Memasuki Musim Ketiga

stadion siliwangi

ISL 2015 nanti akan menjadi musim ketiga kami menulis tentang persib. Well, kisah ini dimulai di tribun samping utara VIP stadion siliwangi, persib lawan gresik united. Kami memutuskan untuk mulai menulis blog sebagai bentuk ngabobotohan persib. Kata Pram, menulis adalah pekerjaan keabadian.

Tiga tahun ini tidak pernah berjalan dengan lancar jaya. Ada banyak kendala yang kami temui. Ketika memulai dulu, 2 dari 3 penulis belum pernah menulis artikel sama sekali. Keamatiran itu  yang membuat banyak orang nyinyir terhadap apa yang kami tulis. Cukup sering terdengar komentar semodel “nying, sok tau kieu” terutama dari mereka yang merasa pang persibna. Jujur, itu tak pernah membuat tekad kami surut.

Jika ada musuh terbesar bagi kami bukanlah nyinyir-nyinyir yang mengatai kami sok tau. Musuh terbesar kami adalah persib itu sendiri dan diri kami. Ketika persib kalah, ditambah maen butut, boro-boro ada semangat buat nulis. Atau ada juga momen-momen ketika tidak bisa menulis sama sekali. Karena kesibukan kerja, karena kacangcang ku kabogoh, atau karena memang momen teu-nyaho-kudu-nulis-naon datang. Padahal hidup matinya blog kami ada di tulisan-tulisan yang kami posting.

Tahun lalu seorang penulis ikut bergabung, tapi bocah ini pun belum pernah menulis artikel sama sekali. Bahkan dia belum pernah menulis lebih panjang dari 50 kata. Kami belajar bersama. Bahan ajar kami ada pada Topskor, Bola, PR, Tribun Jabar, Goaldotcom dan sabangsana. Sebelum menulis kami harus membaca lebih banyak.

Pernah seorang penulis kami memborong semua koran yang ada cerita persibnya hanya untuk membuat sebuah pratinjau pertandingan. Ada juga kenangan mendengarkan radio RRI untuk kemudian membuat laporan pendengaran pertandingan. Kami melakukan tulis menulis ini karena memang sebuah bentuk dukungan yang mengasikan. Asik rasanya bisa memainkan imajinasi, menerka apa yang ada di pikiran Mang Djanur, menebak apa maksud permainan persib.

Terpenting dari semua itu adalah, kami belajar memahami persib. Tidak bisa sampai dalam memang, tapi setiap saat mencari data untuk bahan tulisan kami selalu menemukan data-data dan fakta baru soal persib. Pun kami pun selalu mendapatkan ilmu baru dari setiap tulisan-tulisan sok tau kami. Akhirul kata, memang kami harus berterimakasih kepada persib.

Blog ini ditujukan untuk mendukung persib.

@bus