Butut Sib!

 

laporan pandangan mata header

Walau tahu harus maen 2 kali dalam 3 hari, Dejan kekeuh pengen Persib maen ngepress terus. Hasilnya, dengan suku yang bareurat pressing Persib tidak terlalu efektif. Hampir semua pemaen Persib maen butut sejak babak pertama.

Kata Coach Dejan:

“Kita main sama baik. Mungkin kalau minggu kemarin kita ga main sama mereka (Bali United) beda pertandingan hari ini”

Kumaha pipikiranna eta pelatih bisa menilai maen kamari sama baiknya dengan minggu lalu? Di Siliwangi pressing Persib joss pisan sampai Bali teu bisa ngembangkeun permaenan. Long pass terus ke bagian depan, yang semuanya bisa diamankan oleh Vlado. Kamari peuting, lini tengah Bali dengan enjoynya menyusun serangan berporos pada Fadil. Fadil bisa santay kirim bola ke kiri dan kanan. Jelas tidak ada instruksi dari Dejan kepada Mas Har atau Kim buat maehan si Fadil. Padahal, sejak di Siliwangi Fadil ini sudah menyimpan bahaya laten untuk pertahanan Persib.

Skema Serangan Amburadul

Dejan memilih memaenkan Samsul duluan tibatan Prince Yandi. Hasilnya 3 striker Persib kabeh pemaen sayap. Masalah muncul bukan dari 3 penyerang Persib, tapi dari Rahmad yang maen di posisi geladang serang. Rahmad seperti biasa loba teuing ngagoreng, beberapa sampe tutung. Timing pemberian bola Rahmad kacau, tidak ada peluang yang dihasilkan ketika Rahmad membawa bola. Rahmad naif mere bolana dipaskeun wae ka suku para penyerang, padahal Tantan dan Samsul mah lebih seneng yang bisa lulumpatan ngudag bola.

Kalau Djanur sih tahu, Tantan itu tipe pemaen yang hayang dribble lumpat mawa bola heula karek daek najong. Selain itu Tantan tipikal jelema yang heuras genggerong, lebih baik ikutin dia hayangna kumaha biar bisa menarik semua kemampuan yang dipunya Tantan tibatan nitah Mang Tantan maen lebih mikir. Makanya, dulu Djanur lebih memilih Bang Ferdinand atau Prince Yandi sebagai penyerang tengah.

Dejan memilih menugaskan Tantan di tengah dengan instruksi bertukar posisi dengan Samsul dan Atep sesekali. Lord Atep maen mah sakumaha manehna, dia banyak menghabiskan waktu menyisir sisi kanan berkombinasi dengan Kim dan Dias. Tantan dan Samsul, sebagai yang baru maen bareng dalam 3 hari terakhir jelas hupir pertukaran posisinya. Selain bikin lini depan tidak ada yang masuk ke kotak penalti untuk menjadi target operan Rahmad, posisi defend Toncip juga jadi hupir pisan karena tiada yang mantuan.

Hamdalah, semuanya berubah menjadi lebih baik setelah water break. Dejan menunjukkan kapasitasnya sebagai pemegang sabuk kepelatihan UEFA Pro dengan merespon permainan butut para penyerangnya.

Setelah nginum cai, operan Persib di area pertahanan Bali jadi bola daerah semua. Tantan dan Samsul gembira bisa lumpat lagi. Trio Atep – Samsul – Tantan juga bergantian jadi penyerang tengah. Pertama Samsul. Samsul gagal, gantian euy ceuk si Tantan teh. Lalu Tantan ke tengah Samsul ke kiri. Tantan gagal oge akhirnya Lord Atep yang turun tangan. Sebuah umpan terobosan dari Kim bisa diselesaikan Lord Atep, cium badge, cium kamera. Apa Atep tidak tahu, kalau leheund yang suka cium kamera abis ngegolin akhirnya dibuang klubnya ke liga amerika. Mungkin Atep mau ke liga timor leste? Hahaha.

Lain Serangan Lain Pertahanan

Di babak kedua, Indra Sjafri yang lebih bisa merespon situasi. Indra memasukan pemaen-pemaen yang fresh dan bisa lumpat bagong semacem Ilham Udin. Indra tau itu Dias sudah halabhab terus raraynya, sudah tidak akan kuat untuk sekadar moro nu pegat. Vlado sebagai back up Dias di sisi kanan juga maen butut. Vlado seperti banyak pikiran. Ilham beberapa kali ngabuburak sisi kanan pertahanan Persib.

Di lain pihak, Dejan masih saja ngantep Toncip bertahan sendirian tanpa ada bantuan dari pemaen sayap di depannya. Mas Har mungkin dititah untuk membantu Toncip, tapi Mas Har sendiri hupir menahan Fadil dan Syakir Sulaiman. Area Mas Har dan Kim selalu kekurangan orang menahan serangan Bali. Rahmad geus beak bengsin untuk bisa maju mundur.

Dejan pada akhinya mengganti Dias dengan Agung. Well, Agung tidak berhasil juga sih membuat si Ilham jadi cicingeun. Ilham tetep motah, Agung tetep ya gitu deh. David Laly masuk mengganti Rahmad, Bos Opik masuk mengganti Prince Yandi yang cedera yang sebelumnya menggantikan Samsul. Pola bringka pun kembali dimaenkan.

Kehilangan poin ini andil besarnya juga dari error Bli Made yang gagal mengantisipasi sepak pojok. Padahal posisinya waktu itu Made sendirian tanpa ada pressure dari pemaen Bali sama sekali. Kentara bahwa sebelum gol, niat Made adalah memetik umpan sepak pojok itu, tapi teuing karagok teuing poeks, Made gagal menangkap dan bola ngancul ke arah tengah. Kim dan Rahmad gagal duel udara, bola ngancul lagi ke tengah dan Putu Gede bisa mencetak gol yang hade.

Wasit Goblog dan Kapten Koploks

Wasit BIC keliatan amatiran semua. Pergerakannya suka menghalangi pergerakan pemaen dan bola. Keputusannya saralah. Ini gimana sih panpel? Wak Haji geus kudu turun tangan ngepress panpel biar dapet wasit yang mejeuh untuk pertandingan melawan Arewa nanti.

Wasit Solikin cavruk sampai mampus. Sudah saatnya penyelenggara memperhatikan kualitas wasitnya karena kini sudah ada korban dari ketidakbecusan wasit. Anying eta Solikin, batur dituar ti tukang tuurna boro-boro mere pelanggaran atau peringatan permaenan kasar, hare-hare weh.

Sarua anyingna jeung kapten nu ningali baturanna kotka ceurik nahan nyeri hare-hare weh teu menta tanggung jawab ka si Ganjar dan Wasit. Anying! Goblog! Jurig Ateul!

Setelah kepergian Bang Utina, habis sudah pelindung kita. Percuma sateh ngagolkeun Tep, mun teu bisa ngajaga barudak mah. Setelah itu kekoplokan Atep masih berlanjut karena membuang dua peluang gampang di depan gawang. Belegug!

Shock Therapy

Well, walau maen butut dan kehilangan poin, itu semua terjadi di saat yang cocok. Pertandingan kemaren tidak berhadiah juara dan secara matematis Persib masih bisa menjuarai tarkam kali ini.

Dari 3 pertandingan ujicoba Dejan, di pertandingan ini keliatan dengan sangat jentre dimana titik lemah Persib. Di 2 pertandingan sebelumnya, tanda-tanda bahaya untuk Persib sebenarnya sudah muncul, tapi karena hasil akhirnya menang, Dejan seakan terbuai bahwa taktiknya sudah semakin membaik. Padahal taktik kali ini masih banyak lubang dan kelemahan.

Hasil akhir kemaren setidaknya bisa membuat Dejan sadar dan tidak terlalu naif ingin langsung menggeber taktik pressing dari sekarang. Tenaga pemaen masih hariwang, pun kebiasaan lama untuk menunggu serangan lawan juga masih karasa. Kombinasi antara kahayang Dejan dan kabiasaan pemaen lama akan menjadi kunci taktik di pertandingan “Final” Bali Island Cup.

Sekarang Dejan dan Um Vergec dan Pak Yaya kudu putar otak biar bisa mengalahkan Arema. Kalah lawan Arema berarti gagal juara ditambah ceuli bobotoh bakalan ngaheab sama mania-mania seantreo endonesia. Mangga mamam nyanghareupan Bobotoh Coach.

Akhir kata, kita kudu yakin bisa juara. Untuk 2 hari ke depan mah in Dejan we trust weh, setelah itu terserah anda.

Bagi yang ingin voting rating pemaen bisa ikutan di postingan rating pemaen. Sampai jumpa lagi.

@bus

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart