Hatur Nuhun!

psy war my as*!
psy war my as*!

Persib menurunkan formasi pakem andalan dengan Bli Made sebagai penjaga gawang, kuartet bek Pardi-Vlado-Jupe-Toncip, khusus nama pertama, abang yang janggutnya makin gondrong kembali menempati pos langganan usai diparkir akibat cedera. Di lapangan tengah Mas Har-Konate-Bang Utina kembali menjadi trio yang diturunkan bersamaan sejak kickoff. Trisula penyerang cukup unik karena justru Tantan yang ditempatkan di ujung tombak dikawal Zulham dan Lord kita semua, A7ep Sevens.

Iwan Setiawan juga menurunkan sebelas pemain pbfc sebagai starter, tapi teu paduli oge sih saha wae nu dipaenkeun. Hasil akhirnya mereka kalah dan kita menang.

Mental Kedua Kesebelasan.

Terkait strategi perang urat syaraf yg dilancarkan PBFC, Djanur meresponnya dengan cool, dengan gaya khasnya dan mengarahkan pemain tidak terpancing dan tetap fokus pada pertandingan. Well, saat maen pemaen tetep terlihat gurung gusuh dan penuh emosi. Setiap ada kesempatan untuk gelut dengan pemain pbfc langsung dimanfaatkan dengan sebaik mungkin.

Di 15 menit pertama Bang Utina sudah menunjukkan siapa penguasa lapangan. Ini Bandung! Budak Jatinangor yang babangusnya kudu diseseuh make rinso cuma bisa menunduk saat dipapatahan Bang Utina. Padahal sesaat sebelumnya dengan enjoy Firman lah yang ngadupak dia dari belakang, tiada perlawanan. Aki-aki bernama Ponaryo mendadak jadi renta dan pendiam, tidak lagi motah ngarasa pang aingna sa endonesia.

Semangat pemain untuk membela harga diri Djanur, Persib dan Bobotoh memang heroik. Walau harus mengorbankan ciri khas kekaleuman permainan Persib. Di titik ini pemain berhasil menyalurkan kemarahan bobotoh menjadi aksi nyata di lapangan.

Di kesebelasan lawan, mental mereka juga kentara terganggu. Kata-kata Iwan justru membuat pemain pbfc bermain dengan ketakutan. Ada rasa segan dan ragu pada permainan mereka. Mungkin sudah terbayang bagaimana malu nya jika kalah nanti.

Rasa takut dan bayang-bayang bakalan malu membuat pemain pbfc tidak fokus. Disini terlihat beda nya kelas Boaz dan para pemain pbfc lainnya. Mental juara Boaz tidak membuatnya kehilangan fokus. Hanya ada satu celah dalam mental kokoh Boaz, sepertinya dia sadar rekam jejak dirinya yang tidak pernah mencetak gol di bandung. Hal itu menghantuinya sehingga Kakak Bochi kehilangan ketenangan saat mendapat peluang emas di babak kedua. Hilang sudah kesempatan pbfc untuk lolos. Mungkin di akhir pertandingan Boaz berpikir sambil gogodeg, “kenapa sa bermain buat pelatih tidak berkualitas seperti ini? Kenapa tidak ikut Zulham maen di klub yang beneran besar? Ckckck nasib nasib”

Kisah Pilu Sisi Kiri Pertahanan Persib.

Pertahanan bagian kiri Persib kembali menjadi sumber derita. Toncip sepertinya belajar dari pengalaman, jangan memberikan ruang untuk sayap pbfc berlari, untuk itu Toncip bersiap di posisi yang lebih dalam. Jero teuing sebenarnya, maenya jarak 5 meter dari garis gawang, emang moal aya nu sprint didinya lah.

Maka seperti itu lah gol Jamul bermula. Toncip siap siaga berdiri 5 meter dari garis gawang, agar Boaz kalaupun melewatinya tidak akan bisa sprint. Tugas merebut bola diserahkan kepada Atep, dan kita semua tahu tidak ada sejarahnya Atep bisa bertahan dengan baik. Atep diminta merebut bola dari pemain teknik tinggi bernama Boaz? Tugas berat bagai diminta memberantas korupsi negeri ini. Mas Har ada juga di kotak penalti, terlalu terlambat untuk membantu Atep.

Umpan silang dikirimkan. Penempatan posisi Made error, error kedua dalam dua pertandingan, kedua error tersebut berbuntut kebobolan bagi Persib! Vlado udah keburu maju buat serangan balik karena percaya Made bisa memetik bola umpan silang itu. Jamul bebas mencetak gol. Hasyeum.

posisi sisi kiri pertahanan persib
Antara Atep, Toncip, dan Boaz

PR Uwak untuk musim depan, kalau ada musim depan, adalah mencari solusi untuk bek kiri luar Persib yang berkali-kali membuat Persib kesusahan. Solusi internal untuk sementara dari Djanur bisa berupa mengasah kembali komunikasi diantara pemaen-pemaen yang ditugaskan menjaga pertahanan di area tersebut. Atep tidak seperti Sinaga. Pendekatan lain harus diambil Djanur. Entah mengembalikan Atep ke posisi di sebelah Uwak dan memainkan Tantan, atau membuat salah satu dari poros ganda lini tengah Persib lebih melindungi Toncip dan mengorbankan struktur poros tengah. Keputusan di tangan Mang Djajang.

Taktik Pelatih Berlisensi B AFC vs Lisensi A teuing naon (Insya Alloh dari KNVB.)

Si Iwan terlihat rada reuwas dengan skema awal Persib yang di luar dugaan. Sedangkan taktik pbfc yang dia jalankan ternyata biasa-biasa saja dan sesuai perkiraan DJanur.

Taktik Djanur yang dibilang biasa-biasa saja menjadi luar biasa saat Spaso dengan fungsinya sebagai pemantul bermain. Disimpannya Spaso di awal laga sebagai bagian dari taktik Djanur untuk menguras stamina bek PBFC. Terlihat sejak di leg pertama kuartet bek PBFC sering keteteran jika diadu balap dengan Zamrun atau Tantan.

Djanur memang menggunakan lumpat sayap-sayap Persib sebagai rencana utama mencetak gol. Tapi ketika mereka gagal mencetak gol cepat yang diminta, Djanur memainkan rencana B di babak kedua. Bisa dibilang rencana B Djanur berhasil. Gol persib muncul dari umpan-umpan melambung tinggi ke kotak penalti pbfc. Bek-bek pbfc yang napasnya udah hariwang, boro-boro bisa ngajleng berduel dengan Spaso. Nice plan from Djanur.

Posisi tim penyerang Persib sangat cair di babak pertama. Zulham kadang di kanan, kadang di kiri, pernah juga menyundul umpan silang Tantan di kotak penalti. Tantan juga begitu. Atep kadang di kiri, kadang ke tengah bertukar posisi dengan Konate. Utina juga bahaya dengan suka tiba-tiba muncul dari lini kedua. Posisi yang cair penuh permutasi posisi ditambah semangat membara membuat Persib sering kehilangan pola dan struktur.

Cristiano Zunaldo dan Vladimir Darwis.

Pemain terbaik sekali lagi layak diberikan kepada Zulham Zamrun. Gol kedua Persib sungguh luar biasa. Penempatan posisi dan penyelesaian akhir Zamrun ini tidak dimiliki striker persib lainnya: Tantan, Prince Yandi, Rudiyana, bahkan yang sekaliber Spaso sekalipun. Memang Konate juga mencetak gol penting dan berperan di gol kedua, tapi selebrasi Zulham lah yang memberinya nilai lebih sehingga layak diberi hadiah man of the match. Begitu emosional dan ngasih bujur ke Iwan Setiawan! Psy war my as*!

Satu hal yang selalu enak untuk dinikmati adalah bagaimana Zulham selalu bisa mengontrol bola-bola sulit operan dari kawannya. Di masa lalu pun sulit menemukan pemain Persib yang hampir 100% bisa menerima operan dari pemain lain. Bekamenga, Tobar, Ikene Ikenwa, Gonzales, Suchao, semua masih kalah oleh Zunaldo.

Tak kalah edan dari pertandingan semalam adalah permainan Vladimir Vujovic yang tanpa pernah terlihat lelah maju mundur, dari satu kotak penalti ke kotak penalti lainnya. Setiap membawa bola, bayangan kata-kata Robby Darwis “Halik Ku Aing!”menggantung di atas kepala Vlado.

Tidak ada yang bisa menghentikan Vlado. Jamul sempat bermain api memprovokasi Vlado, hasilnya dia yang mundur saat dilawan plus bonus kartu kuning, nasib serupa juga dialami Diego. Satu bonus poin lagi untuk Vlado karena tejehan nya mendarat dengan telak di dada Galih.

Kamerad dari Balkan menuntaskan tugas dengan memenuhi janji untuk tampil di konfrensi pers pasca pertandingan. Open mic yang dilakukan Vlado dengan tenang dalam presscon memuat tiga statement untuk Iwan Setiawan:

Dear coach, jangan menganggap diri terlalu tinggi, karena saat kau jatuh, rasanya akan sangat menyakitkan,”

“Nomor 2, hormati sang kampiun, karena sang juara perlu dihormati,”

“Nomor 3, jangan meremahkan torehan kita musim lalu, karena kita masih menjadi juara saat ini,”

Penutup Dari Djanur

Menanggapi psy war tidak berkelas Iwan, Djanur menjawab dengan woles. Dalam konfrensi pers pasca pertandingan, dia berujar:

“Saya sesalkan omongan dia tidak terbukti karena akhirnya dia yang pulang. Kita yang melaju,”

“Bangga bisa kalahkan tim yang dilatih pelatih yang katanya strateginnya lebih bagus dari kami. Yang kedua makasih Iwan sudah mancing penonton sampai membludak. Selebihnya saya tidak ingin banyak komentar,”

Kepada Coach Djanur dan seluruh pemain, kami haturkan nuhun yang sebesar-besarnya. Kerja keras dan perjuangan kalian dalam membela harkat darajat Persib akan selalu kami kenang. Kalian Juara!

@dit @bus

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

p.s poto zulham credit: someone on twitter | screen shoot highlight by simamaung.com

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart