Bincang-Bincang Performa Klubs ISC Setelah 5 Kali Maen

kesibukan hingga week 5

Sudah 5 pertandingan yah ISC berjalan, asa karek kamari Persib juara di GBK, teu karasa geus jadi butut deui wae maennya euy. Well, sejauh ini Persib masih kesulitan membobol gawang lawan, tapi termasuk yang paling bersih gawangnya dengan cuma kebobolan 2 kali.

Grafik di atas menunjukkan rata-rata satu kesebelasan melakukan tendangan tepat ke gawang lawan (sumbu X/ garis nu nyangigir) dan rata-rata lawan melakukan tendangan ke gawang sendiri (sumbu Y/garis nu ka luhur) dari 5 pekan yang sudah dilalui ISC. 17 tim minus Perseru nu datana poeks. Btw, eta datana diambil dari website resmi ISC. 

[updated] Cara membaca grafik di atas adalah sebagai berikut:

Tiap titik kesebelasan mewakili koordinat X dan Y. X itu rata-rata tim melakukan shoot on target ke gawang lawan. Y itu rata-rata tim di-shoot on target oleh lawannnya. jadi, ambil contoh Arema, titik Arema berada di koordinat (4, 2.2) artinya Arema rata-rata melakukan 4 shoot on target ke gawang lawan per pertandingan, dan menerima 2.2 shoot on target oleh lawan ke gawang Kurnia Meiga.

Apakah itu bagus? jika dibandingkan dengan rata-rata liga, kinerja Arema itu termasuk yang paling bagus. Tiap kali maen, lawan kesulitan melakukan shoot ke gawang Meiga, sedangkan Gonzales, Sunarto dan Lopicic dengan enjoy lebih sering melakukan shoot yang tepat ke gawang lawan dibandingkan Belencoso dkk, Naibaho dkk, Ferdinand Sinaga dkk.

Kenapa sering melakukan shoot on target itu bagus? karena cuma shoot on target yang bisa menghasilkan gul. Najong kamana wae tidak akan menghasilkan gul. Vice versa, terlalu banyak menerima shoot on target dari lawan membuat resiko kebobolan semakin bsar dan bisa jadi itu menunjukkan bahwa bek anda lemah booooss!

Mitra Kukar memiliki titik koordinat (5,4) rata-rata melakukan 5 shoot on target per game dan menerima 4 shoot on target dari lawan. Kiper Kukar, Shahar Ginanjar Ganteng (kenapa kiper loba nu ganteng ya?) sibuk terus tiap kali maen. 4 shoot on target per game itu bisa nyieun nyeri awak loh. Gugulitikan kaditu kadieu.

Di sisi lain lapangan, Marlon da Silva gak kalah sibuk dengan Shahar. Mereka rajin melakukan percobaan mencetak gul. Tanpa melihat faktor lain dengan lebih detil, bisa disimpulkan lini tengah Kukar kreatif dalam menyerang tapi lemah dalam bertahan, membuat bek-bek menanggung beban lebih besar untuk membendung proses serangan. Arthur Cunha dan Saefulloh Maulana jigana masih kurang kompak dalam hal menjaga biar Shahar bisa santai. 2 lawan terakhir, SFC dan Arema tampaknya yang bikin rata-rata shoot on target ke gawang Shahar meningkat.

4 kuadran

Grafik di atas dibagi menjadi 4 kuadran atau 4 area lah meh gampang mah. Garis putus-putus untuk membagi area-area itu adalah nilai tengah kinerja tim di liga. Area kiri atas adalah yang paling butut menurut standar maen bola untuk mencari kemenangan, karena tim-tim yang titik koordinatnya di situ berarti sedikit sekali melakukan usaha mencetak gul dan rivuh digempur lawan.

Area kiri bawah adalah tim yang memiliki penyerangan butut tapi pertahanannnya kokoh. Biasanya ini tim yang hese meunang oge sih. Tim-tim di sini koordinatnya menujukkan mereka jarang menerima tendangan berbahaya dari lawan dan jarang juga menendang tepat ke gawang. Jika dua tim di area ini bertemu, insya alloh bola bakal papuket di lini tengah dan bikin tunduh. contohna jiga pas pbfc lawan persib. Kalo di liat, 3 lawan yang sudah persib hadapi ada disini, pantesan weh lalajo persib nyieun tunduh.

Area kanan atas adalah untuk tim-tim yang hobi menyerang bodo amat dengan pertahanan, selama masih aya kiper mah mari menyerang. Yang menarik dari tim di area ini adalah SFC, mereka rajin mencoba mencetak gul dan cukup rajin menerima tendangan dari lawan, tapi Teja Paku Alam baru kegolan sekali. Ganteeeng!

Kanan bawah sih area terbaik. Eusina arema hungkul. jago emang euy si Milo. Rajin menyerang sampai lawan kesulitan melakukan serangan. pertahanan terbaik adalah menyerang senah mah.

The Best and The Worst

Titik tengah liga adalah 3.4 tendangan per pertandingan dan 3,6 ditendang per pertandingan.

Kesebelasan-kesebelesan yang ekstrim (tidak begitu ekstrim juga sih jarakna) contohnya PS TNI. Tentara bermain bola ieu bek-bek na jigana loba teuing hulang huleng melamun. Tiap kali maen, lawan rata-rata melakukan 5.2 shoot on goal ke gawang PS Tentara. Bandingkan dengan Arema yang punya duet Gancev – Hamka yang dilindungi Maitimo – Hendra Sis, rata-rata cuma 2.2 shoot on goal ke gawang mereka. Maen 90 menit, ngan 2 tajongan yang tepat ka gawang si ganteng Meiga. Keprok daks!

Urusan menyerang, Bhayangkara dan Mitra Kukar paling rajin menebar ancaman. Teu kagok, 5 shoot on goal per pertandingan. Bhay Bhay Yunaitid tapina ngan bisa bikin 3 gul, buang-buang peluang terus. Sedangkan Kukar dengan 7 gul emang jadi peringkat 2 urusan ngegulin di bawah Arema dan Semen Padang.

Paling butut mengancam lawan ternyata Perjisa dengan cuma 2.2 shoot on gol per pertandingan. Hanya 2 tendangan tepat ke gawang dari 90 menit maen, jigana najong sakumaha kanyut kabeh euy. Kamarana wae nya penyerangna? Tapi mereka bisa bikin 4 gul (penalti 1) selevel dengan Persib. Dilandasi oleh faktor emosional bukan saintifik, kesimpulanna adalah Perjisa mah hoki. hahaha.

Mediocre Persib

Persib mah rata-rata air. Tiap maen, 3.4 kali melakukan shoot on goal dan 3 kali dishoot on goal. Pertahanan Persib memang salah satu yang paling kokoh, dengan jarang menerima tendangan yang mengancam jiwa, tapi pencapaian ini sama juga dengan 3 tim lainnya, pbfc-psm-persipura. Barisan penyerangan Persib justru nu keliatan medioker pisan mah. Ada banyak kesebelasan yang melakukan percobaan mencetak gul jauh lebih banyak dan lebih bahaya daripada Persib.

gol - bobol 5 game 8 besar

Dibandingkan dengan 8 besar lainnya, gol Persib jauh di bawah rata-rata 8 besar. Bobolnya nomer 2 terbaik di bawah sfc, tapi ada 5 kesebelasan termasuk Persib yang kebobolannya di bawah rata-rata. Rata-rata 8 besar eta rusak ku Madura nu dibantai 5-0 ku SFC sih.

Setelah 5 pekan, Persibnya Dejan mah medioker. Tidak menonjol, tidak istimewa. Semoga seiring berjalannya waktu, pertahanan Persib tetap konsisten kokoh dan barisan penyerangnya semakin kreatif dan tajam mencetak gul. Aamiin.

Sampai jumpa lagi.

follow kami di twitter @stdsiliwangi

 

p.s. artikel ini tidak menerangkan sisi taktikal dari grafik di atas. kusabab kami hoream nulisna, bakal panjang pisan. sedangkan untuk penjelasan mengapa Persib bisa mendapatkan hasil kokoh bertahan butut menyerang di 5 game awal, mungkin nanti bakal ada pembahasannya di kolom ngadu bako.

p.s.s. artikel ini sudah diupdate dengan bagaimana cara membaca grafiknya dan beberapa contoh menarik kesimpulan untuk beberapa tim. sisanya mah terserah anda weh menarik kesimpulannya. hehehe.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart