Editorial Akhir Tahun

stadion siliwangiTahun 2015 akan segera berakhir. Statistik tahun 2015 teu goreng-goreng teuing buat Persib. Sisa-sisa kejayaan tahun 2014 masih aya tapakan. Persib berhasil meraih 2 gelar juara dan secara persentase meraih 72% kemenangan dari total 55 pertandingan ujicoba + turnamen + liga. Tapi apalah artinya persentase kemenangan, kenyataannya kita harus mengakhiri salah satu periode terbaik dalam sejarah Persib.

Statistik

Secara statistik tahun ini persib memainkan 55 pertandingan, 26 diantaranya dalam berbagai kejuaraan dan 29 kali dalam pertandingan ujicoba. Persib mengikuti 7 kejuaraan tahun ini, secara berurut: Piala Walikota Padang, Final hasyeum IIC 2014, Asian Champions League, AFC Cup, QNB League, Piala Presiden, dan Indonesian Bla Bla Bla Sudirman. Mang Djanur berhasil memberi hasil 40 menang, 3 imbang, 12 kekalahan. Salusin eleh! Untuk level kompetisi raihannya: 15 menang, 3 imbang, dan 8 kekalahan.

kompetisi persib dalam setahun

Di kejuaraan resmi, Persib dibantai Hanoi T&T 0-4 di kualifikasi 2 ACL untuk kemudian menjadi juara grup H AFC Cup. Perjalanan Persib berakhir setelah kalah lawan Kitchee di babak 16 Besar. Hasil akhir Liga Indonesia, Persib menduduki peringkat 3 setelah berhasil meraih 2 kemenangan dari 2 pertandingan dan rekor mengakhiri liga tanpa pernah kebobolan. Tahun 2015 Persib juga berhasil meraih 2 gelar juara di Piala Walikota Padang dan Piala Presiden.

Rekor terbaik Persib dalam setahun ada di tahun 2014, pastinya. Di level kompetisi memainkan 34 pertandingan; 22 menang, 8 imbang, dan hanya kalah 4 kali. Berhasil menjadi kesebelasan terbaik se-endonesia. Rekor terblangsak didapat dari tahun 2011, 28 kali maen di 3 komptisi; cuma menang 12 kali, imbang 8 kali dan kalah 8 kali.

Angka sebesar 72% teu jago-jago teuing sebenerna mah. Sebagian besar kemenangan didapat dengan menggunakan tim yang pernah juara liga melawan level teu paruguh. Raihan 72% kemenangan itu bisa tercapai karena Persib menggelar 29 kali ujicoba yang sebagian besar melawan kesebelasan yang levelnya jauh di bawah Persib, di level kompetisi persentase kemenangan persib hanya 60%.

Bandingkan dengan 75% kemenangan di tahun 2014, sebagian besar diperoleh dari 34 laga di kompetisi yang lebih kompetitif. Tahun yang benar-benar super joss untuk Persib.

Sejak 2007 sepakbola Indonesia loba teu jelasna, membuat total pertandingan Persib dalam setahun bervariasi cukup jauh. Tahun 2007-2008 masih dibayangi gempa Jogja. Tahun 2009 ada pemilu yang membuat banyak pertandingan ditunda dan dibatalkan. Tahun 2011-2012 ada kisruh LPI. Tahun 2015 dihukum FIFA. Hwarakadah! Cuma ada beberapa tahun yang persepakbolaannya normal. Sulit menilai konsistensi perjalanan Persib dalam satu tahun kalender.

grafik pertandingan tahunan Persib

Player of The Year

Individu paling joss tahun ini adalah Makan Konate. Bermain selama 2108 menit, terbanyak diantara semua yang pernah pake jersey persib tahun ini. Mencetak 8 gol, juga yang terbanyak diantara skuad Persib. Mencetak gol di laga Final Piala Presiden yang membuat kita akhirnya kembali mengangkat piala di GBK!

Lord Atep menjadi runner up di kedua kategori, menit bermain dan gol. Bermain sebanyak 2020 menit dan mencetak 6 gol, sama dengan torehan gol King Zamrun yang hanya bermain selama 584 menit.

Teu aneh kalo seorang Makan Konate menjadi pemain terbaik dalam satu tahun. Dirinya memang memiliki bakat istimewa yang super joss dan penampilan yang konsisten, kecuali pas lawan PBFC di PJS.

Menjadi menarik karena ternyata Atep bisa dibilang berhasil menjaga kecepatannya menjadi pemaen yang kinerjanya teu jauh beda dengan Konate. Di tahun 2014 menit bermain Lord Atep tercecer jauh ke peringkat 13 dari seluruh skuad Persib, ada 6 pemain yang memiliki menit bermain 2 kali lipat dari Lord Atep. Tapi, dengan menit bermain segitu Atep berhasil mencetak 6 gol dan 2 assist di liga, jauh lebih baik dari Tantan dan 2 kali lipat catatan golnya Haji Ridwan. Permainan Tantan dan Ferdi di sisi kiri sebelum Atep masuk ke lapangan bisa dibilang berpengaruh besar terhadap raihan gol Atep tahun 2014.

Tahun 2015, dengan kepergian Bang Ferdi dan Tantan yang lebih banyak bermain sebagai striker, Atep masih mampu mencetak 6 gol. Menjadi top skorer Persib di ajang AFC Cup dengan 3 gol dan semua itu dicetak saat Atep maen sebagai seorang starter. Seakan dirinya ingin memberi bukti bahwa Atep 7 belum habis walau dipeyeum di bench. Secara kasat mata penampilan Atep memang sakumaha aing dan tidak konsisten, tapi statistiknya menunjukkan Atep teu sebutut yang kita pikirkan. Kumaha? Naha bisa? Wallahualam, hanya Atep dan Tuhan yang tahu.

Tanpa mengurangi rasa hormat kepada Makan Konate dan segala sumbangsihnya bagi Persib dalam 2 tahun ini, rasa handeeul karena permainan bututnya lawan pbfc masih terngiang jelas. Mungkin Konate sieun kumaonam sama anak buah si boss jika maen edan eling malam itu.

Bagi kami, Lord Atep adalah Player of The Year 2015. Harapan kami ke depannya, Lord Atep bisa lebih vokal menyuarakan nasib kawan-kawannya di Persib, tong cicing wae bila ada hal-hal nu teu paruguh teh, maneh kapten Persib Lord!

Well, Pada akhirnya juga Makan Konate pergi mengejar impiannya sedang Lord Atep tetap berada di Persib, padahal coba sabalikna 🙂

Momen Terbaik

Momen terbaik tahun 2015 jatuh pada tanggal 18 Oktober 2015. Setelah 20 tahun lebih akhirnya kita bisa juara, angkat piala lagi, di Stadion GBK.

Didapat dari perjuangan yang luar biasa. Berhasil sapu bersih edan eling di babak penyisihan grup Piala Presiden, jalan persib menjadi juara tidaklah mulus. Tiap kali maen tandang Persib eleh, dua kali tandang di babak knock out Persib maen butut dan eleh. Untungnya semangat dan loyalitas bobotoh selalu bisa disalurkan pemaen untuk melakukan balas dendam di Bandung.

Biar karasa keren kudu make angka, ada beberapa fakta:

7.385 – hari yang Persib butuhkan untuk mengulang mengangkat piala di GBK. Rentang 20 tahun yang cukup membuat seorang bocah bobotoh baheula dicaritakeun kolotna soal juara awayday ka Jakarta, kini mencaritakan hal yang sarua ka anakna.

1.223 – hari sejak tragedi Rangga Cipta Nugraha digulung suporter haram jadah di GBK, untuk kemudian Persib bisa membalas dengan jalan yang manis. Juara di kandang macan meong! 1200 hari dan terus bertambah, nasib pelakunya sampai kini teu jelas hukumanna. #JusticeForRangga

345 – hari sejak kali terakhir Persib menjadi juara kompetisi skala nasional. Juara Liga Super Indonesia. Kurang dari sataun geus 2 kali angkat piala skala nasional. Class of 2014!

5 – Piala yang disumbangkan oleh Djanur untuk Persib sepanjang tugasnya sebagai pelatih kepala Persib.

Momen-Momen Terburuk 2015

Overall, 2015 tahun yang tidak begitu bagus untuk Persib. Ada terlalu banyak momen-momen yang tidak baik. Di awal tahun, masalah administrasi salah nempel foto pemaen muncul, soal kecil yang berdampak besar dan menunjukkan bagaimana manajemen PT. PBB masih jauh dari professional.

Sialnya, sebagian besar rentetan buruk yang dialami Persib pada dasarnya berasal dari konflik PSSI dan Kemenpora. Kalau saja PSSI tidak maksakeun 2 klub KW sehingga mengorbankan 16 klub lainnya, barangkali class of 2014 Persib tidak akan bubar tahun ini.

Pemain datang dan pergi itu biasa, tapi kehilangan pemain-pemain terbaik, dan harus memulai lagi dari nol, dalam waktu yang relatif belum lama sungguh menyakitkan. Seharusnya periode ini masih masa bulan madu. Masa-masa yang enjoyna dihabiskan sambil indehoy lalajo Persib jadi juara demi juara. Karek ge satahun geus kaburu barubar.

Selamat jalan Class of 2014. Semoga sukses di klub baru kalian, kami mah moal kamamana, didieu weh ngadukung Persib.

Selamat tahun baru. Sampai jumpa lagi tahun depan.

@bus

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

 

p.s. hatur nuhun buat um @teguhkrismanto atas data-data super joss dan lengkapnya. jadi bisa ngabandingkeun hasil persib dari tahun ka tahun.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart