Chaos by The Angry Jasuke

“Persib membutuhkan orang baru, orang yang bisa menjawab tantangan supporter yang selalu ingin juara dan menang” [goal.id]

Kurang lebih itulah kalimat amit mundur yang diucapkan oleh Dejan Antonic dalam konferensi pers usai menelan kekalahan telak dari Bhyangkara Surabaya Yunaitid. Sekaligus menyiratkan bahwa pertandingan malam itu menjadi pertandingan terakhirnya bersama Persib Bandung.

Persib mengawali laga seperti 5 pertandingan sebelumnya, bermain acak acakan dan tak berpola membuat kita kerap mengkerutkan kening. Sebenarnya apa yang hendak ditunjukan oleh Dejan, permainan rapat dari kaki ke kaki atau permainan bung beng dari belakang ke depan?

Seperti biasa juga, di menit-menit awal persib berhasil menekan lini pertahanan lawan. Tercatat di 5 menit awal, Persib berhasil menciptakan 2 buah peluang melalui tendangan Maung oleh Tantan di menit ke 2 dan Toncip di menit ke 6. Tajongan keduanya sakumaha qntl ngabengkung. Lumayan nyingsieunan mereun ceuk Dejan mah brao brao.

Setelah 10 menit waktu berjalan, permainan lebih banyak dikuasi oleh Surabaya. Anak asuhan Ibnu Grahan pun jauh lebih banyak menciptakan peluang ketimbang persib. Dengan enjoy itu Evan Dimas kukurilingan ngacak-ngacak lini tengah Persib. Total ada 9 peluang yang mengancam gawang persib, 2 diantaranya berbuah gol. Sedangkan persib hanya memiliki 4 peluang melalui tendangan jarak jauh dan hanya 1 tendangan yang mengarah ke gawang. Lapuur.

Pemilihan Pemaen

Niat hati ingin mencuri gol d iawal-awal pertandingan, Dejan langsung memainkan dua orang playmaker sekaligus. Rahmad yang sudah absen berbulan-bulan tidak pernah mengbal kompetitif dan Ino yang asalna teu dibawa karena diragukan kebugarannya. Bayangkeun komposisi pemaen kitu diserahi beban ngatur serangan dengan tekanan edan eling dari bobotoh. Pilihan yang buruk dari pelatih.

Dejan hanya menyimpan Hariono seorang diri sebagai gelandang bertahan. Walhasil dalam beberapa kesempatan Mas Har terlihat keteteran ketika menghadapi serangan sporadis dari para pemain Surabaya. Selain itu lemahnya  Rachmad dan Ino dalam mengolah bola di kaki memperparah kondisi lini tengah dimalam itu. Kedua andalan Dejan itu terlalu sering kehilangan bola teu kudu.

Mas Har pun tak kuasa menjadi pelindung bagi kuartet bek dari serangan cepat dan bergelombang Surabaya. Begitu bola lepas dari kaki Ino atau Rahmad, praktis Mas Har harus berhadapan dengan 2 atau 3 pemain Surabaya seorang diri. Jeleknya lagi Rahmad dan Ino sok teu daek lumpat mundur ka tukang mantuan. Asa hare-hare weh teu serius nutup pemaen lawan. Kalah jumlah pemaen ini terjadi berulang kali sejak babak pertama dan Dejan merasa tidak masalah dengan tidak memberi instruksi preventif sebeum kagulan. Mas Har pun tidak walakaya menghadapi gempuran pemain sutet, lini tengah jebol.

Chaos karena Jasuke

Sejurus dengan rapuhnya lini tengah, kuartet bek pun menunjukan performa yang tak kalah buruknya. Ditempati oleh Kaka Basna-Mas Pur-The Angry Jasuke-Toncip, koordinasi diantara keempatnya sungguh naudzubillah. Terutama si ganteng tukang dagang Jasuke. Anying pisan si eta maenna ngacak. Dua gul pertama Surabaya adalah kesalahan seorang HERMAWAN-BAWAAN-DEJAN! Manehna gerak nuturkeun bola lain ngajaga pemaen. Hanya bek amatir yang ngudag bola kaditu-kadieu. Liat Vlado dan Purwaka jarang banget lari kesana kemari paduduaan, satu mengejar satu jaga ruang. TUKANG-DAGANG-JASUKE-DI-PAKISAJI ieu dua kali nyerobot zona Mas Pur membuat Toncip bergerak menutup lubang yang ditinggalkan SI-GANTENG-SHABAR dan akhirnya sisi kiri kosong. Dan Gul. Masa aya oge kejadian bola di area THE-ANGRY-JASUKE-NU-TEU-PANTES-MAKE-NO-16, tapi yang nutup lawan adalah Kakak Basna, dimanakah dia berada?

Sisi kiri pertahanan lagi-lagi menjadi titik lemah jadinya. Koordinasi antara Toncip dan THE ANGRY JASUKE sangat-sangat butut. Toncip kerap kali naik membantu serangan sehingga meninggalkan lubang yang cukup besar di pertahanan eh si ganteng 16 oge suka ikut-ikutan naek maju teu neleu situasi. Ditambah keengganan Lord Atep untuk trackback membantu pertahan. Sisi kiri menjadi bulan-bulanan terus. Terkadang Hariono berusaha menutup lubang yang dibuat Toncip dan Her dengan bergeser ke kiri namun opsi operan yang dimiliki Suted justru jadi lebih banyak karena Rahmad dan Ino gblg dalam bertahan.

Mata badai kekacauan di lini pertahanan semalam karena seorang Hermawan Buntelan Welu yang tidak bisa disiplin menjaga posisi, panik saat diserang, butut elehan wae saat duel udara. Kepanikan dia dan keriweuhannya ngudag bola kaditu kadieu membuat struktur pertahanan kacau acak-acakan.

Bingung

Setelah libur seminggu dan minus Vlado di lini pertahanan. Setelah membaca beberapa berita di media Bandung bahwa Dejan akan merotasi susunan pemaen dan mengubah sistem permaenan Persib. Harapan bahwa Persib akan lebih merenah dilalajoan sempat muncul. Apa lacur pas prakna maen, apa yang diubah? entahlah, jalannya pertandingan bagai anak ayam kehilangan induknya, bagai sayur asem disantenan, bagai kupat tahu Singaparna tapi make lontong. Intina teu jelas.

Permainan yang mengubah sistem kata Dejan tersebut, dari segi pola serangan tidak ada yang keliatan berubah malah makin tambah membingungkan koordinasi di antara pemain. Para bobotoh pun bingung dengan main seperti itu. Aksi Rahmad yang dikira awalnya mampu menggantikan peran Kim dengan lebih joss memberi supply bola kepada Robertino biar bisa berkreasi merancang serangan, malah terlihat sebaliknya Ino yang banyak memberi bola kepada Rahmad di posisi yang lebih maju. Kadang kala malah keduanya bermain sejajar jauh di dalam area pertahanan Surabaya tapi tetep tanpa koordinasi yang bagus. Ini mungkin sistem barunya Persib, maen ultra menyerang dengan Rahmad dan Ino diapit Tantan dan Lord Atep, meninggalkan Mas Har sendirian dengan area yang luas buat dieksplor oleh lawan. Rivuh.

Tusukan dari kedua sayap pun banyak yang miss. Ada peluang emas dimiliki dari Ino Pugliara lewat operan bola Tantan, namun banyak gilek sih jadi locot lagi. Buntu-buntu-buntu itulah pola permainan persib yang di atas kertas memainkan dua gelandang kreatif sekaligus. Bisa dibilang malahan tidak berpola, yang penting bisa nepi kotak penalty itu udah Puji Tuhan.

Finishing para penyerang Persib tai ucing kabeh. Penalti dua kali beunang tiang lah. Keliatan mental mereka udah sangat terpuruk. Tidak bisa mengatasi tekanan bobotoh. Tapi, masa iyah mau menyalahkan keinginan suporter untuk menang terus sebagai biang kebobrokan mental bermain pemaen? Suporter mana yang tidak mengharapkan klubnya menang?

Ya tuhan ampuni kami seharusnya di bulan penuh berkah ini perbanyak ibadah dan mencari pahala, tapi karena seorang pelatih takabur dengan lisensi dan curriculum vitae-nya semua sirna. Caci maki dan umpatan-umpatan kasar kami keluarkan terus.  Doa kami pada-Mu di bulan yang penuh berkah ini, agar Persib segera diberi pelatih yang bisa membuat ibadah kami tentram tanpa banyak pikiran rungsing lalajo Persib. Aamin.

Ini Persib salah satu tim terbesar di Indonesia ga bisa sembarang orang menukanginya. Salam, lieur aing nulis naon hahha.

Sampai jumpa lagi.

@Xuk @omz

follow kami di twitter @stdsiliwangi

p.s. persib dibantai 4-1 oleh tim siluman magrib surabaya yunaitid. 2 gul di babak pertama karena kesalahan hermawan maen sakumaha kanyut gobal gabel kaditu kadieu membuat Rudi Widodo dan Thiago bisa mencetak gul dari sisi kiri dalam kotak penalti persib.

babak kedua gul dari Thiago dan Dutra hasil dari set piece, koordinasi pertahanan saat set piece HIH banget. Mas Pur gagal clearance udara di gul nya dutra, dan angry jasuke cuma ngahuleng aja nenjo bola eta gagal disundul Purwaka. Gul thiago yang kedua juga dari Angry Her yang maju ngepress batur padahal situasi masih rariweuh di belakang.

2 penalti buat persib kena tiang. Belencoso dan Samsul. Gul semata wayang persib dari diving header Cak Sul menyundul umpan silang Basna (teuing laly ketang, dan eta weh pemaen asal Papua nu crossingna)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart