Lawan Tanpa Peurah!

PERSIB melanjutkan petualangannya di ISC dengan menghadapi PS Tentara di kota hujan–Bogor, PS TNI bertindak sebagai tuan rumah. Starting line up yang diturunkan Djanur sama dengan saat ngalawan Barito. Mereun ieu winning team-na Djanur, setidaknya sampai putaran pertama berakhir. Bli Made di bawah mistar dilindung empat bek, Vlado, Kaka Basna, Toncip, Jasuk. Poros ganda kembali menjadi milik Mas Har dan Kim Kuncir. Trio penyerangan Ino, Lord Atep, King Zamrun menopang pergerakan Sergio.

Seperti sudah diprediksikan sebelumnya dalam teropong jodoh, PS TNI bakal memulai pertandingan dengan seserebetan plus pressing mulai dari lini pertahanan Persib. Dampak dari permainan yang diperagakan PS TNI tersebut membuat lini pertahanan Persib mau tidak mau sering kali melepaskan umpan umpan panjang yang langsung mengarah ke Sergio yang bertugas sebagai tembok di lini depan. Memanfaatkan umpan panjang langsung ke Sergio membuat beberapa kali usaha menyerang Persib hampos dan dengan mudah diputuskan oleh bek PS TNI.

Pressing tinggi yang dipraktikan tim lawan hanya berlaku di beberapa menit awal saja, kecepatan sayap nu biasana jadi andalan tidak terlihat pada pertandingan ini, padahal biiasana eta nu jadi koncina.

Game over sejak babak pertama

Ningali tina daftar pemain nu  diturunkeun PS Tentara, dicadangkannya Wawan Febrianto menunjukkan Coach Suharto ingin menjadikannya sebagey supersaf. Skenarionya begini, Wawan dicadangkan untuk kemudian masuk di pertengahan babak kadua dengan menggantikan Erwin atau Guntur saat salah satu diantara keduanya geus béak napas, dengan harapan intensitas serangan ti sayap bisa konsisten 90 menit. Tapi, rencana éta  gagal karena mereka harus tertinggal 0-2 terlebih dahulu sejak menit ka 23. Hal ini tentunya membuat panik Suharto, dengan terpaksa Wawan pun asup ti menit 36 mun teu salah. Niat hati mengejar ketertinggalan manéhna kadon kabobolan deui wae. PS tentara geus game over ti babak pertama kénéh.

PS Tentara maké formasi dasar 4-2-3-1 tapi pas praktekna berubah jadi 4-4-2 atau 4-2-4 membuat lini tengah PERSIB enjoy merancang serangan. Keunggulan jumlah pemain di lini tengah dalamsituasi 3 vs 2 dimanfaatkan dengan baik oleh Ino, Kim Kuncir dan Mas Har. Bahkan Kim bisa enjoy masuk ke kotak penalti karena eweuh nu ngajagaan, berhasil mencetak gul dengan kuncirnya berkat asis dari Vlado setelah sebelumnya menerima tendangan bebas berkelas dari Lord Atep. Éta mun eweuh kunciran moal bisa ngagolkeun si Kim.

Pada awalnya PS TNI memang merepotkan lini pertahanan Persib Bandung. Sisi kanan pertahanan Persib kerap dieksploitasi. Memanfaatkan kecepatan Erwin dibantu oleh Abduh Lestaluhu dan Tambun Naibaho. Walau rajin sekali Erwin, Tambun, dan Abduh mencoba menusuk atau mengirimkan umpan, tapi sisi gawir kanan Persib pada malam tadi bermain joss untuk menangkal serangan gawir PS TNI. Jasuk yang bermain di posisi itu sering terbantu oleh Zulham yang sering ikut turun membantu pertahanan dan Mas Har yang juga mengcover agar Erwin, Tambun, dan Abduh tidak sangeunahna di pertahanan Persib.

Selain penampilan PS TNI yang tidak begitu baik, permainan lini pertahanan Persib pun bisa dibilang bermain édun. Persib kembali clean sheet alias teu kaasupan. Vlado dan Basna bermain disiplin serta rapih dalam bertahan. Vlado seperti sudah percaya pada Jasuk dan Basna, beberapa kali meninggalkan garis pertahanan untuk membantu penyerangan. Kamerad kita mampu memberikan asis untuk gul yang diciptakan oleh Kim Kuncir.

Tony bermain disiplin di sisi kiri, walau sempat sedikit paciweuh ketika Wawan Febriyanto sudah dimasukkan oleh coach Suharto AD. Duet Wawan dan Wiganda di sisi kanan PS TNI sering kali mencoba untuk menusuk dan mengirimkan umpan crossing untuk Aldino, namun usahanya tidak diimbangi dengan umpan yang baik, tusukan-tusukan Wawan-Wiganda terlalu mudah dipatahkan oleh Tony.

Selain mengandalkan tusukan-tusukan dan crossing dari sisi gawir, karena rapatnya lini pertahanan Persib, para pemain PS TNI ini seringkali mencoba peruntungan dengan melakukan tendangan jarak jauh yang mengarah ke gawang Bli Made. Namun tendangan dari Legimin Raharjo, Aldino, Erwin dan beberapa pemain PS TNI lain berhasil dimentahkan dengan baik oleh Bli Made. Made bermain gemilang malam ini dan membuktikan bahwa dirinya masih belum habis sebagai penjaga gawang.

Tadi malam semua lini bermain cukup mejeuh, Sergio yang paling mencolok. Dua gul yang diciptakannya bisa jadi titik awak kebangkitannya dan perlahan mental untuk mencetak gul kembali tumbuh dalam dirinya, sekeut huluna sekeut ogé sukuna. Gul kahiji menunjukkan visi bermain dan instingnya mulai tumbuh. Dirinya nyaho kalau umpan dari sayap biasana tara ka depan gawang, mun teu nepi ka tengah, nya ka tihang jauh waé. Maka dari itu berdiri dia di tihang jauh buat nyambut crossing dari Jasuk dengan kepala botaknya.

Sergio juga berhasil mencetak gul melalui kakinya, walau di TV mah tiba-tiba Sergio geus nyengir dan selebrasi karena bola ojol-ojol asup wéh ka gawang. Untung aya replay pas beres babak ka hiji, sehingga bisa melihat proses gul kadua Sergio semalam melalui tendangan jegerna nu gagal diantisipasi ku kiper PS TNI. Buktikan lagi Sergio, kamu masih yoi sebagai striker.

Bli Made for Timnas

Dua pertandingan berturut-turut gawang PERSIB berhasil klinsyit, hasil tersebut tidak terlepas dari peran Bli Made Sports. Dirinya jatuh bangun mengejarmu namun dirimu tak pernah mengerti buat nahan gempuran pasukan tentara. Yang paling vital, éta tendangan Aldino sabaraha meter di depan gawang bisa ditepis sama Bli Made. Penyelamatan seperti itu cuma bisa dilakukan oleh kiper yang punya refleks jempolan. Kemudian syuting tarik jarak jauh Legimin juga bisa diamankan sama Bli Made. Émang karesep Bli Made sih bola kitu mah. Bola yang ditajong dari jauh, émang dasar jagona dalam hubungan LDR. Nahan tajongan jauh kitu ge teu gagal komo menjalin hubungan jarak jauh? Ayeuna kumaha carana Bli Made supaya bisa antisipasi umpan ti gawir. Éta masih jadi kelemahan Made mungkin, kiper-kiper lainna ogé sih di Endonesia mah. Ada satu kejadian di babak pertama crossing ti Lestaluhu, posisi Bli Made error, untung masih bisa sempet diblok sebelum tubrukan sama pemain TNI. Well, jika Made udah bisa antisipasi umpan crossing ti gawir, dirinya bakal jadi kiper paling komplit di Indonesia.

Jasuk-Zamrun to Pardi-Ridwan 2.0 ? 

Jika ada kombinasi paling enakeun pertandingan semalam, nya éta kombinasi ti kanan. Jasuk dan King Zamrun mengingatkan kita kepada duet Bang Pardi dan Bang Haji Ridwan. Gul kedua Sergio hasil dari kombinasi antara Jasuk dan Zamrun yang diakhiri oleh crossing enakeun Jasuk buat diheden sama Sergio. Mungkin jika mereka lebih sering maen bareng kaluar dan tidur satu kamar, kita akan menemukan sayap kanan yang joss lagi.

Jasuk juga nyaman pisan kacirina maen jadi fullback kanan, tanpa menyudutkan Dias, nampaknya mental bermain Jasuk sekarang jauh lebih bagus daripada Dias. Hal itu yang membuat Jasuk terus dipercaya Janur untuk mengisi pos di bek kanan. Katambah kamari mah pas Jasuk nyerang si Erwin éta teu daék trackback, ya Zulham atau Jasuk keenakan buat bikin situasi 2 vs 1 dengan Lestaluhu. Crossing Jasuk udah meded, buat overlap geus teu kagok, wani ngaliwatan hiji dua pemain, cepet oge buat turun lagi ke bawah. Tinggal kumaha Jasuk menjaga konsistensi permainan biar teu labil kembali. Dirinya beruntung berpartner sama King Zamrun yang ada kadaék buat turun bantu pertahanan. Coba kalau dipindah ke kiri dan berpasangan sama Lord? Kudu loba istighfar! Tapi pas lawan Persela doi juga duet sama Atep lumayan jos, kok. Coba banyak ngobrol sama Zulham buat ciptain feel kaya Bang Pardi dan Bang Haji Ridwan. Walau jauh dari kata menyamai setidaknya bisa sedikit mendekati, lah. Pertahankeun, Zul-Suk!

Bermain rapih dan mampu memanfaatkan peluang menjadi kunci kemenangan Persib di malam tadi. Mampu mencetak tiga gol di babak pertama membuat mental bermain pemain PS TNI hancur dan membuat mereka hilang arah sehingga serangan mereka eweuh peurahan untuk Maung Bandung. Walau di babak kedua PS TNI mencoba untuk édan éling coba ngasupkeun, tapi Persib yang sudah unggul bermain lebih santai dan enjoy sehingga mampu mengantisipasi dengan baik serangan-serangan PS TNI. Untung saja penyakit melendoy Persib ketika sudah menang tidak muncul dalam pertandingan tadi, sehingga Persib kembali bisa meraih kejayaan di kota hujan. Hidup Persib.

@jay @fah

Follow kami di @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya