Mari Bung Rebut Kembali!

laporan pandangan mata header

Catatan negatif Djanur verseus Jafri Sastra terhenti di Sabtu malam tanggal 10 Oktober 2015. Persib berhasil meraih selisih 2 gol yang dibutuhkan untuk membalikan kekalahan di Kutai. Hasil ini membuat Persib berhasil melakukan reservasi satu tempat di final Piala Presiden. Pertandingan sendiri berjalan seru dan intens, dengan jumlah gol yang terhitung banyak, semifinal ini memang sebuah hiburan top.

Duel Taktik Dua Pelatih Lebih Seru Dibanding Duel Baceo Psywar

Djanur benar-benar harus mengeluarkan seluruh kanyaho miliknya soal taktik dan strategi bermain sepakbola agar bisa mengalahkan Jafri Sastra. Kapan lagi coba bisa menonton pertandingan dimana Djanur menggeber 3 skema dalam satu pertandingan. Menggunakan 4-1-4-1 saat menyerang. Berubah dengan cepat menjadi 4-2-3-1 saat bertahan. Kemudian karena kartu merah kapaksa pola berubah deui menjadi 4-4-1.

Tiga Skema Djanur. 10-45 menit dan menyerang. 46-80 menit dan bertahan. 80-92 dadakan,
Tiga Skema Djanur. 10-45 menit dan menyerang. 46-80 menit dan bertahan. 80-92 dadakan,

Kukar yang diprediksi akan bermain parkir bus damri ngahalangan jalan seperti di terminal Unpad DU, ternyata tidak sama sekali. Bahkan diluar dugaan bermain dengan high press dan berani melakukan jual beli serangan dengan Persib. Kehadiran Eka Ramdani membuat kreasi serangan Kukar lebih baik dibanding saat leg pertama. Kukar memulai pertahanan dengan melakukan pressing tinggi sejak bola masih di area Persib. Ketika bola gagal direbut, pemainnya dengan cepat mundur membuat dua baris empat pemain dalam bertahan.

Rencana Djanur terlihat akan lancar-lancar saja karena dalam 8 menit Persib sudah dua kali membobol gawang Kukar, hanjakal hiji dianulir. Tapi ternyata takdir berkata lain, pertandingan ini harus jadi lebih seru. Skema serangan Jafri yang kentara sudah tahu kelemahan di sisi kiri pertahanan Persib berhasil membalas gol bunuh diri OK John dan membuat Kukar untuk sementara berhasil lolos ke final.

Lagi-lagi sisi kiri pertahanan persib menjadi sorotan. Dengan satu serangan kilat langsung membuahkan hasil. Gol balasan mitra kukar berawal dari pergerakan Hendra Adi Bayau di sisi kiri pertahannan persib. Pemain Tulehu ini bisa meliuk-liuk melewati Toncip, Jupe, dan Hariono! Bahkan berhasil juga memancing Vlado untuk mendekat, membuat penjagaan terhadap Carlos Raul hilang. Tanpa kawalan dan pressure dari pemaen Persib, Carlos Raul berhasil membobol gawang Made.

Obrak abrik saja Yau!
Obrak abrik saja Yau!

Gol nu nyieun matak. Gol yang menghancurkan struktur permainan Persib. Kukar menjadi bertahan lebih kompak setelah itu. Junior dan Carlos Raul bertugas melakukan pressing di area Persib, sedangkan sisanya bertahan di area Kukar.

Menghadapi kenyataan kudu bikin tambahan dua gol melawan tim yang bertahan dengan 8-9 pemain, Para pemaen Persib mengambil keputusan persetan dengan membangun serangan yang rapih, kirim bola langsung ka hareup! Serangan jadi amburadul tapi ajaibnya cukup efektif, membuat pertahanan Kukar sering memberi banyak celah.

Pun serangan model begini berhasil untuk Persib karena memiliki pemaen-pemaen yang jago memberikan umpan panjang akurat ditambah pemain depan yang jago mengontrol bola menerima operan model begitu. Zulham, Konate dan Spaso terlihat enjoy saja dikasi umpan-umpan panjang, hampir selalu bisa mengontrolnya. Pun Utina, Vlado dan Hariono juga baik dalam melakukan umpan panjang.

Ngadu Kede

Serangan Persib tidak seperti kebiasaannya lebih banyak dilakukan dari sisi tengah ke kiri. Puji syukur karena berhasil membuat 3 gol dari sisi ini. Sisi Kanan Persib sendiri sebenarnya tidak kalah bahaya, hanya saja kombinasi antara penjagaan ketat terhadap Zulham dan off day dari pemain no 54 itu yang bikin tidak ada gol dari kanan andalan.

Dua gol yang dibutuhkan berhasil diraih di babak pertama. Tapi permainan belum berakhir karena Kukar juga keluar menyerang, mereka cuma butuh satu gol lagi. Babak Kedua area kiri Persib menjadi arena pertaruhan kemampuan Djanur dan Jafri. Jafri menyuruh pemaen Kukar terus mengarahkan serangan ke sisi kiri Persib. Djanur merespon dengan memberi instruksi agar Atep bermain lebih dalam membantu Toncip bertahan. Selain itu Konate dan Mas Har pun rapat memberi bantuan.

Posisi merapat Atep-Konate-Mas Har di sana membuat defend Persib lebih baik plus juga bisa membangun serangan segera setelah bola berhasil direbut. Memang tidak mudah karena Atep dikelilingi oleh banyak pemaen Kukar. Umpan panjang diagonal ke sisi kanan menjadi escape way sekaligus pola serangan Persib saat berada di bawah tekanan Kukar. Hanjakal seribu hanjakal, mungkin Zulham belom adus, dua peluang emas yang bisa membunuh perlawanan Kukar gagal dikonversi King Zamrun. Tidak seperti biasasnya.

lord atep overloaded

Djanur mungkin memang telat melakukan pergantian pemain. Coach kita terkesan berjudi dengan kinerja Mas Har dan Bang Utina. Pilihannya ada dua, mengganti pemaen saat sedang berada di bawah tekanan penuh dan tempo cukup tinggi dari lawan. Hal ini bisa berbuah mahal karena struktur pertahanan harus mengalami lag antara pemaen baru masuk dan kawan-kawannya. Celah ini yang dimanfaatkan oleh Kukar ketika mencetak gol di Kukar. Agung dan Rudiyana terlihat belum nyetel dengan tim yang sedang diserang terus.

Pilihan lainnya adalah mempertahankan Hariono dan Utina, membuat tim terjaga kekompakan dalam bertahan tapi beresiko kehilangan pemaen karena kartu dan kelelahan. Djanur memilih opsi kedua, belajar dari pengalaman pahit di Kukar. Mengorbankan Mas Har yang ternyata tidak bisa menjaga permainannya agar kuat bertahan tanpa melakukan pelanggaran berbuah kartu. Pun Djanur harus kehilangan sentuhan Bang Utina yang mulai ngaco dalam mengambil bola mati dan operan panjang kepada Zulham. Untungnya menit-menit akhir waktu tersisa bisa diamankan. Bolehlah diakui Djanur menang judi untuk satu ini.

Mental Juara dan Pemain Senior

Kieu mz, lain kitu
Kieu mz, lain kitu

Pada akhirnya mental juara Persib menentukan hasil akhir pertandingan ini. Tanpa mental yang kokoh, kebobolan gol penting yang dibarengi implikasi harus mencetak dua gol akan menjadi mission imposible. Pemain senior menjadi kunci kesuksesan Persib melaju ke Final. Fondasi taktik Djanur yang memberi kebebasan lebih kepada pemaen untuk menilai situasi dan mengambil keputusan terlihat berhasil. Keputusan untuk melakukan operan-operan panjang tentu diambil dari situasi di lapangan yang mempelihatkan Kukar sudah siap tempur untuk bertahan dan memberi pressing ketat. Djanur memberi clue, pemain yang melakukan improvisasi di lapangan.

Komunikasi diantara pemaen juga bagus. Seperti yang dibilang oleh Bang Utina:

“Banyak pemain agak sedikit berselisih paham tadi di lapangan, ada yang tegang saat di lapangan, itu biasa. Kami percaya sama teman-teman mereka fight,”

“Ada argumen sedikit tidak apa-apa, mereka sama-sama beri yang terbaik untuk Persib. Kami tetap solid di dalam dan di luar lapangan,”

Dibandingkan dengan Kukar, mereka kekurangan pemaen senior bermental baja untuk keluar dari tekanan. Kreasi serangan terlihat dibebankan sepenuhnya kepada Eka. Sayangnya Eka bukanlah pemaen berkelas yang bisa membuat perubahan terhadap hasil akhir. Eka bukan Konate.

Mitra Kukar ini seorang kaptennya saja tidak berani ngotot gelut dengan pemaen lawan. Eka Ramdani seolah sendirian memimpin kawanannya yang tidak semua juga nurut sama dia. Beberapa kali pemaen kukar memperlihatkan gestur kurang respek ketika Eka tampil untuk melerai keributan. Eka ini bahkan diem saat Mas Har molotot dan ngomong ‘apa? Apa?’ gara-gara Eka protes ke wasit di kejadian tekel bersih Mas Har yang bikin Defry ngajoprak di sisi lapangan. Poor Eka boy.

Bobotoh sungguh beruntung memiliki pemaen-pemaen yang jatuh cinta kepada pengorbanan bobotoh. Bang Utina saat diwawancara bahwa dirinya ingin memberi kemenangan sebagai balasan atas pengorbanan bobotoh.

“Kami bermain sekarang bukan hanya kami bermain untuk Persib. Kami bermain untuk mereka juga, bobotoh, untuk mereka juga yang susah datang ke stadion,”

Atau ada juga duo pemaen Balkan yang sudah menjadi bagian dari bobotoh.

https://twitter.com/vladoluna24/status/652879176366600192

https://twitter.com/vladoluna24/status/652904994509721602

Buat kami bobotoh yang angkatan 90an ini adalah masa-masa yang menyenangkan. Setelah tumbuh dewasa dengan menyaksikan kekecewaan demi kekecewaan dari tribun Stadion Siliwangi dan Jalak Harupat, akhirnya loyalitas kami terbayar. Dulu kejayaan Persib seakan mitos, carita ti bobotoh kolot hungkul, can pernah nyaksian dengan mata kepala sendiri. Kini Kita bobotoh adalah bagian dari sejarah kejayaan Persib saat ini.

Mari Bung Rebut Kembali!

@bus @xuk @dit @roi

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

p.s kredit dan hatur nuhun untuk app bikinan mz @dribble9 🙂

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart