Kitu Weh Haben Mang Djanur

 

Huleng Deui Wae Jupe?
Huleng Deui Wae Jupe?

Derby bandung, persib harus tanpa didampingi bobotoh di jalak harupat. menurut penglihatan orang awam diatas kertas persib seharusnya mudah memetik 3 poin. Apa lacur, kekalahan kedua di SJH yang diraih. Streak tidak terkalahkan di laga tandang juga musnah.

Mengejutkan sejak awal karena di starter team sheet  tidak ada nama hariono. Lebih mengejutkan lagi, 5 jam sebelum kick off, team sheet persib sudah beredar di twitter. Utina kembali ke tim dan Konate kali ini ditemani oleh Taufiq yg bermain cantik pada saat melawan gresik minggu malam lalu.

Teu Kreatif.

Pada pertandingan kali ini terlihat para pemain persib kesulitan dalam menembus pertahanan lawan yang sangat rapat. beberapa kali serangan yang dibangun firman dan kawan-kawan tidak membuahkan hasil akibat pertahanan berlapis serta kegemilangan kiper pbr yang membuat para pemain frustasi.

Yang perlu disoroti pada pertandingan ini adalah kedua sayap persib. Beberapa kali persib mencoba untuk mengeksploitasi sisi kanan yang dimotori oleh duet Ridwan dan Pardi. Namun, yagitudeh dari 12 percobaan crossing yang dilakukan Pardi hanya 5 yang mengarah ke teman-temanya, sisanya teuing ngapung kamana. Sejago-jagonya striker kalo yang ngasih umpan cavruk model gini bakalan susah buat cetak gol. Ada juga Ferdinand yang performanya tidak seciamik ketika melawan gresik,  Ferdi kerap kali melakukan salah operan dengan pemain lainnya.

As always, as usual. Plan Djanur adalah menyerang lewat kedua sayap untuk kemudian bergeser ke tengah, baik via crossing ataupun tusukan tajam Tantan/Ferdi/Ridwan. Membaca pola serangan persib semudah membaca kalender, jelas mana merah mana hitamnya. Hampir semua pemain sayap persib juga memiliki karakter yang mirip, ini yang membuat variasi serangan menjadi tidak ada sama sekali. Tidak ada kreativitas dalam pola serangan Djanur.

Egoisme dan Mentalitas.

Selain kekurangan kreativitas, barisan penyerangan perisb juga kentara kekurangan visi dan flair. Padahal terbiasa latihan bareng, bahkan sampe maen bareng di pangandaran, tapi tetap kesulitan memahami kemana teman akan bergerak saat bermain di pertandingan sungguhan. Well, di beberapa pertandingan pergerakan off the ball para pemain kadang suka klop juga sih. Mungkin yang jadi masalah adalah mental ketika sedang tertinggal dan bermain di SJH.

beberapa saat sebelum wasit meniup pluit panjang babak pertama persib punya peluang emas diawali oleh crossing mendatar Ridwan bola tepat mengarah kepada dua pemain persib, Djibril dan Konate. Djibril yang sudah aut op posisyen memaksa menendang bola, padahal dibelakangnya ada Konate yang jauh lebih menguntungkan posisinya dibanding Djibril alhasil babak pertama diakhiri skor 0-0.

Di ujung babak kedua persib juga bisa menyamakan kedudukan jika Atepnaldo mau mengoper bola kepada Vujo, bukanya berusaha untuk maruk! ini permainan satu tim tep lain soranganeun!!! Pluit panjang pun ditiupkan wasit persib eleh 1-0…

Toncip, Dimanakah Kau Berada?

Babak kedua dimulai persib masih mendominasi, tapi satu kesalahan pemain persib membuat crossing dari david laly lolos ke sisi kiri persib. Dimana Toncip?? entahlah… musafri dengan bebasnya mencetak gol telak ke gawang made.

Seperti tidak belajar dari kesalahan. Sejak musim lalu, sisi fullback kiri persib adalah bagian yang sangat rentan. Pun fullback kanan juga sering mudah diterobos lawan. Lebih parah adalah, Pardi dan Toncip sering kali out of posesion ketika crossing datang dari sisi sebaliknya. Keduanya jarang melakukan marking ketat kepada pemain yang bergerak dari area kekuasaan mereka.

Sampai saat ini, kedua fullback starter Persib kurang mempunyai persaingan internal. Menjadikan maen keduanya terlalu santai dan nyaman. Tidak ada niatan untuk berkembang lebih baik lagi demi Persib. Wa Haji, semoga di bursa transfer berikutnya bisa mendatangkan fullback yang jago!

Taktik Teu Ngotak.

Setelah unggul pbr langsung mengantisipasi serangan sporadis persib dengan menumpuk semua pemainnya untuk berada di lini pertahanan.

Di babak kedua Djanur mengganti Ferdi dengan Tantan. Pergantian yang biasa tanpa merubah taktik. Kemudian Coach juga menurunkan Atep menggantikan Taufik, tapi gak ada efek apa-apa, malahan pada menit-menit akhir peluang emas persib dibuang begitu aja oleh Atep. Padahal kalau dioper mungkin beda cerita. coach janur jelas kalah taktik terlalu monoton selalu mengandalkan sayap2nya. sepertinya djanur mah gapunya plan kedua kalo lagi stuck teh euy!

sebenernya permainan pbr tiada yang istemewa, hanya saja coch pbr lebih ngotak dibanding djanur, jadi mang Djanur kudu loba diajar taktik deui. Ulah kitu weh haben taktik teh.

#Persib #HariPersibSedunia #tcn10

@omz @xuk @bus