The Second Step

siliwangiRabu, 11 Maret 2015 PERSIB akan menghadapi wakil dari myanmar, ayeyawady fc, dalam lanjutan AFC CUP 2015. PERSIB berangkat dengan membawa kekuatan terbaiknya, termasuk Firman Utina yang baru sembuh dari cedera hamstring. Djanur sengaja meminta Wak Haji agar PERSIB bertolak dari Bandung sejak hari minggu. Berharap kondisi pemain lebih prima saat bertanding dan dapat beradaptasi dengan cuaca panas di myanmar yang panasnya dahsat, leuwih-leuwih ti negara bagian Kopo.

Strategi berangkat lebih dulu ini sangat joss walaupun menghamburkan lebih banyak duit. Belajar dari pengalaman menyakitkan kegagalan adaptasi cuaca di ha noi. Acungan jempol layak diberikan kepada manajemen yang bisa mengakomodir permintaan penting ini. Salah satu keuntungan memilki banyak sponsor. 🙂 (more…)

Continue Reading

Sentuhan Pertama Persib di AFC CUP 2015

feminisme

Sentuhan pertama seorang pemain ketika masuk ke lapangan adalah hal yang penting. Banyak yang percaya sentuhan pertama tersebut akan menentukan permainan selanjutnya. Alhamdulillah, sentuhan pertama persib di AFC Cup lancar jaya.

Petualangan di AFC Cup 2015 diawali dengan kemenangan yang enjoy untuk disaksikan. Menerapkan pola standar 4-2-3-1 Emral Abus menempatkan back four andalan Pardi, Jupe, Vlado, dan Toncip di depan Made. Mempercayakan kembali Hariono untuk berduet bersama Dado sebagai duet gelandang bertahan.  Flank kanan diisi Haji Ridwan dan kiri diisi oleh Lord Atep. Konate ditugaskan untuk fokus menjadi pengatur serangan menyokong Tantan di lini depan.

Di awal pertandingan pemain seakan kurang pemanasan, sehingga banyak melakukan operan-operan panjang teu puguh biar badan bisa lulumpatan dan otot jadi siap. Well, jika di breakdown lagi sebenarnya permainan persib hanya enjoy ditonton di menit 20-45 dan menit 75-90. Saking enjoynya Djanur ongkang-ongkang kaki di pojokan bench membiarkan Wak Haji dan Coach Emral berdiri di technical area. (more…)

Continue Reading

Saat Persib Teu Naek Kelas.

stadion siliwangiSalah Administrasi. Serius!?

Hal terpenting yang didapat PERSIB dari Hanoi adalah kenyataan bahwa kelas PERSIB masih cukup jauh di dunia internasional. Memang pait. Kesalahan administrasi menjadi hal yang paling menyakitkan karena menunjukkan bahwa level PERSIB masih tidak jauh dari amatiran. Bagai tim sepakbola sekolahan, membuat kesalahan menempel foto dalam id card! Hal ini juga menunjukkan bahwa personel manajerial PERSIB belum terbiasa soal urusan seperti ini, kecil namun berdampak besar. Dampaknya bahkan merembet ke urusan teknis permainan, yang mungkin saja bisa mengubah hasil akhir. Mungkin saja PERSIB bisa menang. Secara manajemen klub kita kalah.

Kalah kelas.

Beda kelas juga terlihat dari head to head pemain PERSIB dan Hanoi di lapangan. (more…)

Continue Reading

Konate versus Van Quyet

Ha Noi

Yesterday Afternoon Kid
(tapi mang.. pengalamanna di lepel asia leuwih loba tibatan PERSIB)

Hari selasa tanggal 10 Februari 2015, PERSIB akan bertanding di Vietnam guna memperebutkan tiket play off LCA.  Setelah serangkaian uji coba, kini tim besutan Djanur harus menghadapi ujian sesungguhnya. Tim kuat Hanoi T&T yang akan mengetes taktik (dan keberuntungan) Djanur.

Sepak terjang Hanoi T&T, klub yang bermarkas di Hang Day Stadium ini tentu tidak bisa di pandang sebelah mata. Meskipun baru didirikan pada tahun 2006, namun Hanoi merupakan salah satu kekuatan utama di liga vietnam. Hanoi T&T telah berhasil merengkuh titel juara V.League 1 sebanyak 2 kali, yang pertama pada tahun 2010 dan kedua pada  tahun 2013. Sekali Juara Viatnemese Super Cup tahun 2010. Musim 2014 Hanoi berhasil bercokol di posisi 2 klasemen V.League 1. Terpaut 2 poin dari pemuncak klasmen Becamex Bình Duong.

Menghadapi PERSIB,  Hanoi memiliki 3 keuntungan. (more…)

Continue Reading

Latih Tanding di Jakabaring

feminisme sepakbola rakyat.

Turnamen yang Dipeyeum.

Turnamen pemanasan pra musim 2014, yang sudah dipeyeum selama setahun lebih akhirnya selesai digelar pada Februari 2015. Final teraneh di dunia dan cuma indonesia yg bisa begini. Diluar hasil akhir, ada banyak hal positif yang diperlihatkan Djanur dari pertandingan final iic semalem. Pertandingan ini pun menjadi brometer bagaimana liga akan berlangsung di musim 2015. Semacam trailler untuk taktik Djanur, permainan arema, dan kinerja wasit.

Melawan arema  tadi malam coach Djanur menurunkan line up terbaiknya. kiper dipercayakan pada Made, sementara empat bek sejajar di huni oleh Vlado, Jupe dan di kedua fullback dihuni Pardi dan Toncip. Lini tengah dipasang dua gelandang bertahan sekaligus sebagai double pivot Hariono dan Dado. Konate di posisi yang lebih maju sebagai playmaker. Sisi kanan dan kiri dipercayakan pada Tantan dan Atep yang keduanya aktif bertukar posisi untuk menyokong striker seleksi Maycon. Ini adalah pola utama Djanur.
(more…)

Continue Reading

You Earned the Final Boys!

Satu kalimat yang bisa digunakan untuk menggambarkan setiap pertandingan melawan arema musim ini adalah: the great comeback. Dua kali persib menyalip arema saat mereka unggul duluan, sekali arema ganti menganulir keunggulan persib.

Taktik Simple Anak Sekolahan.

Melihat pertandingan semifinal kemarin, hal utama yang paling menonjol adalah mental pemain persib. Soal taktik, Djanur jelas punya rencana di babak pertama, namun kebobolan dengan cepat saat babak kedua baru dimulai membuat strategi yang berkembang di sisa pertandingan babak kedua adalah strategi setiap tim sepakbola jalanan.

Di babak pertama jelas arema memegang kendali, tapi possesion ball mereka jauh dari kotak penalti persib. Gustavo jauh dari posisi ideal untuk membuat peluang. Beberapa pemain arema juga tiada punya kesabaran yang cukup, setelah tiga-empat operan gagal maju menembus lini tengah persib mereka pasti melakukan long pass untuk Gonzales.

Di sisi persib serangan lebih sederhana dan menghemat tenaga, kecuali tenaga ferdinand yang harus berlari mengejar bola thru pass melambung. Tidak efektif memang, karena ferdi gagal kontrol dan melewati bek arema berkali-kali. Tapi, strategi ini menghemat tenaga pemain lain yang jadi tidak sering naek turun dengan ekstrim. Dan tenaga ini memang berguna di babak tambahan, dua gol dan setengah lusin peluang. Sedangkan pemain arema yang jadi kunci sudah cedera duluan, yang di lapangan kelelahan.

(more…)

Continue Reading

Kuliminasi Kemonotonan Persib a la Chef Djanur

Well, tak banyak yang bisa dikisahkan dari pertandingan melawan persij*. Pada dasarnya game itu emang overrated. Jadi males juga sih nulis tentang pertandingannya. Game yang boring, dengan taktik haben-weh-kitu a la coach Djanur.

Jika ada yang perlu dicatat dari persib lawan persija adalah keberanian, atau mungkin lebih tepat disebut keputusasaan, mang Djanur untuk menggantikan Djibril dengan seorang Rudiyana. Mengganti seorang striker andalan dengan seorang bocah dalam pertandingan bertensi sangat tinggi. Kami rasa ini lebih pada keputusasaan Djanur terhadap kinerja Djibril dalam 3 pertandingan terakhir. Sudah 3 game, Djibril mogok mencetak gol.

Bisa jadi ini adalah titik kulminasi dari kemonotonan taktik Djanur sepanjang side A musim ini. Tanpa ada perubahan saat memasuki side B, sulit melihat persib bisa juara. Bahkan mungkin akan cukup sulit juga untuk persib meraih tempat di babak 8 besar.

 

The Unexplained Roller Coaster Performance.

Performa persib musim ini memang naik turun. Ada sejenak konsistensi positif sebelum penurunan curam yang panjang. Naik turun dengan cepat seperti roller coaster.

(more…)

Continue Reading

Kitu Weh Haben Mang Djanur

 

Huleng Deui Wae Jupe?
Huleng Deui Wae Jupe?

Derby bandung, persib harus tanpa didampingi bobotoh di jalak harupat. menurut penglihatan orang awam diatas kertas persib seharusnya mudah memetik 3 poin. Apa lacur, kekalahan kedua di SJH yang diraih. Streak tidak terkalahkan di laga tandang juga musnah.

Mengejutkan sejak awal karena di starter team sheet  tidak ada nama hariono. Lebih mengejutkan lagi, 5 jam sebelum kick off, team sheet persib sudah beredar di twitter. Utina kembali ke tim dan Konate kali ini ditemani oleh Taufiq yg bermain cantik pada saat melawan gresik minggu malam lalu.

Teu Kreatif.

Pada pertandingan kali ini terlihat para pemain persib kesulitan dalam menembus pertahanan lawan yang sangat rapat. beberapa kali serangan yang dibangun firman dan kawan-kawan tidak membuahkan hasil akibat pertahanan berlapis serta kegemilangan kiper pbr yang membuat para pemain frustasi.

(more…)

Continue Reading

Hari Kenaikan Ferdinand

Hari Kenaikan Ferdi
Hari Kenaikan Ferdi

Mereka bilang mengakhiri rekor buruk di gresik. Well, kami tak begitu memperhatikan soal statistik dan rekor, yang kami lihat adalah permainan persib yang juuoosss!

Dari team sheet starter, hanya minus Utina sebagai langganan starter. Meski begitu, starting line up Persib masih sangat terasa aduhai. Trio Hariono-Taufiq-Konate bisa mengontrol lini tengah sejak dari peluit ditiup. Yaah, sangat terbantu oleh lini tengah gresik yang tiada punya playmaker jempolan.

Kebangkitan Ferdi.

Ferdi bermain sangat ciamik di sisi kiri. Bermain di hari paskah, kamera stadion berulang kali menyorot Ferdi sedang membuat tanda salib di dadanya. Tiga salib di setiap kesempatan. Kali pertama setelah mencetak gol pembuka, kali kedua saat gol kedua, kali ketiga saat menjelang jeda istirahat.

(more…)

Continue Reading

One of The Greatest Comeback EVER!!

Salah satu comeback terbaik persib sepanjang yang bisa kami ingat. Hal ajaib ini mungkin hanya terjadi sekali dalam satu dekade. Jika ingat laga kandang terakhir sebelum ini, persib kalah 1-2 melawan semen padang, persib tertinggal 2 gol terlebih dahulu.

Tertinggal dua gol dari tim sekaliber Arema, jujur awalnya kami tidak punya harapan untuk persib meraih poin dari situasi seperti ini. Hampir mustahil membalikkan keadaan dari kondisi tertinggal dua gol di Indonesia.

Setelah 5 game awal berhasil menjaga gawang tetap bersih di babak pertama, di 2 game terakhir defend persib selalu kebobolan terlebih dahulu. Sedangkan konsistensi untuk mencetak gol kalau udah istirahat masih dipertahankan oleh barisan penyerang persib. Belom sempet ngagolin, kaburu kagolan.

(more…)

Continue Reading