Madura United

 

PELATIH

Anjir! Gomes Oliveira, saha sih sabenerna ieu pelatih? Berhasil membawa Madura United bercokol sebagai pemuncak klasemen ISC hingga giornata ke 21 ieu, Madura masih anteng berada di puncak klasemen dengan raihan 41 poin, hasil dari 12 kali menang, 5 kali seri jeung 4 kali menderita kekalahan, Gomes ini mengawali karir sebagai pelatih pas tahun 2008 dengan menukangi Persebaya u-21, kemudian naik pangkat menjadi asisten pelatih Persebaya senior sampai tahun 2010, kemudian Persiwa, Persela, Persiram silih berganti menggunakan jasanya. Dan hingga akhirnya di tahun 2016 giliran Madura united yang menggunakan jasanya.

Namun meskipun berhasil memuncaki klasemen, nyatanya kini MU tengah kesulitan meraih kemenangan, dalam empat pertandingan sebelumnya MU hanya mampu mencatatakan satu kemenangan saja. Bahkan salah satu kekalahan Madura United didapatkan ketika bermain di kandangnya sendiri, di Old Trafford, saat itu Madura harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC dengan skor 2-5. Dan tentunya laga besok malam tentunya Gomes menargetkan sebuah kemenangan.

FORMASI

Di bawah arahan Gomes, Madura kerap kali menggunakan formasi 4-2-3-1, MU memiliki dua gelandang bertahan yang jos untuk mendukung Gomes menerapkan pola tersebut, Asep Berlian dan pemain asing Dane Milovanovic sebagai poros ganda akan menopang pergerakan Erick Weeks yang berperan sebagai perancang serangan, Dua pemain tengah lainnya akan diisi oleh Bayu Gatra di gawir kiri, dan Slamet Nurcahyono akan mengisi pos gawir kanan menggantikan Engelberd Sani yang sebetulnya sedang meded. Posisi striker tentu akan diisi oleh Aracil Pablo, sebagai doi top skorer euy geus nyetak 13 gul.

madura

KEKUATAN

Madura United merupakan tim yang cukup produktif, terbukti sampai saat ini mereka telah mencetak 35 gol dari 21 pertandingan. Bandingkan dengan Persib yang hanya mencetak 21 gol dari 20 pertandingan. Dari segi penguasaan bola sebetulnya Madura United tidak lebih baik dari Persib. Persib justru sangat edun dalam penguasaan bola, sampai pekan 21 ISC jumlah rata-rata penguasaan bola Maung Bandung adalah 55,85% sementara Madura hanya 51,10%. Ditambah data jumlah total percobaan tendangan ke gawang dari Persib dan Madura United sama-sama telah melakukan tendangan ke gawang sebanyak 193 tembakan. Perbedaannya Madura United mencatatkan 92 tendangan on target dan Persib hanya mencatatkan 83 tendangan on target. Dari data ini dapat dilihat bahwa Madura mampu menyususn serangan yang lebih efektif  untuk mencetak gol.

Kehebatan Madura dalam mencetak gol juga ditunjang oleh para gelandang yang dimiliki Madura United. Terutama di sektor gawir, mereka memiliki pelari-pelari handal macam Bayu Gatra, dan Slamet Nurcahyono. Gerakan-gerakan cut inside ka dalam jantung pertahanan musuh yang dilakukan oleh para gelandang Madura ini seringkali juga menjadi peluang mencetak gul karena setelah memotong bola biasanya mereka akan melakukan tendangan ke arah gawang, atau bola di bawa lagi kedepan lalu akan mengirimkan umpan kepada Aracil Pablo.

Tentu masih ingat dalam ingatan saat Persib berhadapan dengan Madura di Jalak Harupat,  bagaimana Erick Weeks dan Bayu Gatra beberapa kali mampu membuat para pemain belakang Persib begitu ripuh menghadapi kecepatan mereka. Erick Weeks bahkan sempat menggagalkan jebakan offside para pemain belakang Persib, untung saja saat itu dia belegug tidak bisa mencetak gul untuk Madura. Akselerasi serta strategi serangan balik Madura pada saat itu mampu membahayakan lini pertahanan Persib Bandung. Selain memiliki keceptan, para pemain gelandang Madura juga memiliki tendangan-tendangan luar kotak penalti yang cukup joss. Ada Erick Weeks, Dane Milovanovic, Bayu Gatra dan si Fabiano Beltrame nu sok ngadadak maju plus melepaskan tendangan spekulasi nu lumayan alus.

Dalam urusan mencetak gol, Madura United sangat berbahaya diakhir-akhir babak kedua. Total 14 gol berhasil Madura asupkeun ke gawang musuh di menit akhir-akhir babak kedua. Sementara itu awal-awal babak kedua oge teu eleh edunna, karena pada rentang menit ini merupakan rentang waktu kedua paling banyak Madura mencetak gol. Total 8 gol Madura berhasil ngasupkeun ka gawang musuh diawal-awal babak kedua.

madura2
Grapik kagulan jeung nga-gulkeun-na Madura utd

KELEMAHAN

Walau hade mencetak gul diakhir-akhir pertandingan babak kedua, tapi Madura oge paling sering kagulan dimenit-menit akhir. Hilangnya konsentrasi akibat beak bengsin membuat lini belakang Madura menjadi rapuh dan mudah ditembus ditambah Fabiano yang terkadang terlalu maju untuk membantu penyerangan. Lini belakang Madura terkadang suka bingung sendiri apabila menghadapi situasi papuket dari set piece bola tendangan mati. Terkadang ada pemain yang luput dari penjagaan pemain Madura, sehingga berhasil menceploskan bola ke gawang Madura tanpa pengawalan. Arema Cronus berhasil mencetak satu gol memanfaatkan situasti papuket di lini pertahanan Madura.  Selain kesulitan menghadapi situasi papuket, lini belakang Madura paciweuh juga menghadapi para pemain yang memiliki lumpat yang bebelecetan. Srwijaya FC menjadi tim yang mampu memanfaatkan kecepatan pemain tengah dan depan mereka untuk mengobrak-abrik lini pertahanan Madura. Airlangga Sucipto, Beto Goncalves, Hilthon Moreira dan Anis Nabar pernah menceploskan bola ke gawang Madura United dengan menang duel lari dengan para pemain belakang Madura. Untuk penjaga gawang Madura, baik itu Herry Prasetyo dan Joko Ribowo sepertinya kurang baik dalam mengantisipasi tembakan-tembakan jarak jauh baik itu melalui set piece atau open play.

PEMAEN NUMATAK NGABAHAYAKEUN

Sedikit mengejutkan memang melihat Aracil Pablo berada di 3 besar pencetak gol terbanyak, sebetulnya apa yang membuatnya terlihat begitu moncer? Pablo merupakan striker yang lihai memanfatkan peluang apalagi ketika berada di kotak pinalti  lawan. Penempatan posisinya yang bagus dan tepat menjadi keunggulannya untuk bisa menjebol gawang lawan. Gol nya ke gawang Dian Agus dalam pertandingan sebelumnya menjadi bukti penempatan posisi yang joss dari Aracil Pablo. Aracil Pablo berhasil memanfaatkan bola liar hasil tendangan Engelberd Sani yang gagal diantisipasi oleh Dian Agus. Aracil Pablo sudah stand by di dekat tiang jauh tanpa ada penjagaan ketat dari bek PBFC. Selain memiliki penempatan posisi yang bagus, badannya yang kokoh membuatnya cukup enjoy menjadi striker pemantul bola. Kehadiran pemain-pemain gancang seperti Bayu Gatra, Slamet Nurcahyo, Erick Weeks dan Elthon Maran bisa memanfaatkan kelebihan Pablo untuk bisa menahan bola kemudian mengoper lagi ke area kosong lawan yang kemudian akan sangat enak dieksploitasi oleh para pemain yang memiliki lumpat bebelecetan jiga RX KING.

@jay

Follow kami di @stdsiliwangi