Hatur Nuhun My Lord

Sebagey suporter yang loyalitasnya sudah teruji dunya akherat, ribuan Bobotoh long march dari Kodam 3 Siliwangi ke Jawa Tengah. Aya anu ngiring rombongan bus, numpak pesawat, sepur, kendaraan pribados, nu nyewa elp enk ink enk ge aya wae jiga na mah. Semua Bobotoh lakukan untuk mendukung dan menjaga kehormatan Persib Bandung.

Hujan badag enjum menyambut Bobotoh yang menonton langsung pertandingan babak 8 besar piala Presiden di stadion Manahan, Solo. Hujan rupanya enggan untuk berhenti total, hujan kadang nyokclak, kadang ereun di sepanjang 2 x 45 menit. Walau hujan terus mengiringi, Persib yang ditopang ribuan Bobotoh tetap melangkah gagah memasuki arena pertandingan.

442 vs 4231

Bow digeder terus ku Djanur dengan langsung dipaenkeun di sayap kanan padahal baru beres seleksi Timnas. Zola yang baru beres seleksi Timnas oge maen karena Bazit Creative Production ijin senah, ada deadline dubbing anyar katambah nyeri engkel pas latihan. Sisanya sih pemaen andalan Djanur kabeh termasuk si Henhen Rapih, dan satu kejutan. Bobotoh anu biasa nyakseni Persib di babak penyisihan mah, reuwas oge ku diasupkeunna Lord Atep di jadi tim inti. Sabab saacanna always asup di babak kadua, plus match kahiji lawan PSM mah batal main sabab akit cangkeng.

Untuk ke sekian kalinya Uda Jafri mencoba melawan Djanur dengan pola 4 pemaen tengah. Kehilangan Bayu Pradana diakalan Jafri dengan maenin Yogi dan Aldino di barisan penyerang. Septian David di kiri dan mantan yang sempet takode-kode di IG moal maen aipek angger maen geuningan, Zulham Zamedud, di kanan. Sedangkan di tengah, bocah bernama Dhika dimaenin buat menopang Oh In-Kyun menyusun serangan.

Duet In-Kyun dan Dhika teu walakaya atuh menghadapi trio Dado – Mas Har – Zola mah. Terutama menghadapi duet engine room Persib, Dado Ceker dan Mas Har. Dengan hanya menempatkan satu orang gelandang bertipikal bertahan bahkan bisa membuat Zola bermain cukup leluasa. Sering terlihat Zola begitu enjoy nyusun serangan, mundur ka tukang menta bola terus oper ka flank atau ka hareup tanpa gangguan yang berarti, tercatat di pertandingan kali ini Zola berhasil menciptakan 1 buah peluang mencetak gul hanjakal bola terobosan Zola gagal dimanfaatkan Sergio menjadi gul.

Hanya saja, Zola masih perlu dengan segera mengasah kemampuan pergerakan tanpa bola. Sudah ada kemajuan soal kawani mah, terutama mun lawan gelandang bertahan nu sesama budak u-23, tapi perihal kesepahaman dengan duet poros ganda dan pemaen gawir dan penyerang tunggal Zola masih harus kebut belajar. Asa masih terlalu sering paamprok dengan Bow dan kadang kala posisi nanggung ngahalangan pergerakan Dado yang naek atau Sergio yang turun.

Di atas kertas Djanur emang jiga pake pola 4-2-3-1, tapi pas prak na sih trio gelandang aktif bergerak saling menutup saat defend dan mengisi saat menyerang, sering tiluan berdiri sajajar. Sebelum EW masup, terlihat jelas lini tengah Kukar eleh terus oleh lini tengah Persib. Selain karena kurang jelema, juga karena Oh In-Kyun kurang mendapat support. Ketika In-Kyun modol apu, sudah weh Kukar kurang kreasi menyerang. Ini mirip ketika Persib berhasil mematikan Pluim dan Mas Noto di penyisihan grup.

Bola Mati

Oh In-Kyun terlihat ripuh kalo nyusun serangan karena manehna jelas kurang canggih kudu ngaliwatan dua gelandang bertahan berkelas Persib, Mas Har dan Dado. Koploknya, In-Kyun emang jago urusan tendangan bola mati euy. Di babak pertama Kukar tidak punya peluang mencetak gul yang tercipta dari permainan terbuka. Kukar Cuma bisa bikin 2 peluang bahaya, salah satunya menjadi gul. Kedua peluang tersebut tercipta dari situasi bola mati satu dari sepak pojok dan satunya lagi tina tajongan bebas.

Walau bermain nagen, namun nyatanya penyakit defend set piece kamana wae pemain Persib kembali muncul dalam laga ini. Dua gol yang terjadi ke gawang Bli Made sebenernya asteukud. Gol pertama Mitra Kukar terjadi melalui situasi bola mati selepas Persib unggul melalui gol Lord Atep. Oh In-Kyun sebagai eksekutor bola mati Mitkuk dengan pinter melakukan tendangan langsung ke gawang Bli Made dari sisi kiri pertahanan Persib. Bola tendangan In-Kyun ternyata memantul di depan Made sehingga Made aget, dan salah mengantisipasi bola tendangan In-Kyun sehingga bola ngadon asup ka gawang dan sakatingali jiga disosor ku Gotor anu lolos ti penjagaan Vlado.

Kuduna gol kahiji Kukar tidak perlu terjadi andai saja Bli Made lebih fokus. Titik tendangan bebas di sisi kiri Bli Made eta emang kelemahan Made pisan jigana. Ini bukan pertama kalinya Bli Made gagal mengantisipasi sepakan bebas dari posisi tersebut, ketika lSL 2014 Bli Made juga kebobolan dari posisi seperti itu ketika Persib dijamu oleh Persijap Jepara, terus gul Wawan Febriyanto pas PBR meunang 2-1 di babak 8 besar. Dan asa ada beberapa gul lagi dari posisi di sebelah kiri eta, tapi kami poho kabobolan nu mana wae pastina mah.

Deden yang udah ngadagoan di tikungan buat ambil alih posisi kiper inti harusnya membuat Bli Made waspada jangan memperlihatkan kelemahan seperti itu. Kabayang atuh jiga baturan kami, kabogohna menta dilamar tapi masih teu wani ngalamar, padahal ada lalaki lain yang sudah punya pekerjaan tetap siap menerkam langsung ngalamar begitu si doi megatin hubungan.

Well, bukan Cuma Bli Made yang butut dalam antisipasi tendangan bebas. Eta si Gerri Mandagi kotka 3 kali kabobolan dari situasi tendangan bebas. Gol pertama yang diciptakan Lord Atep pada menit ke 11 dengan melakukan bola chip kelas pisan atuuh skill Eropah emang kaya gini, tenang di kotak terlarang, terjadi setelah mampu memanfaatkan tinjuan kurang sempurna dari Gerri Mandagi berkat umpan tendangan bebas jarak jauh Dado The Ceker. Kemudian situasi tendangan penjuru juga riweuh ngajedog aja di garis gawang, enakeun weh Vlado sundul tarik ka gawang. Dan yang ketiga, aget tendangan bebas Shohei kena mistar gawang, telat bereaksi menutup Lord Atep sundul bebas bola muntah.

My Lord, the real number 7

Duel no 7 nu cenah dua-duana ngidolakeun CR7 dan bertindak sebagai kapten di masing-masing tim. Emang geus pantes Atep jadi bintang di pertandingan ieu. Dua gul tercipta berkat insting ketenangan mematikan di kotak terlarang bak buaya yang sedang dikasih makan randa dirontok we langsung. Kami selalu percaya, bila hujan menghiasi laga Persib Bandung, Lord Atep akan tiba-tiba ajaib karena memiliki magis dari rambut sirip hiu. Kekuatan rambut sirip hiu Lord Atep akan bekerja dengan semestinya tatkala berjumpa air hujan.

Meski sebelumnya dicadangkan terus oleh Djanur selama babak penyisihan grup Piala Presiden, Lord kita ternyata masih memiliki kelas untuk membuktikan kapasitasnya. Brace yang dilakukan oleh Lord Atep malam ini ditutup oleh selebrasi mecium badge Persib sambil menghadap ke tribun selatan yang dipenuhi oleh ribuan Bobotoh. Lord Atep memang jungjunan kita semua. Selebrasi cium badge seakan penyataan kepada semua yang meragukan dirinya, bahwa dia masih mencintai Persib dan memiliki sesuatu untuk membantu Persib meraih kemenangan.

Zulham justru bermain nervous sabab diteror terus ku Bobotoh di tribun. Makin kuncup-kuncup kawanina mun langsung disanghareupan Mas Har. Tiga kali Zulham disentuh Mas Har langsung ngagoler, dek adian deui meur mah. Maaf Zulham julukan King Zamrun kami lepaskan saja, kamu memang sudah tidak pantas. Seorang bergelar Lord bisa membuktikan loyalitasnya walau tidak selalu maen bagus. Sayang sekali, pemaen yang kami beri gelar King, walau sudah berjasa memberi Piala Presiden taun lalu nyatanya tidak sanggup membuktikan kepada Djanur kemampuannya juga loyalitasnya.

Lain-Lain

Shohei semalem maen pertama kali jadi penyerang tengah untuk Persib, dan jigana bakal maen deui di posisi itu karena Sergio van Botak tuurnya beunang. Matsu diproyeksikan buat jadi striker yang bisa membuka ruang, bukan jadi pemantul bola untuk second line. Djanur ingin Matsu jadi striker yang bisa menguasai bola daerah dengan cara ngadu lumpat sakuatna dengan bek lawan. Kabuktian bek Kukar rada hupir lulumpatan wae sejak Shohei masuk. Hanjakal, finishing touch-na masih butut, feel jadi striker jigana belum kembali karena keseringan dimaenkeun Djanur di sayap.

Dalam laga melawan Mitra Kukar malam ini, Matsu gagal memanfaatkan 4 peluang, hanya 1 peluang anu Matsu bikin kemudian jadi gul Atep. Opat peluang Matsu seharusnya bisa menjadi gul, bilamana Matsu teu gurung grusuh dan pede dalam berhadapan dengan kiper. Aya dua peluang papayun-payun dengan kiper mah boa edan atuh lur ai teu asup mah 🙁 . Top skor Persiba Balikpapan saat turnamen Kopi ini belum terlihat sangar saat kembali membela Maung Bandung.

***

Hendra Bayauw kembali jadi momok Persib. Tipikal sayap nu selalu jadi pamaeh bagi Persib, komo Bang Pardi asa jogging hungkul pas kagulan nu kadua mah. Kalau di situ masih Henhen mungkin moal kagulan. Kadaek dan semangat Henhen untuk lumpat ngudag bagoy masih ada. Sedangkan Bang Pardi kayaknya sedikit bete abisnya tiap overlap teu nyambung operannya dengan EW ataupun Bow yang kecapean.

Well, kunci pertandingan semalem ada di 2 kiper yang apeu dalam mengantisipasi bola mati. Sekali lagi, ketika duet double pivot Persib berhasil mematikan playmaker lawan, Persib aman dari serangan open play lawan.

 

Salam, [xuk, jay, dit, rez / bus]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart