Beberapa kali umpan silang diangkat dari sisi kiri masuk ke dalam kotak pinalti tapi selalu bisa dimentahkan oleh Cak Pur atau Vlado. Serangan pbfc di babak pertama hanya sebatas itu, tidak ada satu shoot pun yang mengancam gawang Bli Made, krosing weh haben.

Kordinasi lini belakang kali ini lebih enak dilhat senggaknya ga kocar kacir seperti saat duet Vlado – Angry Her maen. Vlado pun dengan nyaman beberapa kali memberikan bola ke Cak Pur, begitupun sebaliknya, jarang sekali dihabengkeun ka hareup jiga basa mangkukna tea.

Rasa pesimis ada sedikit muncul ketika vlado diusir, kapten mana kapten?? Terlalu kalem kamu Lord! Untungna Leo Jurig Ateul Tupamahu juga terkena kartu merah. Wasit goblog kenapa si Leo gak langsung dikartu atuhda anying teh!

Vlado maen rada galak, kaciri pisan manehna mbung eleh deui. Doi dikartu koneng kadua saat protes ka wasit atas pelanggaran Tupamahau ka Belencoso. Tapi angger 20 menitan pasca Vlado out, pertahanan Persib masih nagen bahkan Persib tetap mempertahankan pola 3 bek sampai 15 menit terakhir pertandingan. Eta si trio anyaran maen bareng; Yanto, Toncip, Purwaka rapih pisan, disiplin, stabil teu panik. Emang bakat mah moal bisa nipu, ada skill ada ketenangan, teu butuh favoritisme ti pelatih untuk maen hade. Hanya ada 1 tendangan melenceng ka gawang Persib ti PBFC setelah Vlado diusir. Pepito Sanusi anu jiga Gomis sakalipun teu wasa nyanghareupan triumvirat dadakan Persib eta.

Bos Opik juga memiliki andil besar bagi pertahanan Persib saat pertandingan menjadi 10 lawan 10. Pengambilan posisi Bos Opik membuat defend Persib tidak pernah kekurangan orang. Ketika di serang, Bos Opik mundur sejajar dengan Basna-Cak Pur memberikan tugas ngudag bola kepada Mas Har. Ketika menyerang taufiq kembali naik mengisi lini tengah, meninggalkan pertahanan menjadi trio bek deui.

Cak Sul Idola Baruku

Terkait penyerangan, Kim mengisi posisi no.10, peran baru pisan keur si eta, loba nukangan gawang lawan di posisi nu hareup pisan, dan walhasil maenna rada bingung. Kim selama babak pertama ngan 2 kali bikin kreasi serangan, ngalirkeun bola ka Lord di sayap dan umpan terobosan ka Belencoso berikut gagal duanana. Percobaan Kim pas menit sabarahanya eta pasca waterbreak, sebenerna merupakan pergerakan sehari-hari manehna nu sering muncul ti lini kedua buat najong bola cut back.

Atribut yang dimiliki Kim nyatanya belum bisa menjadikan dirinya sebagai poros serangan Persib, kerapkali ia gagal menguasi bola dan mendistribusikan bola dengan baik, kartu kuning pertama yang didapat Vlado berawal dari lepasnya penguasaan bola Kim, yang sialnya gagal dicover oleh Mas Har yang duel setengah hate dengan Pora, sehingga Rizky Pora langsung berhadapan 1on1 dengan Vlado.

Babak pertama terlepas dari peran Kim, ada sosok Samsul yang super lingas. Cak Sul melepaskan 4 percobaan dengan 3 mengarah ka gawang. Hasil pergerakan anu lingas jeung daek gawe ripuh duel jeung Tupamahu plus Hisyam. Beberapa kali Cak Sul bisa membawa bola di dalam kotak pinalti lawan, bahaya banget karena selain lingas, sudah terbukti jaminan mutu di klub sebelumnya pergerakan seperti ini 99% menghasilkan tendangan pinalti.

Gol Persib terjadi melalui solo run dari tengah lapang oleh Tantan. Permaenan model begini sebenernya yang disukai Tantan, mawa bola ti tengah keneh. Bola lalu diumpan kepada Mang Encos yang bergerak tanpa terperhatoskan dari gigir ke tengah. Mang Encos kemudian ngoper ke Cak Sul. Cak sul dengan ciri khas khasnya setiap di dalam kotak penalti, memencet kotak + X, ketipeng lah beberapa bek pbfc tersebut. Diakhiri dengan tendangan yang ngebebes lewat tiang deket. Hade eta gul!

@dit @omz @xuk

follow kami di twitter @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya