Kuartet Bek Djanur

the fabulous four

Sebagai pelatih bertipikal memegang teguh the winning team, agak mengejutkan sebenarnya saat Mang Djanur memutuskan untuk merotasi kuartet bek persib di pertandingan melawan Lao FC.

Persib belum berada di titik dimana rotasi dibutuhkan, karena kondisi fisik pemain inti masih dalam tahap yang bagus, pun posisi persib di AFC Cup belum sepenuhnya aman lolos dari penyisihan grup. Alasannya kemudian menjadi masuk akal jika melihat kompetensi lawan dan kebutuhan pemain-pemain pelapis untuk merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya.

Khusus untuk kinerja kuartet bek sendiri, (more…)

Continue Reading Kuartet Bek Djanur

Rotasi di AFC Cup.

feminismeLao FC merupakan wakil dari Laos yang maen di kompetisi Liga Premier Laos.  Musim sebelumnya menempati posisi runner-up. Dalam lawatan ke Bandung, Lao FC tampil dengan kekuatan penuh. Termasuk pemain asing mereka asal Pantai Gading, Frederic Pooda.

Bermain dengan kompisisi yang berbeda dari biasanya pada partai kali ini coach djanur melakukan rotasi, abdulrahman, Jajang Sukmara, firman masuk sebagai starting line up menggantikan jupe, tony dan hariono. (more…)

Continue Reading Rotasi di AFC Cup.

Mieling Milangkala 82 Tahun Persib

82 tahun persib

Hari ini Persib ulang tahun. 82 tahun, 7 gelar juara sudah dikoleksi. Well, bagi bobotoh generasi 90an seperti saya, gelar juara yang paling berkesan adalah juara ISL tahun lalu. Semua orang bilang Persib buka puasa gelar setelah 19 tahun, yang sebenarnya terasa di hati ini juara ISL 2014 adalah gelar pertama Persib.

Terasa sebagai gelar pertama karena seumur hidup baru sekarang merayakan langsung Persib menjadi juara. 19 tahun yang lalu saat juara di Senayan, bobotoh generasi 90an baru berumur 5 tahunan. Orang sunda memang dipastikan menjadi bobotoh sejak lahir, tapi apa yang dimengerti oleh bocah yang belum sekolah soal menjadi kesebelasan terbaik di Indonesia?

Soal koleksi tropi liga Indonesia sudah sepatutnya Persib memberi penghargaan lebih kepada Robby Darwis. (more…)

Continue Reading Mieling Milangkala 82 Tahun Persib

Penyesalan Dari Negeri Aung San Suu Kyi

Thank You Hariono
Thank You Hariono

Laga kedua di AFC Cup, PERSIB bertandang ke negara myanmar melawan klub ayeyawady.  Hawa panas kota yangon membuat PERSIB Bandung bermain dibawah performa. Meski bermain di kandang lawan, hasil imbang karena kesalahan sendiri ini sungguh sangat merugikan. Tersandung di langkah kedua.

Coach Emral menurunkan starter yang sama dengan matchday pertama saat melawan New Radiant. Suhu panas di Yangoon tidak membuat pemain PERSIB bermain santai menghemat tenaga, dari menit-menit awal PERSIB terus menekan pertahanan lawan. Cetak gol secepatnya menjadi target PERSIB.

Sedikit kejutan dari Djanur yang mengeser posisi atep relatif lebih ke tengah, (more…)

Continue Reading Penyesalan Dari Negeri Aung San Suu Kyi

The Second Step

siliwangiRabu, 11 Maret 2015 PERSIB akan menghadapi wakil dari myanmar, ayeyawady fc, dalam lanjutan AFC CUP 2015. PERSIB berangkat dengan membawa kekuatan terbaiknya, termasuk Firman Utina yang baru sembuh dari cedera hamstring. Djanur sengaja meminta Wak Haji agar PERSIB bertolak dari Bandung sejak hari minggu. Berharap kondisi pemain lebih prima saat bertanding dan dapat beradaptasi dengan cuaca panas di myanmar yang panasnya dahsat, leuwih-leuwih ti negara bagian Kopo.

Strategi berangkat lebih dulu ini sangat joss walaupun menghamburkan lebih banyak duit. Belajar dari pengalaman menyakitkan kegagalan adaptasi cuaca di ha noi. Acungan jempol layak diberikan kepada manajemen yang bisa mengakomodir permintaan penting ini. Salah satu keuntungan memilki banyak sponsor. ūüôā (more…)

Continue Reading The Second Step

In Defense of Djanur’s Striker Saga

stadion siliwangiSurvey cepat di twitter dan artikel-artikel soal seleksi penyerang persib, beserta komentar-komentar yang mengiringinya, terlihat bahwa bobotoh kecewa dengan keputusan Djanur yang tak kunjung mengontrak penyerang utama yang dibutuhkan persib. Lebih tepat jika sebenarnya bobotoh lelah dengan proses seleksi ini. Kini drama ini bahkan sudah menjadi sebuah dagelan, ketika 11 pemain sudah tercoret dari seleksi. Satu tim berisi penyerang semua sudah bisa dibentuk.

Well,¬†melihat rekam jejak Djanur soal pemilihan pemain, kami rasa yang terbaik saat ini adalah menyerahkan semuanya kepada Djanur. Djanur mungkin layak dikritik soal taktik dan strategi permainan. Tapi urusan scouting pemain, Djanur adalah salah satu yang terbaik yang pernah memimpin Persib.¬† (more…)

Continue Reading In Defense of Djanur’s Striker Saga

Memasuki Musim Ketiga

ISL 2015 nanti akan menjadi musim ketiga kami menulis tentang persib. Well, kisah ini dimulai di tribun samping utara VIP stadion siliwangi, persib lawan gresik united. Kami memutuskan untuk mulai…

Continue Reading Memasuki Musim Ketiga

Sentuhan Pertama Persib di AFC CUP 2015

feminisme

Sentuhan pertama seorang pemain ketika masuk ke lapangan adalah hal yang penting. Banyak yang percaya sentuhan pertama tersebut akan menentukan permainan selanjutnya. Alhamdulillah, sentuhan pertama persib di AFC Cup lancar jaya.

Petualangan di AFC Cup 2015 diawali dengan kemenangan yang enjoy untuk disaksikan. Menerapkan pola standar 4-2-3-1 Emral Abus menempatkan back four andalan Pardi, Jupe, Vlado, dan Toncip di depan Made. Mempercayakan kembali Hariono untuk berduet bersama Dado sebagai duet gelandang bertahan.  Flank kanan diisi Haji Ridwan dan kiri diisi oleh Lord Atep. Konate ditugaskan untuk fokus menjadi pengatur serangan menyokong Tantan di lini depan.

Di awal pertandingan pemain seakan kurang pemanasan, sehingga banyak melakukan operan-operan panjang teu puguh biar badan bisa lulumpatan dan otot jadi siap. Well, jika di breakdown lagi sebenarnya permainan persib hanya enjoy ditonton di menit 20-45 dan menit 75-90. Saking enjoynya Djanur ongkang-ongkang kaki di pojokan bench membiarkan Wak Haji dan Coach Emral berdiri di technical area. (more…)

Continue Reading Sentuhan Pertama Persib di AFC CUP 2015

Hari Pertama PERSIB

positif namun tak impresif
positif namun tak impresif

Imbang atau kalah. Probabilitas terbesar untuk hasil persib di hari pertama ISL 2015. Mengecewakan memang, namun begitulah sejarah membisiki kita. Rekor persib di hari pertama dalam 10 tahun terakhir adalah: 4 menang-3 imbang-3 kalah. Mencetak 14 gol dan kebobolan 13 gol.

Kurun waktu 10 tahun itu, persib 3 kali gagal mencetak gol dan hanya 1 kali berhasil meraih clean sheet. Hanya ketika melawan persela di hari pertama ISL 2008 persib bisa menang dengan nyaman. Mencetak 5 gol berbalas 2 gol persela, sisanya persib selalu megap-megap. Masih positif namun tidak impresif.

Masalah sebenarnya ada pada lawan yang harus dihadapi (more…)

Continue Reading Hari Pertama PERSIB

Saat Persib Teu Naek Kelas.

stadion siliwangiSalah Administrasi. Serius!?

Hal terpenting yang didapat PERSIB dari Hanoi adalah kenyataan bahwa kelas PERSIB masih cukup jauh di dunia internasional. Memang pait. Kesalahan administrasi menjadi hal yang paling menyakitkan karena menunjukkan bahwa level PERSIB masih tidak jauh dari amatiran. Bagai tim sepakbola sekolahan, membuat kesalahan menempel foto dalam id card! Hal ini juga menunjukkan bahwa personel manajerial PERSIB belum terbiasa soal urusan seperti ini, kecil namun berdampak besar. Dampaknya bahkan merembet ke urusan teknis permainan, yang mungkin saja bisa mengubah hasil akhir. Mungkin saja PERSIB bisa menang. Secara manajemen klub kita kalah.

Kalah kelas.

Beda kelas juga terlihat dari head to head pemain PERSIB dan Hanoi di lapangan. (more…)

Continue Reading Saat Persib Teu Naek Kelas.