Fin. The End. Tamat.

Tidak ada juara hari ini.

Tidak ada juara kemarin.

Dua bintang di dada si taeun itu mistis.

Turnamen Kopi yang rumit dan rujit akhirnya berakhir. Persib memainkan partai terakhirnya di Ngalam untuk melawan Arewa Kronis. Partai yang tidak menentukan untuk kedua tim karena Arewa sudah dipastikan gagal jadi juara setelah 2 jam sebelumnya Persipura mengalahkan PSM. Sadar gelar juara turnamen sepakbola coffee 2016 diraih oleh Persipura Jayapura, skuad Arema mencoba tegar dengan terlihat mamprang kala menjamu tim kesayangan kita semua, Persib Bandung.

Coach Milomir menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan tridente Dendi, Vizcarra dan Arif Suyono untuk menopang striker tua-tua keladi, makin ladu makin jadi, El-Loco Gonzalez. Posisi duo jangkar lini tengah kali ini diisi oleh Nick Kalmar dan Ferry Lapanenam Sararih. Raphael Maitimmo yang biasanya bermain sebagey starting XI, kali ini harus nangkring di bangku cadangan.

Mang Djanur kembali memainkan formasi 4-1-4-1, dengan hanya melakukan rotasi di bek kanan kusabab Jasuk andalanque terkena akumulasi kartu. Pos bek kanan pada pertandingan ini diisi oleh Dias Angga Putra. Pas prakna maen, pola Persib begitu fleksibel menyesuaikan dengan jalannya pertandingan. Kedua flank tara ngajedog weh ngadagoan bola di sisi lapangan arewa, rajin ikut mundur membuat pola permaenan Persib jadi mirip 4-5-1 dan ketika melakukan serangan balik, ketiga gelandang di poros tengah sering berdiri berdekatan jadi jiga 4-3-3. Sepertinya ada banyak pelajaran yang Djanur mulai kuasai di akhir musim turnamen ini.

arewa1

Sebabak yang Seru

Pertandingan yang terbuka, dari ujung ke ujung, dengan banyak aksi di kedua kotak penalti. Babak pertama beneran berjalan seru. Walau bermain di kandang lawan, Djanur wanieun nagenan Milo dengan bermain terbuka. Kedua tim memulai pertandingan dengan pikiran nothing to lose. Pola serangan juga menggunakan dua pendekatan yang hampir sama, lewat poros tengah, ke gawir, kembali ke tengah di area berbahaya lawan.

Milo memberi instruksi untuk memanfaatkan pola Persib yang hanya memasang 1 gelandang bertahan, serangan Arewa selalu diarahkan ke area Mas Har. Boh mulai dari gawir, boh pake bola direct ke El Ngaloco sebagai tembok pemantul bola untuk Vizcara, Saragih, dan Kalmar merangsek maju.

Sisi kiri Arewa memang lebih aktif dibandingkan sisi kanan, Jon Alfamart dan Keceng Suyono maen ngabret. Keceng maenna loba cut in ke tengah, berkongsi dengan Esteban dan Gonzales membuat Mas Har rivuh dalam posisi 2 lawan 1. Opsi melebar diserahkan pada Alfarizie. Ieu rencana standar Arewa sih, cuma biasanya Esteban yang di kiri cut in ke tengah dan Saragih juga Alfa yang kasih opsi lebar lapangan di kiri.

Bow dan Dias papuket jadinya karena permaenan ini. Sinarieun nonton Bow melakukan banyak usaha bertahan, beberapa tekel Bow berhasil menghentikan serangan gawir Arewa. Ntaps!

Agresifnya Alfamart membantu serangan sering membuat sisi kiri pertahanan Arewa terlihat kosong. Teu salah jadina Ino dan Flo banyak bergerak dan memberi umpan ke sisi itu, tapi kekosongan itu sebenernya semu belaka karena ada Hamka yang sukses menjadi cover di sana. Tekel Hamka dengan dua cokor kepada Bow yang diantep ku wasit sedikit banyak memberi syok terapi kepada Bow. Dan Bow kudu menghadapi itu sendiri karena Dias teu daek mantuan. Dias ge mikir mereun tibatan urang kudu naek dan mere umpan silang teu ecreug, kajeun cicing di tukang nahan Arif dan Alfa. Hanya sesekali Dias naek, lebih seringnya mah ngetem di daerahna sorangan.

arewa2

Sisi kiri Arewa yang sibuk berbanding terbalik dengan sisi kanan di sebrang. Dendi dan Saiful di kanan mah cenderung sibuk suit menentukan saha nu rek naek. Karena keduanya saat suit sarua wae ngaluarkeun curuk, jempol, dan cingir maka tidak ada yang membantu serangan. Serangan dari kanan baru ayaan saat Sunarto maen, karena Sunarto mah emang jago dalam suit jadi cukup sekali suit langsung naek dan Bang Ipul harus stay di tukang karena eleh suit. Sunarto boga kemampuan indra keenam untuk menebak lawan mau mengeluarkan jempol atau cingir atau curuk. Hwarakadah!

Di pertandingan terakhir ini, skema yang Djanur inginkan selama ini justru terlihat. Sejak memulai serangan dari bek, bola kemudian lebih diolah oleh kedua perancang serangan made in Argentina, sebelum dikirimkan ke gawir untuk diumpansilangkan. Peluang emas mah pas Sergio botak tinggal berhadapan sama kiper Bedil 47 tapi hanjakal najong make suku kanan jadi katahan keneh.

Penampilan nagen mas Har walau seorang diri sebagai gelandang pengangkut cinta Persib Bandung membuat Vizcarra sebagai otak penyerangan Arewa teu walakaya, kusabab Ino oge sering ngabantuan mas Har dalam memfilter serangan Arewa ti tengah. Cara defend Flo48 juga menarik loh, dia jadi pemaen yang menekan lawan saat bola masih di area Arewa, usaha intersep Flo48 kaitung loba, seseledingan mencoba motong umpan arewa walau jigana gagal kabeh oge sih. Hahaha.

Aslina, babak kahiji seru dan enjoy untuk dinikmati. Cuma kekurangan gul doang.

Wasit Sang Pengadil.

Pertandingan seru jual beli serangan ini hanya bertahan selama 1 babak. Di babak kedua Arewa mulai mengeluarkan hal gaib dan mistisnya. Mulai maen pencak silat hingga memasukkan arwah ke dalam peluit wasit. Jadi, lamun Arewa keur mawa bola dan pemaen Arewa aya nu labuh peluit otomatis bunyi. Tapi, hal itu tidak berlaku bagi Persib. Maka, sadar dengan keangkeran stadion kanjuruhan Persib pun mending maen nunggu we dengan mengumpukan 9 orang pemaen di daerah pertahanan.

Petaka menghampiri Persib di menit 50, Dendi Santoso menerima umpan dari Nick Kalmar lalu berusaha melakukan pergerakan untuk menusuk ke kotak pinalti Persib. Sesaat akan melakukan gerakan, Dendi ngadon menubruk Lord Atep yang datang untuk merebut bola, Dendi ngajoprak dan wasit niup piriwit pertanda pinalti…

Tendangan pinalti diambil oleh El Loco sebagai striker andalan Arewa. Namun, mimik wajah tegang tergambar di layar kaca sesaat El Loco akan menendang tendangan 12 pas. Wajah tegangnya berdampak kepada tendangan pinalti nya yang sukses dimentahkan oleh I Made Wirawan. Kiper andalan Persib yang dalam tilu pertandingan sukses menjaga gawang Persib tetap perawan. Keren kamu Made!

Setelah itu bisikan gaib IB seolah merasuki pikiran wasit. Selusin tendangan bebas di area berbahaya Persib diberikan wasit untuk Arewa. Tapi ya gagal terus da lolobana haram. Haram. Haram.

Hingga peluit akhir ditiupkan oleh sang petugas peniup piriwit, skor kacasoca kosong – nol bertahan. Hasil satu poin dari Kanjuruhan membuat Persib sukses menduduki peringkat 5 klasemen turnamen kopi Indonesia. Musim yang begitu rudet dan ruwet akhirnya tuntas juga. Terimakasih kepada para pemain Persib yang selama semusim telah berjuang membela kehormatan sang Maung Bandung. See you musim depan, hatur nuhun sadayana!

Sampai jumpa lagi di LPM berikutnya kapan-kapan yaaa. Terimakasih telah setia membaca analisis awarahum kami. KALIAN RUAAARR BIASAAAA…

* Setel dulu musik minus one young lex, baru baca tulisan penutup ini, biar meded….

Akhir yang cukup manis

Pertengahan musim hampir pesimis

Melihat kondisi Persib yang begitu miris

Menghilangkan rasa optimis

Namun, Terus berjuang menjadi kunci

Posisi lima menjadi bukti

Skuad Persib selalu berjanji

Bermain dengan sepenuh hati

Terima kasih tuk liga kopi

Mengingatkan kita untuk introspeksi diri

Agar musim depan lebih bertaji!

 

Salam, (@jay, @fah / @bus)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart