Pembuktian Ronggoku Tahun 2018

Jelang bergulirnya liga1 2018, klub kebanggaan kita semua, Persib Bandung, mengadakan satu laga uji coba sekalian ngabubungah maneh yang beberapa hari lalu ulang tahun ke 85. Bila sebelumnya Persib lebih sering diadu dengan tim level kecamatan, kali ini Persib beruji coba dengan klub yang selevel, sesama anggota paguyuban peserta liga1, yaitu Arema Margahayu Raya.

Arema datang dengan seluruh kekuatan terbaoknya termasuk pemain bintang yang sebelumnya memperkuat Inter Milan, Balsa Brozovic. Sedangkan Persib dikira bakal langsung nyobaan streker anyar, tapi nyatana Opa Gomez boga keneh rarasaan sih, karek nepi kamari piraku dititah langsung maen, Bauman kan bukan Vujovic.

Meski diperkuat mantan pemain inter milan, Arema justru tidak mampu berbuat banyak mengahadapi Persib. Terutama di babak pertama, lini tengah Arema sama sekali tidak mampu mengembangkan permainan. Brozovic dan Ahmad Atayef selalu memiliki pengawal yang menempel mereka kemanapun. Dado dan Ebol begitu cuneom membuat keduanya mati kutu. Bahkan pas Ahmad Atayef turun jauh menjemput bola, dia tetap tidak bisa enakeun menyusun serangan karena di posisi terdalam juga diganggu oleh Ndozol.

Kedisiplinan lini tengah Persib sedikit banyak terbantu oleh kehadiran sosok bersima maung, Aa Eka Ramdani. Jendral lapangan tengah. Ebol bukan sekedar tutunjuk biar pemaen lain menjaga posisinya, tapi ikut juga blusukan mengganggu pemaen Arema yang masuk ke area Persib. Dengan komando Ebol, Arema gagal maning-gagal maning menembus pertahanan Persib.

Duo engine room tampil enjoy di babak pertama, Dado dan A Eka tampil kompak menjaga kedalaman serta mengalirkan bola saat transisi ti bertahan ka nyerang. A Eka walau stamina na mah ladu, tapi visi melihat pergerakan kawannya saat menyerang sungguh masih aduhai, teu asal bung beng, umpan-umpanna mah masih grade A.

Kehadiran A Ebol dan Dado membuat gelandang serang gingseng grade A tidak perlu mundur jauh jemput bola atau geser ka sayap neangan ruang kosong. Gelandang bertahan Arema sering kepancing maju menutup pergerakan Eka, berimplikasi ruang antar lini mereka banyak kosong, membuat efek domino lainnya yaitu Arthur Cunha yang sering maju terlalu jauh menutup Oh In.

Ndozol Poco Poco

Sayangnya rancangan penyerangan yang membuat struktur pertahan Arema berlubang ini disia-siakan oleh Moses Sakyi Eze Ndozol. Wajar Opa Gomez kekeuh hayang ngadatangkeun striker asing, ai ningali penampilan Ndosol kitu patut mah. Peluang ti pinalti teu asup, dibere umpan trobosan aya jang lumpat eweuh jang najong, ngaheden kanu tiang dan saat posisi kosong ngadon tukak-tekuk jiga keur poco-poco. Jadilah beberapa peluang Persib saat hampos begitu saja.

Sampai water break babak kedua, kami anu semula tunduh mulai ngorejat. Melihat sosok idola kami sudah tiba-tiba nampak di lapang. Kami tidak tahu dia mengganti siapa, tapi kami bahagia melihat dia di lapang. Dia adalah Ronggoku si nomor punggung 9.

Baru masuk, mendapatkan umpan crossing dari sektor kiri, Ronggo langsung mengeluarkan jurus Sundul Suling Sakti. Sayang karena magic-nya belum pinuh, sundulan itu masih lemah. Usai melakukan sundulan, Ronggo kemudian ngaharewos ka Utam.

“Kamu boleh tahan penalty Eze dan sundulan suling saktiku, tapi aku ramal kamu akan kebobolan oleh sundulan kepalaku Utam,” harewos Ronggo dengan dialek Dilan. Sementara Utam hanya berekspresi seperti Milea yang keheranan. Karena Utam ternyata belum lalajo Dilan.

Hingga pertandingan mulai memasuki menit 80-an, pemain magis satu lagi yaitu Lord Atep udah masuk juga mengganti Haji Pardi, bayang-bayang laga berakhir imbang semakin jelas dan seperti akan menjadi kenyataan. Namun, bayang-bayang itu akhirnya lenyap tatkala serangan balik dari sekor kanan yang diisi Muchlis Hadi berhasil menembus bek kanan Arewa. Muchlis lalu mengirimkan umpan silang nan tajam. Saat kami sudah prediksi bola akan lepas karena dekeut teuing kanu tihang, nyatanya dengan keberanian tidak sieun salah ngaheden, Ronggo gagah berani menanduk bola dan membobol gawang Utam.

Luar bisa! Harewos Ronggo ka Utam menjadi kenyataan. Dia memang Ronggoku si Nomor 9 Persib Bandung. Sang juru selamat.

Berkat gol sundulan Ronggoku Nomor 9 Persib Bandung akhirnya Maung Bandung memenangi laga uji coba dengan skor 2-1. Memang penampilan Maung Bandung masih belum membuat reugreug kita semua. Apalagi saat pertandingan memasuki waktu pertengahan dan menjelang akhir laga. Konsetrasi pemain masih seringkali buyar.

Beberapa Catatan Lain

kehilangan Lord Atep di sayap kiri semalam sugguh terasa. Pasalnya Ghozali yang diplot menggatikan lord di sayap kiri mainnya jauh dari standarisasi permainan sayap Opa Gomez, Gojali ini loba teuing mawa jeung telat wae ngoper, lawan geus kaburu ngariung ieu masih sibuk ngeukeuweuk bola. Rek dikamanakeun atuh eta bola? Bawa ka mess sakalian. Hal yang sudah terbiasa kita saksikan di sayap kiri sebenerna mah. Jadi mun Gojali ngan saukur sakitu mah, mending Lord Atep sakalian, setidakna Lord mah menghibur kita dengan Buuk Sirip Hiunya.

Gojali adalah pamaeh dari kuartet lini tengah yang maen meded, dari sekian operan nu berhasil jadi peluang, Gojali cuma bisa ngasih satu peluang lewat crossing. Sementara di sebrang sana, di sayap kanan, duet Supardi – Henhen terbilang apik meskipun masih ada salah paham di antara keduanya, tapi itu masih dalam tahap wajarlah. Henhen sudah sangat pede bermain, sesekali ia naik membantu Haji Pardi menyerang, kemudian wani duel dengan Alfarizie. Walaupun belum menampilkan sesuatu yang spesial, Henhen nampaknya sudah siap untuk mengarung liga kopi nanti.

Keluarnya Eka Ramdani di babak kedua sangat mempengaruhi aliran bola Persib di lini tengah. Mas Har yang masuk menggantikan Eka bertukar peran dengan Dado. Dado yang saat berduet dengan Eka menjadi filter serangan dan tampil apik di babak pertama, di babak kedua berubah peran menjadi pengumpan di posisi yang lebih maju menggantikan peran Eka Ramdani, perubahan ini justru membuat penampilannya menjadi mudun. Dado sepertinya memang masih belum kembali ke performa terbaiknya atau stamina yang memang belum optimal, beberapa kali umpan-umpan Dado masih nanggung dan gagal menggantikan peran apik Eka di babak pertama yang menyebabkan alur serangan Persib lebih monoton.

Stamina memang perlu menjadi sorotan, banyak pemaen sudah ripuh betul memasuki menit ke 60. Salah umpan, loba teuing mikir, dan pergerakan yang statis membuat Arema sering berhasil merebut kendali bola dari Persib. Atuh euy, Pa Yaya, menit 60 geus beak bengsin mah bahaya pisan. Masih aya sesa setengah jam permaenan.

Liga Ojek kurang lebih 4 poean deui, masih ada beberapa kekurangan yang harus segera dibenahi tim pelatih, terutama masalah stamina agar kuat maen 2×45 menit, karena di Liga ngke kesalahan saeutik bisa fatal dan berbuntut terjadi sesuatu yang tidak-tidak dan tentu tidak diharapkan. Semoga di Liga nanti permainanmu tidak rungsing ya Maung Bandung. Semangat dan Hidup Persib!

Sampai jumpa nanti di Liga. Jangan lupa tonton On The Scrot kami ya.

 

Salam, [XUK, JAY/BUS]