Kuartet Bek Djanur

the fabulous four

Sebagai pelatih bertipikal memegang teguh the winning team, agak mengejutkan sebenarnya saat Mang Djanur memutuskan untuk merotasi kuartet bek persib di pertandingan melawan Lao FC.

Persib belum berada di titik dimana rotasi dibutuhkan, karena kondisi fisik pemain inti masih dalam tahap yang bagus, pun posisi persib di AFC Cup belum sepenuhnya aman lolos dari penyisihan grup. Alasannya kemudian menjadi masuk akal jika melihat kompetensi lawan dan kebutuhan pemain-pemain pelapis untuk merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya.

Khusus untuk kinerja kuartet bek sendiri, Arsenal di liga inggris sana memberi bukti empiris bahwa bermain bersama selama beberapa waktu bisa meningkatkan pengertian diantara bek dan memberi hasil yang joss. Sepanjang tahun 2013, ketika backfour utama andalan Wenger, Sagna-Mertesacker-Koscielny-Gibbs, bermain bersama, arsenal tidak pernah merasakan kekalahan. Gawang mereka total hanya kebobolan 14 gol dalam 31 pertandingan sepanjang 2013 dan meraih 17 clean sheet termasuk 470 menit beruntun tidak kebobolan.

Kuartet Bek Djanur

Persib di era Djanur (musim 2013 – 2014) hanya bisa menghasilkan 13 clean sheet dari 62 pertandingan selama 2 musim. Artinya hampir 79% pertandingan persib selalu kebobolan. Padahal selama periode itu Djanur hanya menggunakan 13 kombinasi kuartet bek. Rinciannya 8 kombinasi di musm 2013 dan 5 kombinasi di musim 2014.

Bila dibandingkan dengan Persipura, runner up ISL 2014, Jacksen F Thiago menggunakan 12 kombinasi kuartet bek selama musim 2014 saja. Persipura tetap mencatatkan total clean sheet lebih banyak dari persib dengan 12 clean sheet dalam semusim.

Di musim 2013, kombinasi Supardi-Abanda-Maman-Tony dan Supardi-Abanda-Naser-Tony menjadi favorit Djanur dengan masing-masing dimainkan sebanyak 13 kali. Kedua kombinasi ini memberi Persib 5 dari total 6 cleansheet yang diperoleh sepanjang musim 2013. Clean sheet lainnya diberikan oleh kombinasi Jasuk-Abanda-Naser-Tony.

Yang menarik adalah persentase kemenangan Persib saat memainkan kuartet bek inti mencapai 42% berbanding 88% saat kuartet bek andalan Djanur tidak bermain bersama. Persib memenangkan 7 dari 8 pertandingan saat salah satu dari Supardi-Abanda-Maman/Naser-Tony tidak bermain. Poin per pertandingan kuartet bek andalan Djanur adalah 1,69 ppg (Supardi-Abanda-Maman-Tony) dan 1,54 ppg (Supardi-Abanda-Naser-Tony). Kombinasi lainnya menghasilkan total 2,63 ppg.

Musim 2014

kuartet bek DjanurDi musim 2014 ketika persib menjadi Juara, kombinasi kuartet bek Djanur sudah lebih “jadi”. Supardi Natsir di bek kanan luar. Vladimir Vujovic di tengah kanan berduet dengan Ahmad Jufriyanto. Tony Sucipto di kiri luar. Kuartet ini memainkan 21 pertandingan dari total 28 pertandingan yang dimainkan persib.

Pardi-Vlado-Jupe-Toncip Kebobolan 20 gol, menjaga rekor kebobolan per pertandingan nya tetap dibawah 1 (0,95 kebobolan per pertandingan).  Persentase kemenangan dari kuartet andalan ini mencapai 76%. Poin per pertandingan yang dihasilkan adalah 2,38. Selain itu kuartet ini juga memberi 7 dari 8 clean sheet yang persib catatkan musim lalu.

Statistiknya cukup jomplang ketika keempatnya tidak bermain bersama. Kebobolan 10 gol dari 7 pertandingan (1,42 kebobolan per pertandingan). Persentase kemenangannya hanya 29%. Meskipun begitu, setidaknya masih bisa menghasilkan 1 clean sheet.

Sosok yang menarik dari cadangan kuartet bek adalah seorang Jajang Sukmara. 3 musim beruntun sejak dilatih Djanur, Jasuk selalu ikut mencatatkan namanya dalam tim yang meraih clean sheet. 1 di musim 2013, 1 di musim 2014 dan 1 lagi yang paling fresh ketika menghadapi Lao FC kemarin.

Manajemen sepertinya memahami bahwa kebersamaan pemain di luar lapangan berefek terhadap kinerja di dalam lapangan. Banyak kegiatan di luar lapangan yang dijalani skuad persib, umrah, pelesir ke ciamis dan bali, dan di setiap kesempatan pertandingan tandang di asia sering pemain mendapat jadwal untuk bebas bermain bersama.

Banyak hal telah dilalui bersama anggota skuad persib di musim ini, sebagian besar telah bersama sejak kedatangan Djanur musim2013. Pengertian diantara sesama pemain adalah hal penting. Ibaratnya seperti kita di jaman sekolah, study tour dan bermain bersama di luar jam sekolah adalah salah satu kegiatan yang meningkatkan rasa kebersamaan dengan sangat ampuh.

@bus @xuk

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart