Mas Har Sebagai Kapten Persib

stadion siliwangiSudah sangat lama rasanya menonton Persib maen seancur basa lawan Arema kamari. Persib banyak memegang bola tapi bingung bagaimana caranya menembus pertahanan Arema. Tidak ada kreator. Bagaimana bisa move on dari Don Konate, kalau menyusun serangan aja ancur begitu. Bagaimana bisa move on dari Bang Utina kalau kapten kita murungkut disengor Hendro Siswanto. Anyeeeng eta Hendro Sis mah yesterday afternoon kid ateuh, dan kapten kita mundur dipolototan!

Lebih dari krisis taktik, Persib mengalami krisis kepemimpinan dan hal ini tidak akan mudah dipecahkan oleh Coach Dejan. Urusan taktik sih Dejan bakal bisa mengatasinya, tapi mencari pemimpin baru untuk skuad Persib hesena jiga ngadagoan angkot Caheum Ledeng di Taman Sari ITB jam 9 peuting, poeks dan sakalina aya kudu langsung dipegat. Ketika kemaren Mas Har udah daek jadi kapten Persib, trus tida dikartu bereum, dan daek ngepress wasit dan lawan, Dejan harus bergerak cepat untuk memindahkan ban kapten dari Lord Atep, jika terlambat ya mangga popoekan di Taman Sari.

Mas Har selama ini selalu menolak diberi ban kapten, walau untuk beberapa menit saja. Saat Atep diganti pas lawan Arema, Mas Har langsung menerima ban kapten yang diserahkan oleh Atep. Kesadaran dirinya bahwa tim ini membutuhkan pemimpin dan pelindung sudah muncul, pun kepercayaan diri Mas Har juga sudah tumbuh, halik ku aing kaptenan!

Soal kapabilitas menjadi Kapten Mas Har sudah memiliki semuanya. Sima, disegani lawan dan kawan, kemampuan sebagai gelandang bertahan dalam memutus serangan lawan, ditambah kini bisa juga memegang bola lebih lama, holding midfielder.

Atep ditunjuk sebagai kapten selain karena orang sunda juga karena tahun pengabdiannya kepada Persib yang paling lama. Soal tahun pengabdian, Mas Har adalah satu-satunya yang bisa menyamai Atep. Bahkan, menit bermain Mas Har lebih banyak daripada menit bermain Lord Atep. Sepanjang ISL 2008/2009 – 2014 Mas Har bermain sebanyak 13.042 menit berbanding Lord Atep sebanyak 10.941 menit. Ada selisih 2000 menit bermain diantara keduanya, Mas Har lebih banyak menemani barudaks maen di atas lapangan dibandingkan Lord Atep.

Paling menggairahkan dari Mas Har adalah bagaimana dia terus berkembang dalam 9 tahun ngabdi ka Persib. Padahal dalam jangka waktu yang sama, kemampuan Lord Atep stagnan malahan cenderung beuki butut.

Tahun 2008 kita langsung menyukai Mas har karena sejak debutnya Mas Har ini tampil penuh semangat dan tenaga di saat lini tengah Persib sedang melendoy. Dirinya menjadi secercah cahaya di waktu yang cedeum. Eka Ramdani dan Lorenzo Cabanas cenderung stylish, Mang Wita sudah beakeun teu bisa eksplosif deui, Hariono lah yang akhirnya tampil memberi keseimbangan.

Empat tahun berselang, Persib sudah berganti pelatih berkali-kali tapi Mas Har tetap menjadi gelandang bertahan andalan, dan sekali lagi kita jatuh cinta pada Mas Har. Mas Har menambahkan elemen holding ball pada atribut kemampuannya. Joss sekali melihat Mas Har saat itu tidak sekadar nuar suku batur biar serangan lawan terhenti, Mas Har sudah daek membuka ruang menta bola ti bek.

Hal itu penting karena Maman dan Abanda yang awalnya seperti memiliki pembenaran untuk ngabengkeun bola langsung ka hareup kini jadi tidak bisa berkelit tiada gelandang yang meminta bola. Mas Har sudah sering membelakangi gawang lawan untuk menjadi saluran pertama build up Persib dari bek. Maman yang tidak bisa beradaptasi dengan perkembangan Mas Har akhirnya kudu cabut. Yah, walau tidak sesederhana itu tapi intina Mas Har berkembang mengikuti perkembangan taktik pelatih sedangkan Maman henteu. Mas Har mah bodo alewoh, Maman mah bodo katotoloyoh.

Saat tiba masanya kejayaan bersama class of 2014, Mas Har kembali menunjukkan kemampuannya untuk berkembang. Mas Har bisa menjadi bagian penting dari skuad juara itu. Bersama Bang Utina, Mas Har menjadi tuan di lini tengah. Segala jenis lawan bisa ditagenan.

Musim 2014, kita mulai terbiasa melihat Mas Har yang setelah merebut bola bisa meliuk-liuk melewati satu dua pemaen lawan. Passingnya lebih joss, pengambilan keputusannya juga oke punya. Paling penting adalah bagaimana Mas Har belajar untuk menjadi pemimpin Persib. Memang pembelajaran menjadi pemimpin Persib, sebagai kapten, harus dilalui dengan jalan paling pahit. Dikartumerah hanya beberapa menit setelah mengemban ban Kapten.

Butuh waktu yang tidak sebentar bagi Mas Har untuk belajar terbiasa menjadi kapten Persib. Sepanjang 2014 sampai tahun penuh kekacauan 2015 dirinya beberapa kali menjadi kapten, dan hanya beberapa dari yang sedikit itu Mas Har bisa menunjukkan permainan yang joss. Saat lawan Mitra Kukar di semifinal Piala Presiden Mas Har sekali lagi dikeluarkan wasit saat menjadi Kapten. Saya kira itulah saat terakhir Mas Har bermain butut saat menjadi Kapten. Sejak malam itu, Mas Har seperti sudah menerima takdirnya untuk memimpin Persib sebagai seorang Kapten.

Penampilan terbaik Mas Har sebagai kapten ada pas eleh lawan Arema kamari. Mas Har penuh determinasi model baru, jika dulu dia penuh semangat menghancurkan serangan lawan, kemarin Mas Har penuh semangat juga untuk merangsek maju dan menciptakan peluang. Sangat positif karena dengan keinginan maju menciptakan peluang kemungkinan untuk mencetak gol akan lebih besar tibatan ngaronda di tukang ngajagaan bek-bek. Mas Har di era Dejan lebih sering melakukan tendangan macan dari jarak jauh, suatu hal yang sangat jarang terjadi di era 6 pelatih sebelumnya. Dengan progress terbaru ini, gol pertama Mas Har di pertandingan resmi tinggal tunggu waktu.

Statistiknya juga joss, bersama Mas Har persentase kemenangan Persib di ISL adalah 51,50% berbanding 42,86% tanpa Mas Har. Bersama Mas Har Persib lebih sering menang. Sedangkan tingkat kekalahan Persib adalah 26,35% saat Mas Har maen dan 37,14% saat Mas Har absen. Kemungkinan Persib eleh jika Mas Har teu maen lebih gede!

Memindahkan ban kapten tidaklah semudah itu tapina. Sejak beberapa musim yang lalu, ban kapten baru berpindah saat kapten pertamanya dibangkucadangankan seperti Maman dan Atep, atau pindah klub seperti Eka Ramdani. Tapi untuk kasus Atep ke Mas Har, saya rasa tidak akan banyak bobotoh yang protes. Pun pemain-pemain juga tidak akan keberatan. Tapi gak tau sih dengan Teh Lilis.

polling dari viking campaka menunjukan 85% dari 1500 bobotoh lebih pengen Mas Har yang menjadi Kapten.

Mas Har memiliki kemampuan, teknis dan non teknis, untuk menjadi Kapten Persib. Pengganjalnya hanya kelahiran Mas Har yang jauh dari tanah sunda dan kadaek dirinya sendiri. Kemon Mas! Pimpin Persib meraih kejayaan lagi.

 

Sekian dulu yes, sampai jumpa lagi.

@bus

Follow kami di twitter @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp