Pemain Pilihan Dejan dan Bocah-Bocah

stadion siliwangiHari Minggu yang lalu wartawan PR, Kang Arif Budi, nulis soal pemaen pilihan Dejan yang tidak melalui proses seleksi sebelum menjadi pemaen Persib. Hell Yeah! Pada dasarnya proses perekrutan pemaen melalui masa seleksi itu so last year banget.

Di peradaban sepakbola yang lebih modern, cuma pamaen-pemaen ngora yang mau masuk akademi, pemaen kolits pisan yang sudah lama tidak mengbal yang biasanya dikategorikan last resort, atau pamaen dari negara antah berantah yang belum mengenal internet yang perlu menjalani masa trial sebelum diberi kontrak oleh sebuah klub sepak bola. Pemaen-pemaen bawaan Dejan sendiri hampir tidak ada yang masuk ke ketiga kategori sakainget itu.

Vladimir Vujovic, kamerad idola kita, pernah ngarasa reuwas ketika pramusim 2014 dirinya datang ke Bandung dan tidak langsung dikontrak tapi dititah ikut proses seleksi terbuka. Lamun lain pedah bakat mah (bakat ku butuh) moal daek eta Vlado dinyenyeri kitu disaruakeun jeung bek-bek batagor kudu seleksi. Secara CV dan pengalaman Vlado sudah terang benderang, sebelum ke Bandung dirinya bermain untuk klub-klub yang bermain di liga yang lebih edan dibandingkan liga endonesia. Saat itu Vlado ngabatin, “Aing moal daek deui dititah ngilu seleksi di liga endonesia! Daek heug, henteu kajeun. Emangnya eik bek apakan?”

Ceuk Saya sih, apa yang dilakukan Dejan sekarang, memilih pemaen sendiri dan tanpa proses seleksi lebih banyak mangpaatnya dibanding mudorotnya. Dejan tidak lieur-lieur ngabandungan agen-agen yang datang menawarkan, karena udah milih sendiri. Masa persiapan tim lebih panjang karena tidak perlu dipotong ku masa seleksi pemaen. Pemaen-pemaen yang udah mendapat lampu hijau dari manajemen langsung jongjons menjalankan program latihan dari tim pelatih.

Tapi, seperti yang Kang Arif Budi bilang di PR poe minggu basa eta, ada resiko terselubung, bahaya laten dengan keputusan Dejan ini. Selalu ada pemaen-pemaen yang menurun performanya seiring berjalannya waktu. Marko Krasic dan Aaron Da Silva dua nama yang disebut beresiko, apakah Krasic yang baheula sempet maen buat Dejan di Arema IPL masih joss untuk diserahi tugas menjadi pengatur serangan Persib? Aaron Da Silva, apakah masih sehade video yutubnya dua tahun yang lalu, baheula mah kemampuan Aaron dinilai pantas untuk dibere uang panjar duluan. Untuk pemaen begini proses seleksi buat ngetes kabisa akan sedikit berguna daripada nantinya kagok edan dikontrak aipek maen seperti Piotr Orlinski dan Maciej Dolega.

Skuat Hampir Joss             

Vlado dan Krasic juga asisten pelatih Vergec udah datang ke Bandung, menyusul besok katanya Aron juga datang kembali. Komposisi skuad yang Dejan inginkan sudah 80% terpenuhi, sedangkan liga katanya masih bulan April. Mun jadi eta kompetisi liga kick off April berarti Persib udah latihan selama dua bulan lebih. Selain waktu latihan yang mejeuh, situasi tim juga sedang adem ayem merenah. Sebuah kombinasi yang ideal untuk bisa juara lagi. Gambaran pemaen inti sudah hampir kabeh bisa latihan bersama, hal ini penting buat kinerja Persib ngkena.

Dari perkiraan starter XI Dejan, sudah sebagian besar terpenuhi.

  • Kiper √
  • Dobel pivot √
  • Pengatur serangan √
  • Sayap kiri – kanan √
  • Streker tunggal √

Satu posisi yang masih belum diisi cuma duet bek tengah untuk Mang Vlado. Tapi, mun bener jadi Jupe balik deui ke pangkuan ibu pertiwi mah nya no problemo, kuartet bek terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Persib di liga super kembali bersama. (ralat: kuartet terbaik dengan Bang Pardi di kanan, dengan Dias masih can kaudag statna)

Satu hal lagi soal skuad tahun ini adalah sekumpulan bocah dari diklat yang latihan bareng Dejan dan kemungkinan besar ikut dikontrak. Ada Jujun, Gian Zola, Febri Bow, Agung Mulyadi, Ary Ahmad, Alfath dan Dulur Atep. Tujuh budaks.

Bocah-bocah itu mengingatkan pada tahun 2011/201 ketika serombongan bocah diklat naek kelas ke skuad utama. Saat itu ada nama-nama; Anggi Indra, Aldi Rinaldi, Rian Permana, Dudi Sunardi, Budiawan, Rizky Bagja, dan Sigit Hermawan. Tujuh budaks oge. Hampir sebagian besar, karunya mun disebut kabeh mah, zonk!

Jauh sebelum itu di tahun 2003 bersama Um Marek rombongan bocah diklat juga masuk ke skuad utama Persib. Bahkan sebenarnya tiap tahun lulusan diklat selalu ada aja yang naek kelas ke skuad utama. Beberapa diharepin bisa sukses dan menjadi the next thing di Persib. Inget nama-nama ieu? Deden Hermawan the next Tobar? Munadi? Wildansyah dan Dias Angga? Budiawan? Kabeh eleh ku M. Agung yang pada akhirnya berhasil juara liga dengan Persib. Walau nya kitu welah permaenan Agung.

Di tangan Dejan besar kemungkinan nasib Gian Zola dan Febri Bow cs bakalan berbeda dengan bocah-bocah lulusan diklat sebelumnya. Bakalan joss kalau mereka bisa meraih prestasi M Agung dengan permainan yang lebih berpengaruh. Bisa lah Mang Dejan mah.

Well, akhirul kata, waktu penantian kita lalajo Persib bakal berakhir sebentar lagi. Rada deg-degan dan panasaran oge sih bakal jiga kumaha permaenan Persib di bawah araha Dejan. Apakah bocah-bocah diklat digabung pemaen-pemaen pilihan Dejan bisa joss mendapatkan chemistry? Apakah Persib bisa juara lagi dengan satu atau dua bocah lulusan maung ngora sebagai pemain inti? Bali Island Cup bisa sebagai ajang pembuktian pertama Dejan. Abis itu, geura der lah kompetisi liga hey Jokdri!

Sampai jumpa lagi.

@bus

follow kami di twitter @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart