Kemenangan Pertama

LPMdefault

Puji Syukur akhirnya Persib bisa meraih kemenangan pertama di kompetisi ISC. Diraih dengan cara yang Dejan banget. Formasi andalan Dejan emang udah dipake sejak kick off. Kuartet bek Dias – Vlado – Purwaka – Toncip. Trio Mas Har (c) – Kim Golden Boy – Ino Pugliara. Laly yang sukses menggeser Lord Atep ke lini bench, dan kembali membuktikan kepantasannya sebagai starter, Samsul Piero dan Encos Belencoso.

Ada kabar baik dan kabar buruk dari pertandingan melawan Bali united.

Layak mendapatkan Clean Sheet

Kabar baiknya adalah barisan pertahanan kembali meraih clean sheet dan mereka memang pantas mendapatkannya, karena hampir sepanjang pertandingan berhasil memaksa Bali kesulitan menciptakan peluang bersih di dalam kotak penalti.

Kata Vlado:

“Kami sangat kokoh di garis akhir pertahanan, dari orang pertama Belencoso di depan hingga Made semua bermain bersama saat bertahan hingga menyerang,” [simamaung.com]

grafik percobaan bali utdGrafik percobaan mencetak gul Bali United

Hal ini banyak dibantu oleh lini serang Bali yang kurang kompak dalam menyerang. Lucas Patinho gelandang sebagey milik Bali maen terlalu ke sayap di babak pertama. Mungkin niatnya untuk mencecar area Dias Angga yang maen butut di pertandingan sebelumnya, sayangnya Mas Har maen joss membantu area kanan Persib, ditambah lagi Vlado juga rajin membantu menutup lubang di kanan. Vlado jigana sudah semakin paham celah bagaimana yang akan dibuat oleh Dias, sehingga hampir sepanjang pertandingan si hati biru bisa mengantisipasi serangan Bali di sisi kanan.

Sebenarnya ketika Mas Har ketarik ke sayap, poros tengah Persib bisa keteteran, tapi malam tadi, terutama di babak pertama, teu kajadian. Fadhil Sausu yang di 2 pertemuan sebelumnya banyak diberi kebebasan untuk merancang serangan dan mendistribusika bola malam tadi merasakan hupirnya tamu maen kalau di bandung. Sejak babak pertama Ino rajin turun untuk menganggu pergerakan Fadhil. Puncaknya adalah ketika tekel bahaya Kim Golden Boy telak masuk ke engkel kanan Fadhil di babak kedua. Mas Har juga beberapa kali molototan Fadhil. Dengan Fadhil dan Patinho maen rivuh dan butut, lini pertahanan Persib lebih kaleum.

Usaha-usaha mencetak gul dari bali hampir semua dilakukan dengan tendangan macan di luar kotak penalti yang arahnya suka sakumaha kanyut melengkung.

Di babak kedua, Patinho maen lebih ke tengah dan sempat bikin Persib rariweuh, karena Mas Har jadi sering ngagantung galau kudu mantuan melindungi sayap atau bertahan di tengah menjaga gerbang. Apa lagi si Golden Boy yang ancleng anclengan kaditu kadieu tanpa memiliki kesadaran posisi kawan yang joss bikin kepanikan sering terjadi. Hanya pengalaman Vlado dan Purwaka yang membuat kuartet bek tidak kabawa bocor jiga gelandang tengah.

Dua jempol buat barisan pertahanan Persib.

Dek Kitu-Kitu Wae Terus Gul na?

Kabar buruk, teu buruk-buruk teuing sih, semu ladu lah mun cau mah. Bisa dinilai dari gul-gul persib. Satu gul dari pinalti yang sampai cicadas bebas dari PKL nanti tidak akan keluar replay hand ballnya, dan satu gul lagi dari spekulasi crosssing tarik teuing Laly. Selebrasi nepak tarang Laly epik pisan sih, bari seuri bari nepak tarang sabaraha kali. Hahaha. Untung kiperna lain si Dicky.

Pola serangan Dejan masih hapeuks. Terutama di sisi kanan dimana Sam Piero untuk kesekian kalinya tidak memberikan dampak yang spesial bagi Persib. Maen terlalu dua dimensi, Sam Piero kekurangan pergerakan tanpa bola yang joss untuk membuat peluang bagi dirinya sendiri. Mipir gawir hayoh, disangka gampang ngoperan ka gawir terus bisa gutak gitek lewat dua pemaen sebelum crossing. Teu.

Samsul Del Fiero butuh lebih banyak pergerakan masuk ke kotak penalti, terutama saat Encos Belencoso turun memancing bek atau mengambil bola. Dias Angga yang inkonsisten dalam melakukan overlap dan operan yang meded membuat Sam Piero yang butuh mengubah permaenannya dibandingkan ngadagoan ada kombinasi ciamik dengan Dias atau Basna.

Di sisi kiri, kombinasi antara Toncip dan Kaka David Forget justru semakin matang saja. Operan Toncip yang memang hade dan sering nepi dan bisa dikontrol oleh kawan sering dimanfaatkan Laly sebagai dadasar sebelum melakukan drible bahaya melewati bek sayap lawan. Timing melakukan overlap Mas Toncip juga semakin baik. Setelah minggu lalu Zulkifli ditusbol-tusbol sama Laly dan Toncip, minggu ini Hasyim Kipuw yang jadi pesakitan. Padahal Zul dan Kipuw itu bek sayap jago loh di endonesia.

Kombinasi Laly – Toncip ini memiliki potensi menyamai level Bang Pardi dan Haji ridwan. Tinggal bagaimana mereka menjaga konsistensi dan menaikan terus level kesepahaman. Ada banyak ruang untuk dikembangkan, seiring waktu ketergantungan ke sisi kiri Persib mungkin bakal terus bertambah.

Poros tengah tidak sehade basa di borneo minggu lalu, berarti bisa jadi permaenan babak pertama lawan pbfc dimana Ino – Belen dan Kim maen enjoy menggempur poros tengah pbfc karena Popon – Tarik dan Sandi Suthe butut, lain karena emang hade kombinasi trio eta. Hufet. Di hadapan Fadhil dan Hendra Sandi dibantu Ahn Byung Keon boro-boro bisa oper-operan pendek yang menembus kotak penalti bali.

Kim motah kaditu kadieu, Ino ripuh mengalirkan bola di area pertahanan Bali dan Belen lawan Ahn tidak segagah saat lawan Aang Suparman. Ino loba teuing pegang bola di area yang lebih dalam membuat justru Kim yang bisa maen lebih maju.

Jangan Puas Dulu!

Kata Dejan:

“Tentu saja banyak tekanan tapi kami ambil positifnya. Ini pengalaman yang bagus untuk tim. Saya senang pemain kerja keras. Puji Tuhan kami dapat tiga poin hari ini,” [Pikiran Rakyat]

Bagaimana respon tim menghadapi tekanan bobotoh sih yang harus terus diasah oleh Dejan. Setelah menang, ekspektasi bobotoh berikutnya adalah permaenan Persib yang teu nyieun tunduh, secara eta maen peuting wae euy. Juga gul-gul yang berasal dari skema serangan yang matang.

Well, semoga bisa lebih baik lagi coach. Dibandingkan dengan permaenan-permaenan di bhayangkara cup dan game pertama ISC, memang pola aliran bola sudah lebih baik. Berarti bisa lebih baik lagi dong.

Akhirul kata, nuhun sudah bisa menang dan membuat malem minggu tidak suram. Sampai jumpa lagi.

 

@bus @xuk

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya