Garut

Hari rabu kemarin, duka menyelimuti Jawa Barat. Beberapa daerah di Garut terkena musibah banjir bandang. Bukan hanya di Garut, di daerah Jawa Barat lainnya, Sumedang terkena musibah tanah longsor.

Garut dikenal sebagai kota pemasok para pemain sepak bola handal. Daerah yang terkenal sebagai pemasok sepak bola handal adalah Cikajang. Cikajang merupakan suatu daerah yang terletak di kaki gunung Cikuray, Garut. Dari daerah tersebut muncul nama-nama beken seperti kapten terlama Persib Bandung yaitu Adeng Hudaya, Zaenal Arif, dan yang terakhir saat ini adalah Yandi Sofyan Munawar.

Adeng Hudaya merupakan sosok legenda bagi Persib Bandung. Beliau merupakan pemegang jabatan kapten terlama dalam sejarah Persib Bandung. Berposisi sebagai libero, Adeng Hudaya membuat lini pertahanan Persib begitu tangguh di zamannya. Bahkan, selama karirnya, Adeng Hudaya hanya terkena satu kali kartu kuning saat menghadapi Persija Jakarta. Adeng Hudaya berhasil mempersembahkan gelar perserikatan di tahun 1986 dan 1990. Selepas Adeng Hudaya, Cikajang Boys yang cukup fenomenal bersama Persib Bandung adalah Zaenal Arief.

Zaenal Arif memulai karir di Persib pada tahun 1998, diusia 17 tahun. Dua musim mebela Persib, Zaenal Arif  tidak menjadi pilihan utama pelatih Persib Bandung saat itu. Zaenal Arif kemudian memutuskan untuk hijrah ke Persita Tangerang. Di Persita Tangerang, Zaenal Arif meulai menunjukan kualitasnya sebagai salah satu striker berkualitas di Indonesia. Bersama duetnya di Persita, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arif mampu membawa Persita menjadi runner up liga Indonesia musim  2002. Di musim yang sama Zaenal Arif mampu mencetak 17 gul dan Ilham Jaya Kesuma berhasil mengemas 26 gul plus menjadi top skorer liga Indonesia musim tersebut.

Setelah 5 musim di Persita Tangerang, Zaenal Arief akhirnya kembali ke Persib Bandung. Di musim perdananya bersama Persib Bandung, Zaenal Arief langsung menjadi ikon Persib Bandung. Namun kembalinya Zaenal Arief ke Persib ternyata tidak memberikan efek besar bagi prestasi Persib Bandung. Zaenal Arief dan kawan-kawan harus berjuang keras agar Persib terhindar dari degradasi. Untung saja, penghapusan aturan degradasi di musim tersebut, akibat bencana gempa bumi yang menimpa Yogyakarta, membuat Persib selamat dari ancaman degradasi.  Zaenal Arief sempat membuat gul spektakuler dari tendangan bebas tatkala Persib menjamu Persija Jakarta di Siliwangi dan tendangan salto ketika Persib menjamu PSDS Deli Serdang.

Taun berikutnya bersama Persib, Zaenal Arif nyaris membawa Persib lolos ke babak delapan besar. Persib sempat menjadi pemuncak klasemen wilayah barat pada putaran pertama liga Indonesia musim 2007/2008. Namun permasalahan yang terjadi menjelang putaran kedua, membuat kinerja tim tidak konsisten dan Persib harus gagal menembus babak delapan besar. Musim kedua ini bisa dikatakan musim terbaik Zaenal Arif bersama Persib Bandung, Abo bermain sebanyak 30 pertandingan dengan melesakan 10 gul. Zaenal Arif menjadi pilihan utama Arcan Iurie di lini depan berduet dengan Bekamenga atau Redouane Barkoui. Abo sang duta pajak ganteng saat ini, mampu mencetak gul-gul spektakuler di musim itu melalui tendangan jarak jauh ketika bertandang ke kandang Persikabo Bogor dan melakukan tendangan pinalti ala panenka ketika beruji coba dengan tim Malaysia.

Memasuki musim ketiganya bersama Persib, Zaenal Arief mulai kalah bersaing dalam memperebutkan satu posisi di lini depan Maung Bandung. Bergantinya tongak estafet pelatih ke Jaya Hartono, membuat Zaenal Arief harus merelakan posisinya kepada Hilthon Moreira dan Rafael Alves Bastos di putaran pertama. Memasuki putaran kedua, Zaenal Arief pun tidak menjadi pilihan utama Jaya Hartono, Jaya lebih memilih merekrut striker naturalisasi yaitu Christian “El-Loco” Gonzalez. Masuknya Gonzalez, kembali membuat Abo menjadi pilihan kedua Jaya Hartono. Abo hanya memainkan 13 kali pertandingan dengan mencetak 2 gul. Musim ini pula musim terakhir Zaenal Arif berbaju Persib Bandung. Putra Cikajang ini gagal memberikan gelar juara bagi Persib Bandung. Zaenal Arif gagal melanjutkan trend Cikajang Boys yang mampu memberikan gelar juara bagi Persib Bandung seperti pendahulunya yaitu Adeng Hudaya.

Kesedihan yang menimpa Garut akibat bencana banjir bandang saat ini menambah kesedihan para pemain asal Cikajang yang begitu sulit menembus tim utama Persib Bandung. Selepas Zaenal Arif, sebetulnya ada nama Rudi Geofani. Pemuda asal Cikajang yang sempat menjadi striker andalan Persib U-21. Rudi bahkan mampu membawa maung ngora menjadi juara Liga Super Indonesia U-21 pada musim 2009/2010. Di musim yang sama Rudi pun sempat magang di tim senior Persib Bandung. Namun, setelah itu karir Rudi seolah meredup bahkan sekarang sudah tidak terdengar lagi kabar mengenai Rudi Geofani.

Estafet pemain Cikajang boys paling kekinian dipegang oleh Yandi Sofyan Munawar yang notabene adik dari Zaenal Arief. Striker muda yang memiliki pengalaman menimba ilmu di luar nagreg ini sampai saat ini masih setia menghangatkan bangku cadangan Persib Bandung. Dalam gelaran Indonesia Soccer Championship, Yandi Sofyan bahkan belum pernah diturunkan sekali pun dalam pertandingan. Dalam ajang turnamen-turnamen seperti piala Presiden, piala Bhayangkara dan piala-piala lainnya Yandi jarang sekali mendapatkan menit bermain. Tercatat hingga saat ini Yandi baru mencetak 1 gul dalam ajang resmi bersama Persib Bandung. Gol tersebut dicetak saat Persib berhasil mengalahkan New Radiant dengan skor 4-1.

Jarangnya Yandi mendapatkan menit bermain di Persib Bandung merupakan sinyal berbahaya bagi karir sepak bolanya. Pada usia yang sudah menginjak usia 24 tahun, Yandi seharusnya mendapatkan menit bermain lebih banyak guna mengasah mental dan skill dalam sebuah pertandingan. Yandi seharusnya bisa mencontoh sang kakak, Zaenal Arif. Dulu Zaenal Arif pada usia 24 tahun sudah menjadi andalan Persita Tangerang dan telah mencicipi bermain untuk Timnas Indonesia. Walau dari segi memberikan gelar juara untuk Persib, Yandi sebenarnya lebih baik dari sang kakak. Yandi mampu mempersebahkan Piala Presiden untuk Persib Bandung, walaupun dia jarang tampil untuk Persib. Namun tetap, nama yandi tercatat sebagai bagian dari skuad Persib yang menjuarai Piala Presiden. Namun, Yandi seharusnya tidak puas dengan memberikan gelar tapi tanpa memberikan kontribusi yang cukup. Yandi seharunya lebih terpacu untuk bisa menunjukan kualitasnya agar mampu menarik perhatian coach Djadjang Nurdjaman.

Yandi harus bisa termotivasi oleh prestasi sang kakak dan harus bisa melampaui karir gemilang Zaenal Arif di persepakbolaan Indonesia guna mengharumkan nama Cikajang. Yandi harus mencontoh perjalanan karir sang kakak yang harus rela pergi keluar Persib guna mencari menit bermain dan mengasah kemampuannya. Jangan sampai karir Yandi Sofyan sebagai Cikajang Boys melempem dan hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

Seperti kota Garut yangs edang dilanda bencana saat ini, pasti Garut akan bangkit dan kembali menjadi kota yang lebih siap. Semoga Garut segera kembali bangkit dari bencana dan juga semoga para pesekbola Garut kembali menunjukan tajinya di persepakbolaan nasional khusunya Persib Bandung! #PrayForGarut, Hidup Persib!

@jay

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart