Faktor U? dan banyak tanda tanya lainnya…

faktor U. Utina? Umur?
faktor U. Utina? Umur?

PERSIB menunaikan ibadah tandang pertamanya ke persijap jepara dengan optimis mendapat 3 poin. Dilihat dari skuad yang PERSIB punya jika dibandingakan tim tuan rumah, yang kabarnya hanya mempunyai 18 pemain, sepertinya tidak akan ada kesulitan bagi PERSIB.

Absennya Hariono membuat coach djanur melakukan rotasi pemain. Mirip seperti di turnamen IIC, Jupe diturunkan sebagai defensive midfielder menemani Taufiq dan Makan Konate, sedangkan Abdurahman sebagai bek tengah bersama Vladimir. Jelas sekali di awal babak pertama dominasi lini tengah PERSIB sangat powerfull, cukup joss memainkan bola. Olah bola three musketeer, Konate-Taufiq-Jupe sebenernya enak untuk dilihat, namun penyelesaian akhir lagi-lagi menjadi panyakit Maung Bandung.

Ada yang sama dari 3 pertandingan awal PERSIB. Sudah 3 pertandingan selalu berakhir dengan kosong-nol di babak pertama. Tiga games itu, PERSIB melawan tim tamu sfc dan persita kemudian tuan rumah persijap. Kesemua lini serang tim tersebut mungkin masih jauh kualitasnya dibawah back four plus Made. Jadi belum akan menimbulkan masalah sampai suatu titik di babak kedua ketika stamina dan fokus back four plus made mulai capruk.

Di sini Susah, Di sana Susah

Lini depan lagi-lagi menjadi sorotan setiap bobotoh, finishing touch yang emang goreng, tumpul, atau masih adanya egoisme antar pemain sehingga belum tercapai kesepahaman, walau pun tujuannya sama ingin mencetak gol bagi PERSIB?  Pertanyaan besar bagi PERSIB adalah, kenapa selalu susah mencetak gol dibabak 1? Masalah ini kayanya cukup serius kalo sampe Djibril sudah fit dan menjadi starter namun PERSIB masih gagal mencetak gol di babak 1. Sampai saat ini Djanur masih bisa menggunakan kondisi Djibril sebagai sebuah excuse. Kita tunggu penampilan Djibril nanti, semoga bisa merubah semuanya. Apakah perlu panggil kembali SVD? Rasanya perlu dipertimbakan, karena menurut info di portal soccerway, Sergio masih belum  mencetak gol dalam 4 laga bersama sepahan (pun hanya bermain 236 menit, bandingkan dengan striker lainya yang maen 749 menit dan punya 7 gol dan masih 21 tahun!)

Faktor U… (Utina)

Kesulitan mencetak gol yang dialami PERSIB bisa jadi ada kaitannya dengan kondisi fitness Firman Utina, 4 gol yang selama ini dicetak oleh PERSIB adalah ketika Utina sudah masuk ke lapang sebagai pemain pengganti. Setelah Utina main dibabak kedua selalu ada aja kejadian ajaib, penalti lawan sfc, tendangan bebas busuk nya persita yang bisa dia intersep jadi counter attack (assist untuk gol Ferdinand), dan crossing maut berujung bunuh diri pas lawan persijap.

Aksinya lawan persijap terlihat ciamik, Utina sebagai pengatur serangan dan Konate mundur menjadi central midfielder. Maung bandung tertinggal lebih dulu karena blunder Made, faktor lapang atau cuaca atau emang malaweung, entahlah karena sebagai kiper timnas harusnya itu bola yang sangat mudah. Tertinggal 1-0,  Utina dimainkan mengantikan Taufiq dan tidak lama kejadian aneh kembali terjadi. Bola crossingnya gagal dibuang dengan sempurna oleh bek persijap dan malah asup ke gawang sorangan. PERSIB berhasil menyamakan kedudukan 1-1.

Kondisi fisik FU15 yang habis dikuras IIC adalah penyebab pemain ini selalu menjadi benchwarmer terlebih dahulu.  Apakah ketika menjadi starter di pertandingan berikutnya, PERSIB jadi bisa mencetak gol dibabak pertama? Atau mungkinkah Utina telah menjadi seorang supersub dan justru bakal kehilangan sentuhannya saat menjadi starter?

Dengan pola permainan PERSIB sekarang, peran ex pemain sfc ini,  yang gajinya masih belum dibayar sebulan, memang menjadi krusial. PERSIB menyerang secara sporadis via kedua sayapnya. Utina ini punya through pass edan eling yang bisa memanjakan Ridwan, Atep, Tantan atau Ferdi untuk berlari di belakang bek lawan. Ketika mereka bisa memanfaatkan larinya untuk menembus pertahanan lawan maka peluang demi peluang untuk PERSIB akan bermunculan dengan lancar. Tinggal finishing euy!

#persib #tcn10

@omz @bus