Melawan PSM Makassar “Partai Klasik”

Dina sejarahna oge ai rival Persib di era klasik permengbalan Indonesia nyaeta PSM Ujungpandang (sareng PSMS Medan). Dan laga Turnamen Sepakbola Coffe ngalawan PSM jelas ngagambarkeun betapa klasikna pertemuan antar kedua tim. Komo deui wasitna, klasik pisan. Mere advantage keur tuan rumah sakitu eta katingali pisan Deden dihalangan pas dek nyandak bal. Nyaak gol di menit akhir si Kim Kuncir ge jadi penutup yang pas buat partai klasik ieu.

Gambaran utama dari partai klasik kali ini adalah permaenan keras di lapangan, saling tuar en saling hantem. Kedua tim oge ngotot mbung eleh dan saling jual beli serangan. Setiap pemaen edan eling untuk membela tim masing-masing. Semoga aja pertandingan minggu hareup yang sering disebut el clasico Indonesia sarame laga ieu, soalnya laga el clasico mah sok teu rame dan cenderung kitu weh lah tiiseun di lapang na ge.psm1

Pada laga kandang yang dijalani sebelumnya, Djanur sempat memberi sedikit kejutan dengan memasang dua orang perancang serangan sekaligus. Ngan si kuch kembali pada skema andalannya 4-2-3-1 pada pertandingan kali ini. Ieu cukup beralasan, dikarenakan Ino harus absen pedah gering panas. Djanur tidak mau ambil resiko dengan memasang  Rachmad di posisi dua perancang serangan sekaligus, dan memilih untuk fokeus ke pertahanan dengan memasang dua pivot sebagai penyaring serangan lawan. Sementara berkat penampilan mamprang di mech sebelumnya, Bow kembali dipercaya untuk maen deui.

Sedangkan tuan rumah turun dengan dengan formasi 4-4-2 diamond. Pluim yang sebelumnya absen, kamari weungi tampil penuh dan berhasil menjadi otak serangan PSM. Pluim bersama paket gelandang lain yaitu Syamsul Bachri, Rasyid Bakrie, jeung si Hikspoors begitu rajin naik membantu penyerangan. Keempatnya silih ganti menebar ancaman. Eta nyieun dua gelandang jangkar dipaksa untuk lebih berkonsentrasi ngahalau serangan. Bahkan, di awal awal babak pertama Mas Har sering melakukan salah ngoper karena aktifnya gelandang PSM menekan di sepertiga pertahanan Persib. Tak cuma empat gelandangnya, dua bek luar PSM pun turut rajin naik mebantu penyerangan. Gol pertama PSM pun berasal dari umpan lambung endeus yang dikirim Upin Zamrun kepada Tibo.

Lari Lari Lari Tendang dan Berlari

Mech ieu oge lebih banyak didominasi sama lulumpatan. Selain tentunya saling tuar dan suntrung-suntrungan. Tibo dan M.Rahmat terus ngajak adu lumpat para pemaen belakang Persib. Sementara Cak Sul dan Bow jadi  tukang lumpat yang diandalkan buat membongkar pertahanan lawan.

Sebagey tuan rumah, PSM mencoba mengambil inisiatif menyerang untuk bisa mencetak gol di menit-menit awal pertandingan. Dan pergerakan edan eling PSM yang sama-sama memanfaatkan para pemaen tukang lumpat seperti Persib berhasil mencitak gul lebih dulu di menit sembilan. Tibo sukses mengejar umpan lambung yang diarahkan Upin Zamrun ke ruang kosong di antara kiper Deden Natsir dan duet Diogo – Vlado. Diogo telat nutup, Deden terpaksa maju. Dengan enjoy Tibo menceploskan bola ke gawang. Ieu gul hampir serupa dengan gul Beto Goncalves ketika Persib dieme-eme di Palembang.

Setelah sukses nyetak gul tiheula, para pemaen PSM bermain lebih hare-hare dan mencoba menurunkan tempo permaenan yang semula edan eling bebeledagan untuk untuk menguasai pertandingan. Menurunnya tempo permainan PSM, dimanfaatkan dengan cukup oleh Persib. Apalagi dua bek luar PSM naik wae dan meninggalkan ruang yang bisa dieksplor oleh para pemaen gawir Persib. Jadi weh jumlah krosing kedua tim oge terhitung cukup tinggi. Total 18 krosing PSM berbanding 15 milik Persib.

Yang paling menarik adalah penampilan Febri “Bow” Hariyadi. Doski sama sekali tidak terlihat canggung tampil di laga kalsik ieu, padahal tensi pertandingan ti awal geus lumayan tinggi. Tapi emang dasar mental bertandingna jauh lebih baik dari Dias, jadi nya enjoy we, nepi berhasil ngalelewe si Upin hingga akhirnya diusir wasit karena nincak maneh, dua kartu kuning didapat Upin karena ia menjatuhkan si Bow, ripuh sugan, Wa?

Bukan cuma pemain lawan yang dikasih pelajaran sama Bow. Secara tidak langsung Bow juga mengajari para pemain kolot kumaha carana ngaliwatan lawan jeung mere umpan krosing, semalem Bow berhasil ngelepasin 3 kali krosing yang berbuah peluang. Sedangkan kompatriotnya Cak Sul cuma berhasil ngasih 1 krosing sukses dan lebih banyak ngetem di sisi lapangan yang lain.

Tak bisa dipungkiri pula berkat penampilan joss Bow di sayap kanan membuat serangan Persib menjadi lebih hidup. Total di wilayahnya Bow ada 10 krosing yang berhasil dilepaskan. Sedangkan di wilayah kiri hanya bisa membuat 5 siki. Kaciri pisan kemampuan Bow melewati lawan jauh di atas kemampuan para seniorna terutama si Botep. Maka sangatlah kaharti bila Djanur kemudian lebih memilih Bow ketimbang beliau pada pertandingan kali ini.

Mental yang dirindukan

Pertandingan lagi seru-serunya, dan Persib juga sedang enjoy-enjoynya bermain. Eh siaul justru kaasupan setelah Deden gagal menguasai bola kiriman Tibo. Eta si Deden teh gagal newak krosing karena manehna diganggu ku Syamsul ketika duel udara, plus lengeun si Syamsul ngabentang jiga taraje, sehingga Deden hese rek newak balna. Bola nu leupas ti Deden disundul ku Hikspoors dan sukses membuat tuan rumah unggul.

Wasit ngadon ngasahkeun gol PSM dan teu mere pelanggaran jang Persib karena Deden diganggu lawan di kotak penalti. Bahkan ketika rek nangtung, si Deden dihalangan su Syamsul jeung Kwong Jun. Padahal, saacana kiper PSM meunang pelanggaran setelah Sergio Botak terlihat mengganggu kiper PSM saat duel udara. Kagoblogan wasit ini kemudian menimbulkan protes dari kubu Persib, kurang lebih pertandingan aya ereun mah 10 menitan, dan wasit dengan enjoynya memberikan injury time hanya 5 menit pas babak kadua rek beres. Gablag kamu, sit.

Setelah terjadinya gol kontroversial PSM, para pemain Persib yang dipimpin kapten Hariono plus coach Djanur langsung udat-adat kepada wasit yang memimpin pertandingan. Komo deui Vlado nu geus rarungsing pedah ditandeumkeun jeung si Diogo.

Nu terjadi selanjutna adalah sebuah pemandangan yang sudah lama tidak dilihat. Sebuah mental juara yang terus maen sampe titik darah penghabisan. Apal protesna moal didenge, coach Djanur bersama Hariono dkk kemudian memutuskan untuk tetap melanjutkan pertandingan. Walau tahu telah dirampok, para pemain Persib tetap berusaha untuk tampil edan agar bisa menyamakan kedudukan.

Ya emang seperti yang udah dibilang kalo Bobotoh teh rajin beribadah dan berbuat baik. Jol weh aya petaka keur PSM ketika Upin Zamrun dikartu bereum ku wasit karena ripvh ngaladenan kelincahan si Febri Bow. Neupi di-ankle breaker bahkan di babak pertama ku budak eta. Dikartu bereumnya si Upin Zamrun membuat Persib semakin bersemangat untuk mengejar ketertinggalan.

Unggul jumlah pemaen, Coach Djanur kemudian memasukan pemaen yang memiliki stamina lebih fresh. Sam Piero digantikan Lord Atep, dan Flo48 digantikan oleh Rachmad Hidayat. Rachmad bahkan langsung mamprang ketika masuk, si taeun dengan gagah berani ngahanca si Pluim begitu saja. Otomatis, tendangan Rachmad berujung keramaian di lapangan, Tibo nyuntrung Rachmad, Rachmad ngudag Tibo dengan cover Mas Har dibelakang Rachmad.

Sikap Mas Har sebagey kapten patut diacungi jempol pada laga ieu. Ngadatangan wasit untuk protes ketika gol kontroversial terjadi. Plus melindungi pemaen lain ketika berurusan dengan wasit atawa pemaen lawan. Mun kondisi nu sarua mah Cianjur Seven mentog palingan.

Maen kurang orang PSM langsung masang garis pertahanan rendah dan mulai markir bus Lintas Sulawesi di hareup gawang manehna. Nyak emang dasar usaha keras tidak mengkhianati, gempuran terus menerus Persib akhirnya berbuah hasil di penghujung pertandingan. Jasuk mengirimkan umpan krosing nu rada majeuh ka kotak penalti yang menghasilkan situasi papuket di depan gawang PSM. Situasi papuket tersebut berhasil dimanfaatkan oleh Kim Kuncir yang dengan awak leutiknya berusaha untuk ikut berduel di kotak penalti PSM, lalu melakukan tajongan tarik sambil menjatuhkan diri yang kemudian teu bisa dihalau kiper lawan.

Kim Kuncir sukses membuat Persib menyamakan kedudukan dan membawa pulang satu poin ke Bandung. Mental mbung eleh yang dirindukan akhirnya muncul di pertandingan ieu. Dan malam kemarin juga jadi malamnya #SahabatKim.

@Xuk @Jay @Arn

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya