Djanurs Outclassed Dejan’s Tactics

stadion siliwangiBermain di hadapan bobotoh Persib berhasil mendulang tiga poin dari tim tamu yang baru saja pindah homebase ke bekasi dengan skor telak 3-0. Setelah memainkan taktik yang bukan hanya menipu Dejan, tapi juga menipu bobotoh.

Bobotoh sendiri tidak menyangka Djanur bisa memainkan dua tempo yang berbeda di dua babak. Kewolesan babak pertama yang bikin tunduh diganti agresifitas babak kedua yang membuat Dejan calangap.

Persib harus bersusah payah untuk mencetak kemenangan, gol pertama baru lahir di babak kedua melalaui Lord Atep memanfaatkan umpan sodoran dari Haji Ridwan di muka gawang. Dribbling Bang Haji yang sejajar dengan garis gawang PBR kemudian diteruskan ke Atep di bibir gawang.

Sedikit memicu kontroversi karena versi pemain PBR bola telah meninggalkan lapangan. Juga kontroversi apakah gol tersebut murni oleh Atep atau bunuh diri Hermawan, memang bola sedikit membentur Hermawan.

Semetara gol kedua tercipta lewat sundulan konate memanfaatkan tendangan sepak pojok yang dilepaskan oleh Dedi Kusnandar.

Gol pamungkas dicetak oleh Taufiq diawali dari kehebohan di lini pertahan pbr. Taufiq berniat memberikan umpan silang mendatar kepada rekannya namun bola ditepis romanovs mengarah ke dalam gawangnya sendiri.

Persib memuncaki klasmen sementara di hari selasa.

PBR

Dejan memasang formasi 4-4-2. Pos kuartet bek diisi oleh satrio syam-boban-hermawan-rifan. Di sektor penyerangan ada david laly dan wawan febriyanto yang ditempatkan di sayap kiri dan kanan. Duet belah tengah kim dan iman, bertugas untuk memutus dan membangun serangan. Streker menjadi tugas rahmad hidayat dan yongki. Prak na mah rahmad hidayat lebih condong berposisi sebagai second striker.

Iman faturohman yang ditugaskan dejan untuk menghentikan atau setidaknya mempersulit gelandang serang Persib dalam melakukan serangan mampu menjalankan perannya dengan cukup baik, tapi ngan sababak. Aliran bola dari lini tengah Persib mampu sering diinterupsi oleh iman. Tak hanya lini tengah Persib yang mengalami kebuntuan, Haji Ridwan dan Lord Atep pun tak begitu banyak menebar ancaman dari sayap.

PBR yang mengandalkan serangan balik terlihat berusaha untuk memanfaatkan kedua sayap yang mereka miliki. Sayangnya Dias dan Toncip mampu mengantisipasi pergerakan wawan dan david laly. Terhitung 7 kali Dias mampu mematahkan serangan dari sayap kiri pbr itu dengan sleding tekel, intersep dan kliren.

Sadar posisinya dijaga ketat oleh Dias, david bermain agak ke tengah dengan tujuan agar Dias tertarik ke tengah, sehingga bakal menciptakan celah di sisi kanan pertahanan Persib. Dias tidak terpancing taktik busuk itu, mengejar laly ke tengah. Pergerakan david masuk ke tengah pun bisa diantisipasi oleh Mas Har dan Bang Utina. David Laly kesulitan menembus lini pertahan Persib.

Selepas gol pertama yang dicetak Atep di awal babak kedua, permainan menjadi sedikit lebih menarik. Pemain pbr terlecut untuk mengejar ketertinggalan. Kendali permainan pun diambil alih oleh pbr. David Laly bertukar posisi dengan wawan. Wawan ini lebih merepotkan Dias dibanding David Laly, beberapa kali Wawan berhasil bergerak melewati Dias.

Toncip seringkali ngagantung teu puguh ketika berhadapan dengan david laly. Beruntung lini tengah Persib sigap mengantispasi lubang yang dibuat Toncip.  Pergerakan David Laly juga nyusahkeun manehna sorangan karena hobi cut in ke tengah, padahal disana ada Mas Har, Jupe, Vlado, Dado dan juga Taufiq.

Dari perubahan tersebut tercatat pbr mampu menciptakan 4 peluang di dalam kotak pinalti. Salah satunya dari tendangan salto rahmad hidayat, beruntung Made mampu mengantisipasi tendangan rahmat.

Persib

Spaso sebagai mantan terindah  termahal Pelita lagi-lagi dikondisikan sebagai juru gedor sejak awal. Sayap kanan-kiri masing-masing ditempati Haji Ridwan dan Lord Atep. Poros tengah diisi trio ganteng, Konate sebagai jendral lapangan, Mas Har masih sebagai bodyguard dan Bang Utina yang semakin enjoy memainkan peran pengatur ritme permainan. Kuartet bek dan penjaga gawang masih seperti pertandingan kontra Padang.

Persib memulai pertandingan dengan tempo yang teramat sangat monoton. Djanur yang dinilai tidak memiliki strategi, memerintahkan anak asuhnya tidak terburu-buru dalam memulai inisiatif serangan tempo tinggi.

Belajar dari pertemuan-pertemuan sebelumnya melawan PBR dimana Persib selalu terpancing unuk bermain tempo tinggi nan keras yang diperagakan pasukan Dejan Antonic.

Kata Djanur soal strateginya:

“Biasanya kita yang memegang bola dan mereka yang menunggu. Kita ubah menjadi membuat PBR bisa memainkan bola dan babak kedua diubah. Di babak kedua baru kita memainkan skema yang biasa dilakukan dengan lebih menekan lewat lari winger dan hasilnya berbuah jadi gol,”

Djanur punya Startegi

Taktik yang dirancang Djanur pada babak pertama memang cenderung pasif. Menguasai permainan dengan tempo sedang hingga menurun dan melambat. Entah karena saking pengertiannya Djanur terhadap para pemain yang cenderung kelelahan karena padat-merayapnya jadwal pertandingan atau bisa jadi tidak ingin seperti keledai yang selalu jatuh ke lubang yang sama, selalu sulit mendulang tiga poin melawan PBR.

Sementara PBR sendiri menerapkan permainan bertahan dengan pressing ketat di sepertiga lapangan permainannya. Praktis di tengah-tengah tempo yang lambat, Persib pun sulit menggedor pertahanan PBR yang rapih. Adu strategi saling menunggu ini bahkan membuat seorang bobotoh hampir tertidur di depan televisinya.

Dari lambannya alur permainan, Persib mencetak 2 kali percobaan yang mengarah langsung ke gawang. Salah satunya diciptakan oleh sundulan Spaso yang masih tepat ditangan Romanovs.

Djanur menginstruksikan anak asuhnya bermain lepas juga santai sehingga serangan yang disusun pun sangat woles. Konate yang diplot mengatur serangan mendapat izin untuk berbuat apa saja asal jangan gancang teuing. Sesekali dia maruk dan terlalu banyak otak-atik.

Mas Har beberapa kali balangah dan Rahmat Hidayat melenggang mulus hingga area pertahanan Persib. Namun beruntung serangan hanya sampai disitu, kuartet bek Persib bermain joss. Beberapa percobaan PBR emang butut, sangat jauh melebar.

Bang Utina kerap melakukan umpan jauh yang kurang pas. Lord Atep yang terlihat belum padu dengan Spaso, pun Haji Ridwan terlihat kurang meledak setelah kehilangan tandem hidup matinya nya di sayap kanan. Babak pertama ditutup dengan kebosanan yang pisan dari permainan derby Jabar tersebut.

Berubah di Babak Kedua.

Setelah turun minum, Djanur lebih reaksioner. Berkaca dari pertandingan yang kitu-kitu wae di babak pertama, Djanur menginstruksikan anak asuhnya mengambil inisiatif penyerangan lebih geber. Agresifitas Atep dengan step over andalan sesekali sukses. Kepiawaian Haji Ridwan dalam menyisir sisi kiri pertahanan PBR menghasilkan gol bagi Persib. Pertandingan semakin menanjak tensinya, PBR berani keluar menekan dan menghasilkan beberapa tendangan kamana wae.

Setelah berkontribusi memberikan assist, permainan Haji Ridwan cenderung menurun dan akhirnya digantikan oleh Tantan yang gurung gusuh. Taktik dalam penyerangan sedikit diubah, Atep bertukar posisi ke sayap kanan. Benar  saja Tantan langsung mendapat peluang setelah mengecoh Romanovs, namun saking gurung gusuhnya tendangan kaki kirinya ngalantur teuing kamana.

Djanur kembali merespon permainan, mengganti Bang Utina dengan Dado. Instan seperti indomie ayam bawang, beberapa menit kemudian dari situasi sepak pojok Dado memberikan assist yang disambut gol sundulan Konate. Djanur memaksimalkan peran lini tengah Persib dengan memasukkan Dado setelah melihat lini tengah PBR yang kalah telak dari lini tengah Persib sejak babak pertama.

Strategi Djanur berani bermain lebih menyerang karena menyadari rapuhnya fokus pertahanan PBR karena Persib menaikkan tempo permainan. Memasukkan Dado yang memang sangat baik dalam menyeimbangkan lini tengah Persib bisa dibilang keputusan tepat. Apalagi Bang Utina terlihat lelah karena lulumpatan membawa patuangan yang semakin membesar itu.

Djanur kembali menunjukan kepiawaiannya dalam meracik bumbu permainan setelah memasukkan Taufiq mengganti Atep. Ban kapten diserakan kepada Mas Har. Kali kedua dalam hidupnya pemuda desa di pelosok jawa timur itu memimpin tim terbesar jawa barat.

Menjadi teka-teki saat Djanur memasukan Taufiq untuk mengganti Atep bukan Spaso yang sulit bergerak karena penjagaan Boban dan Hermawan. Timbul pertayaan taktik apalagi yang akan diterapkannya di sisa 10 menit pertandingan?

Ternyata Djanur lebih ingin menjaga keseimbangan di lini tengah. Taufiq dimasukkan untuk menjaga alur bola di lini tengah agar selalu dinamis, berbanding lurus dengan pergerakan para pemain tengah Persib yang selalu bergerak menjaga ritme dan alur bola.

Bonus jackpot didapat Djanur, Taufiq melesakkan gol ketiga dari skema tendangan bebas yang gagal. Skema permainan yang ciamik antar lini serta penempatan posisi para gelandang Persib yang dinamis membuat proses gol ini mengesankan.

Ketajaman Spaso.

Menyoroti permainan yang ditunjukan stiker anyar Ilija Spasojevic, nampaknya Spaso memang masih belum nyetel dengan strategi Djanur. Pada pertandingan tadi, tercatat hanya sekali saja Spaso mengancam gawang pbr.

Selain minimnya sokongan dan umpan-umpan matang yang diberikan rekan-rekannya, Spaso pun belum memiliki pergerakan tanpa bola super yang egois untuk dirinya sendiri agar bisa mencetak gol.  Sejauh ini pergerakan tanpa bola Spaso lebih banyak menghasilkan ruang-ruang terbuka untuk kawan-kawan lainnya. Spaso bukan Sergio.

Oo Novari We Love You.

Pertandingan hari ini dipimpin oleh wasit Novari Arilaha. Selama Persib bertanding dan wasitnya novari, Persib selalu berhasil mengamankan 3 poin. Sejak musim lalu, dari 6 pertandingan, Persib berhasil meraih  6 kemenangan.

Saat Persib berhasil unggul lewat Atep, gol nya menjadi kontroversi sebab bola yang dibawa oleh Haji Ridwan dituduh sudah keluar garis oleh Dejan. Tidak jelas bagaimana proses drible Bang Haji dikarenakan replay dari stasiun tv sungguh cavruk. Tapi kata Djanur:

“Apa yang dia permasalahkan? Kalau karena bola out kan di sana ada hakim garis dan wasit. Apa dia yang lihat kejadian dari dekat? Dejan lihat dari jauh kok,”

Tidak berselang lama gol tersebut pbr melakukan serangan yang berhasil dipatahkan oleh pertahanan Persib. Terlihat dari tv itu sunggguh pelanggaran bagi pbr di kotak penalti, tapi wasit hanya menunjuk sepak pojok. Melihat kejadian tersebut Dejan marah-marah lagi seakan kurang piknik.

Karmanya datang dengan cepat saat Spaso ditebas oleh boban namun wasit tidak memberikan kartu kuning kedua. Untungnya tendangan bebas Jupe akhirnya menjadi awal bagi gol ketiga Persib.

Post Match

Secara keseluruhan taktik Djanur yang sukses memainkan tempo permainan perlu diacungi jempol. Dejan jelas sekali kalah taktik kali ini, dianggapnya taktik Djanur tidak pernah berkembang kitu-kitu wae, tau nya Djanur bisa menunjukan taktik yang kieu welah ayeuna mah maen na!

Respon Djanur terhadap permainan di lapangan juga luar biasa. Pergantian pemainnya efektif, bahkan menentukan hasil akhir pertandingan. Cleansheet ketiga beruntun Persib di semua ajang. Terakhir kali Made kebobolan di menit 56 saat melawan ayawewady awal bulan Maret yang lalu. Kuartet bek Djanur, meski kehilangan Pardi, terlihat semakin padu.

Konate yang bermain mobile dan rajin naik turun ada di seluruh pelosok lapanagan menjadi pembeda di pertandingan tadi. Lesakan satu gol dan merancang skema pada gol pertama dan ketiga menjadikan Konate layak menyandang pemain terbaik. Peran jendral lapangan tengah Persib semakin fasih dijalani Konate, mun ceuk kolot mah jadi asa inget Yusup Bahtiar.

Setelah pertandingan, Djanur kembali ribut dengan Dejan. Dalam beberapa bulan terakhir, ini kali kedua Djanur melayani omongan Dejan. Setelah isu pemain muda dan kini wasit, serangan apa lagi yang bakal Dejan kirim pada Djanur?

Sosok pelatih kaleum seperti Djanur ternyata tidak tinggal diam kalau lawannya Dejan. Hidup Mang Djanur! Bobotoh di belakangmu!

follow kami di twitter @stdsiliwangi

@bus @xuk @omz @dit

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart