November Manis

Bulan November menjadi bulan yang akan selalu dikenang oleh Bobotoh semenjak Persib Bandung sukses meraih gelar ISL 2014 dengan mengalahkan Persipura. Dominasi Persib atas Persipura terus berlanjut hingga turnamen kopi ini, tadi malam bertempat di stadion Si Jalak Harupat, Persib Bandung berhasil menggulung perlawanan Persipura dengan skor 2-0, hasil ini menjadi rekor baru bagi Persib dengan pertama kalinya memenangi dua laga sekaligus (kandang-tandang) melawan Persipura. 2 kali maen, 2 kali menang, 2 kali klinsyit, 4 gul! Edyaan.

Tadi peuting Persib Bandung turun dengan formasi andalan 4-2-3-1. Posisi Marcos Flores yang absen pada pertandingan ini karena akumulasi kartu kuning diisi oleh pemaen nu absen basa lawan Perjisa yaitu Robertino Pugliara. Lord Atep kembali ke singgasananya di gawir kiri. Sesana, hampir sarua jiga basa lawan Perjisa. Sementara Persipura menurunkan formasi 4-3-3 dengan beberapa pemaen mengalami rotasi. Bio Paulin dan Ricardo Silva ternyata memulai laga dari bangku cadangan. Sementara Edward Wilson nu biasana jadi supersaf ayeuna asup sebagey starting XI.

persipur1

Salah satu kunci keberhasilan Mang Djanur mengalahkan Alfredo adalah dengan merapatkan barisan tengah sepadat-padatnya. Bangunan di Cicadas ge eleh padatnya ku pemaen tengah Persib keur tadi peuting mah. Ino nu biasana ngetem di hareup nungguan setoran, pada pertandingan ini tumben-tumbenan daek turun buat ngarebut bola dari pemaen Persipura. Kim dan Mas Har juga maen tidak LDR-an. Sudah mengerti kalau hubungan jarak jauh itu moal baleg, keduanya mendekatkan jarak bahkan tidak lebih dari 10 meter dengan para 4 bek Persib. Komo di babak kadua mah, Rachmad yang gantiin Ino lebih jero lagi maennya, jiga maen dengan 3 gelandang bertahan plus rajinnya Rachmad nuaran pemaen Persipura menambah kesulitan Ricardinho dkk merancang serangan dari tengah, jeung rada katulungan oge ku cederana si Wanggai, jadi rada cawerang lini tengah Persipura.

Sadar jalan tengah buntu, Alfredo mengalihkan serangan menuju flank. Setali tiga uang, dua tali enam uang, lamun tujuh tali sabaraha uang? Gblg ngadon tebak-tebakan. Sialnya, area sayap yang diisi Haay boleh kenalan dan Feri Pahabol tidak bekerja seperti biasanya.

Pahabol komo keliatan rudet, tiada senyum pada pertandingan ini. Apakah doski belum sikat gigi? Menjadi satu-satunya tumpuan serangan Persipura, Pahabol justru tidak dapat berbuat banyak, Tinus Pae sebagey bek kanan Persipura kerap gagal memberikan bala bantuan, setidaknya membuka opsi operan buat pahabol biar ga rivuh sendirian gituh, selain emang posisi Toncip yang menunggu agak dalam dengan tidak mudah naik membantu penyerangan biar tidak diajak lumpat sama pahabol, membuat Pahabol terisolasi.

Tugas Pahabol menjadi ringan ketika Ricardinho masuk dan mulai menyosor areanya Toncip. Fokus Toncip mulai terbelah, untung eta Ricardinho tidak diberikan ruang bebas teuing karena bergantian Diogo, Kim Kuncir, Mas Har menjalankan tugasnya dengan baik. Walaupun ripuh, Persipura berhasil  melepaskan 25 kali umpan silang, beruntung dari 25 krosing tidak ada satu bola pun yang bersarang di gawang persib. Penampilan Deden Natsir juga semakin joss sebagai kiper ganteng idaman. Beberapa kali Deden berhasil mengahalau serangan tim mutiara hitam dengan memetong krosing atau menahan tendangan tendangan jarak jauh. Satu poin yang perlu diperhatikan dari Deden adalah gaya ngiperaanna mirip mirip si Meiga, loba teuing ngeeum bola mungkin maksudna mah killing time tapi da asa teu kudu ari masih menit 70-an mah.

Comeback Lord A7ep?

Memilih bermain menunggu ternyata menjadi kunci bagi Persib untuk bisa meredam permainan agresif Persipura. Persib mampu membuka celah dari tingginya garis pertahanan Persipura karena para pemaen belakang Persipura harus tetap bisa menjaga jarak rapet dengan pemaen lini tengah mereka agar ruang antar  tetap terjaga. Dengan tingginya garis pertahanan plus kedua bek luar yang rajin membantu serangan menjadi celah bagi Persib untuk bisa melancarkan serangan. Atep keliatan bermain bagus di pertandingan ini karena Tinus Pae bermain penuh kebimbangan. Rek maju sieun ditolak, rek mundur tapi udah nyaman. Akhirnya Pae cicing ngagantung, teu maju teuing teu ka tukang teuing. Dengan pos yang kosong ya enak buat Atep dibantu Ino di babak pertama bisa ngacak-ngacak sisi kanan Persipura. Sebelum gul juga kan ada peluang dari umpan silang yang sama tapi tendangan Bow kaluhur teuing.

Lord Atep nu cadu mundur katingali enjoy pisan menerima umpan lambung ti tukang atau umpan pantulan ti Sergio Botak. Kemededan Lord Atep juga dilengkapi dengan empat umpan krosingnya yang cukup meujeuh satu diantaranya berhasil diteruskan oleh SVD menjadi asis kepada Kim.

Gol kedua Persib pun berawal dari Lord Atep yang lagi-lagi mencoba membongkar sisi kanan Persipura sebelum akhirnya dilanggar oleh M. Tahir. Dalam kondisi lapang jibrug, permaenan Lord Atep patut diacungi jempol, rada keren plus ditunjang style rambut ala sirip ikan hiu membuat akselerasinya kembali seperti ketika usianya masih 23 tahun. Pelanggaran yang dilakukan di sektor pertahanan Persipura ini menjadi kesempatan yang tak disia-siakan oleh Sergio Botak. Memanfaatkan umpan manis dari Toncip, Sergio sukses mengheden bola dan bersarang ke gawang Yoo Jae Hoon. Rada okey oge sih, Sergio botak saacan ngahedeun melakukan gerakan tipuan heula untuk mengecoh dan memenangi duel udara. Keren umak Sergio.

Sementara sektor kanan yang dihuni oleh Febri Bow terlihat pareum. Ruben Sanadi bermain cukup disiplin menjaga Bow, satu tekel keras yang mengarah ke ankle Bow cukup membuat mental bertanding Bow rusak, sangat disayangkan ketika pemaen-pemaen kolot di pertandingan tadi malam tidak sedikitpun memberikan rasa aman dan nyaman bagi Bow, sahenteuna pang segag keun atau kumaha kek mun ningali si Bow dibully.

Diogo yang biasanya bermaen teu disiplin jeung loba duel eror, dalam pertandingan tadi penampilan doi terbilang apik dalam mengawal pergerakan pemaen depan persipura terutama si Edward Wilson, kuatka teu loba usik atuh si Wilson ditengkep terus ku si Diogo. Toncip dan Jasuk pun hanya sesekali membantu ke area penyerangan, karena duaan ieu sadar mun maju teuing bakal moal pibalegeun. Sementara Vladimir Vujovic menjadi komando lini belakang nu joss pisan, plus si ieu dalam dua pertandingan bermain apik tanpa menerima kartu koneng sama sekali.

Dengan Persipura yang tidak bermain tiki taka, serta adanya pergantian pemaen yang diluar rencana (Wanggai cedera diganti Ricardinho), awalnya Alfredo seperti emang menunggu Persib menyusun serangan. Itu terlihat dari 2 pemaen petarung yang dimaenkan di lini tengah, M. Tahir dan Manu Wanggai buat menjaga kedalaman tanah Papua dan membiarkan Ian Kabes berkreasi di lini serang. Tidak bisa dipungkiri memang ditarik keluarnya Wanggai membuat lini tengah Persipura begitu cawerang.  Dan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Persib yang bermain disiplin dengan penerapan taktik yang tepat. Permaenan disiplin para pemaen Persib dan menyerang titik kelemahan lawan cukup membuat kegembiraan di malam minggu ini begitu terasa. Permaenan nu enak dipandang mata, membuat hate Bobotoh sa-alam dunya diliputi oleh kegembiraan di malam minggu kadua bulan November. Bulan November melawan Persipura kembali manis seperti dua tahun lalu. Hidup Persib!

 

(@jay, @fah)

Follow kami di @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart