Bukan Sekedar Jumlah Hari Latihan

stadion siliwangiBeberapa pandit sepakbola lokal menuduh kurangnya masa persiapan sebagai biang kegagalan Persib di Piala Jendral Sudirman. Well, secara rata-rata jumlah hari persiapan yang biasa dilakukan oleh Persib, 13 hari waktu yang digunakan Djanur untuk mempersiapkan tim menjelang Piala Jendral Sudirman memang jauh dibawah rata-rata masa persiapan Persib.

Tapi, jika kita buka mata lebih lebar dan memasukan beberapa perbandingan, angka 13 hari tersebut menjadi kurang relevan bila disebut sebagai masa persiapan yang kurang. Masa persiapan Persib untuk menjalani Piala Presiden adalah 30 hari. Jeda antara hari terakhir Persib di piala presiden dan hari pertama Persib di Piala Jendral Sudirman hanyalah 28 hari. Seharusnya, masa persiapan Persib untuk Piala Jendral Sudirman dihitung dari hari perdana latihan menjelang Piala Presiden. Hasilnya adalah 104 hari termasuk libur latihan.

tabel masa persiapan persib

Hitungan yang sama berlaku saat menjalani turnamen-turnamen di awal tahun 2015. Latihan perdana Persib tahun ini adalah 2 desember 2014, namun kepotong umroh dan kumpul-kumpul pemaen asing, jadinya tanggal yang lebih aktual adalah 23 desember 2014. Turnamen pertama adalah Piala Walkot Padang yang dimulai 4 januari 2015, jadi masa persiapan Persib untuk kejuaraan itu hanya 12 hari. Persib juara pada akhirnya.

Setelah turnamen walikota Padang, kejuaraan berikutnya adalah kualifikasi 2 ACL. Diantara kedua turnamen itu ada Final Basi IIC 2014. Jarak antara kualifikasi 2 ACL dan latihan perdana adalah 49 hari. Persib dibantai oleh Hanoi T&T. Persib kemudian maen di AFC Cup, karena liga belum ada, jadi kesinambungan pertandigan Persib hanyalah dari turnamen ke turnamen. Jarak antara latihan perdana dan AFC Cup Group stage adalah 64 hari. Persib akhirnya berhasil menjadi juara Grup dan lolos ke babak 16 besar.

Karena tidak ada liga, ada jeda selama 14 hari tanpa bermain untuk persib dari pertandingan terakhir babak grup ke pertandingan sistem gugur. Sempat libur 3 hari, ada masa 10 hari dari latihan perdana menjelang 16 besar AFC Cup sampai ke hari H melawan kitchee. Jika dihitung dari latihan perdana 23 desember 2014, karena turnamennya berkesinambungan, maka ada 155 hari (termasuk libur) masa persiapan melawan Kitchee FC. Toh kita tetap kalah.

Komparasi

Mari kita bandingkan dengan klub lain. Sriwijaya FC, lawan kita di Final Piala Presiden, hanya berlatih selama 15 hari sebelum pertandingan pertama Piala Presiden mereka. Dua semifinalis, Arema dan Mitra Kukar, masing-masing memiliki masa persiapan selama 26 dan 14 hari, berurutan. Catatan untuk Arema karena mereka sempat ikut turnamen tarkam kecil-kecilan sebelum mulai latihan lagi untuk Piala Presiden.

komparasi masa latihan

Kalau kita tidak menghitung masa latihan yang bekesinambungan antara piala presiden dan piala jendral sudirman, lawan-lawan Persib di Grup C piala Presiden memiliki masa persiapan yang tak beda jauh. Surabaya United berlatih selama 15 hari, Persela 18 hari, pbfc 16 hari.

Lebih edan adalah PS TNI yang menjadi juara grup. Hingga tanggal 7 November 2015 skuad mereka masih belum pasti dan belum diumumkan ke publik, padahal mereka main perdana tanggal 15 november. Tanggal 14 November, sehari sebelum pertandingan PS TNI baru tiba di sidoarjo. Setidaknya masa latihan mereka cuma seminggu!

Oke, untuk kasus PS TNI ini dibilang mereka sudah latihan bersama sejak PSMS ikut, dan juara, Piala Kemerdekaan. Kalau standarnya begitu, maka Persib juga harus dihitung mulai berlatih dari masa persiapan Piala Presiden. Padahal jeda antara Piala Kemerdekaan dan Piala Jendral Sudirman lebih banyak dibandingkan jeda antara Piala Presiden ke Piala Jendral Sudirman.

Faktor-Faktor Lain

Faktor jumlah hari latihan bukanlah faktor tunggal ataupun yang utama dalam kegagalan Persib di PJS. Melihat catatan Persib ke belakang, faktor-faktor yang bikin Persib lapur di PJS hanyalah beberapa tapi bikin pabaliut kusut.

Pertama soal motivasi. Melawan Arema di Final IIC, masa persiapannya mencapai 40 hari sejak hari perdana latihan. Tapi karena geus hoream nanaonan maen serius di kejuaraan basi, Persib bisa kalah dari Arema. Kehilangan motivasi yang sama terasa di PJS, walau bukan karena pialana basi.

Soal non teknis administrasi juga bisa dibabawa. Melawan Hanoi di kualifikasi 2 ACL, masa persiapan bisa dibilang ideal, ketiadaan penyerang tengah sudah bisa diantisipasi karena masa persiapannya cukup. Eh, ontohod moyan masalah non teknis administrasi jadi pamaeh. Di PJS, soal administrasi kontrak dengan pemaen yang mengemuka. Hoream ngabahasna deui, tapi geus pada apal kan yah. Mun can apal buka weh berita persib dimamana.

di PJS ini Persib kehilangan beberapa pemain kunci. Sebenerna urusan mengantisipasi kehilangan pemain kunci dan memodifikasi taktik, Djanur jago. Untuk menghadapi kualifikasi grup AFC Cup, sejak masa pendaftaran pemain Djanur tahu dia tidak akan bisa pake taktik utama Persib karena teu boga penyerang tengah jangkung badag, dan taktik B juga rada hariwang karena Ferdinand Sinaga caw. Tapi ternyata, dengan masa persiapan yang cukup Djanur bisa bawa kita juara grup di AFC Cup kan.

Lain cerita di PJS, jeda antara kepastian kehilangan Vlado dan Ridwan hanya beberapa hari sebelum kick off perdana. Tanggal 7 November 2015 Zulham cedera, padahal itu cuma seminggu dari pertandingan pertama lawan Persela. Kurang dari seminggu waktu yang dimiliki Djanur untuk mikir dan ngalatih taktik modifikasi. Kusabab pemaen tak kunjung komplit, wassalam.

Kalau misalkan setidaknya 30 hari waktu buat Djanur, jigana mah bisa persiapkeun taktik untuk lolos grup mah walau pemaen saaya-aya. Atau sebaliknya, kajeun persiapan ngan 13 poe, tapi pemaen komplit kabeh jiga pas piala walkot padang, bisa juara.

Motivasi juara leungit. Pemaen andalana leungit. Dokumen kontrak antar (beberapa) pemaen dan PT. PBB bermasalah. Lain saukur ku kurang-kurang teuing waktu persiapan.

Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Geura Cageur SIB! Eleh sakali, meunang dua kali.

Sampai jumpa lagi.

@bus

follow kami di twitter @stdsiliwangi

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart