Imbang Beruntun

Persib kembali melanjutkan tren minornya pada laga kandang. Setelah bermain imbang melawan Semen Padang, dan Bali United kini giliran Bhayangkara FC yang sukses mencuri poin dari kandang Persib. Hasil imbang beruntun di kandang jelas bukan modal baik untuk misi memperbaiki peringkat ke papan atas.
Persib kembali menampilkan skema 4-3-3 . Dengan Deden masih di bawah mistar gawang ditopang oleh kwartet Wildan-Jupe-Vlado-Henhen. Di tengah, trio Kim-Essien-Dedi K jadi kojo. Dan di depan, ketiadaan Ndusel membuat Maitimo jadi target man ditopang ku Matsunaga dan Bow.

Jebolnya DM Persib

Sebetulnya Persib memulai laga dengan lumayan baik. Persib berhasil menciptakan peluang lebih dulu lewat tendangan Maitimo setelah menerima umpan terobosan dari Kim Kuncir. Tapi setelah eta, Bhayangkara justru bangkit dan mulai mendikte lini tengah Persib.

Dari chalkboard di atas, terlihat bagaimana Paulo Sergio dan Evan Dimas berkontribusi terhadap 5 dari 7 chance created nu dihasilkan Bhayangkara FC. Menandakan aya nu salah dengan lini tengah Persib. Duet kim dan Dado di lini tengah bermain sangat keripuhan dado terkesan bekerja sendiri menahan gelombang serangan dari lini tengah bhayangkara sedangkan kim sering terlihat out of potition membuat lini tengah persib sangat mudah sekali ditembus, buruknya koordinasi lini tengah juga berdampak ketika persib berusaha menyusun serangan, sering kita lihat bagaimana jupe atau vlado melepaskan umpan umpan panjang, itu dikarenakan dado dan kim kesulitan bergerak membuka ruang untuk membuat opsi operan bagi jupe atu pun vlado, alhasil satu satunya jalan ya dengan umpan jauh dan hasilnya kita nyaho sorangan lah yah. as alwaes as usual kembali mengandalkan gawir sebagey jalan utama membongkar pertahanan lawan.
Bow yang diplot sebagai pemain sayap kanan gagal memeberikan penampilan terbaiknya beberapa kali tusukan tusukannya berhasil diantisipasi oleh alsan sanda bahkan dibabak pertama bow tidak berhasil sekalipun menciptakan peluang bagi rekan rekannya, pusing dikananan bow coba bertukar posisi kekiri tukeran sama shoei tapi angger ripuh, bisa dilihat dari chalkboard diatas dari opat crossing nu berhasil jadi peluang semua diciptakan oleh shoei
Babak pertama bisa dibilang momen diobok-oboknya lini tengah Persib oleh trio Lee Yu Jun-Evan-Paulo Sergio. Ketiga pemaen ieu beserta Ilham Udin dan Spaso jadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Persib. Umpan-umpan diagonal menjadi andalan bayangkara untuk membuka keran gol.
Gul pertama Bhayangkara yang dicetak ku Paulo berawal dari skema rapih pemain Bhayangkara. Memanfaatkan awak kekarnya Spaso bisa jadi tembok pemantul untuk second line.

Terlihat bagaimana Paulo bisa dengan enjoy melepaskan tajongan jarak jauh tanpa pengawalan berarti dari para pemaen Persib. 8 pemaen Persib eta hanya menonton bola.
Sementara Bhayangkara dengan enjoy ngacak-ngacak pertahanan Persib, Persib mencoba menyerang melalui dua gawir mereka, Bow dan Matsunaga. Sialnya, Putu Gede dan Alsan Sanda maen disiplin pisan pada pertandingan ini. Bahkan aya hiji momen Alsan bisa dengan enjoy mendribel bola ti daerahnya sorangan ka daerah pertahanan Persib tanpa bisa dihadang oleh para pemaen Persib. Dapat dilihat tajongan tajongan persib lebih banyak dilepaskan dari luar kotak penalty.

Pemandangan yang Sama di Babak Kedua

Memasuki babak kedua, tidak ada aroma perubahan dalam skema permainan. Persib masih bermain dengan gawirnya, sementara Bhayangkara masih dengan skema serangan balikna. Tapi kendati begitu, secara perlahan pemain persib mulai mampu membongkar lini pertahanan bhayangkara hen hen sudah mampu melepaskan ancaman hanya saja final pass nya masih sangat buruk dan febri pun sudah mamapu menciptakan peluang sayang bola sodoran bow gagal bersarang di gawang awan seto karena bola sepakan essien menerpa tiang gawang, Sedangkan Bhayangkara mendapat 2-3 peluang matang nu kuduna bisa dimanfaatkan jadi gul.

Peluang yang dihasilkan Bhayangkara kembali berasal dari sektor tengah Persib. Dimana Paulo Sergio bener-bener jadi pemaen nu paling berpengaruh untuk Bhayangkara. Peluang Ilham Udyn di pertengahan babak kedua dan Dedy Sulistyawan pada akhir babak kadua sebenerna merupakan peluang mateng nu seharusnya bisa jadi gul. Untung Deden masih bisa tampil apik.

Untung Aya Essien

Di tengah situasi buntu dan papuket, untung lah marquee player idolaque ini berhasil membuktikan kelasnya sebagey pemaen nu emang jadi pembeda. Menerima umpan krosing datar dari Maitimo, Essien sukses menjebol gawang Awan Seto meskipun dalam posisi nu sabenerna kurang menguntungkan.
Meskipun sudah nutug dan lini tengah terus di tusbol-tusbol oleh para pemaen Bhayangkara, kuch Emral dan Jose malah memasukkan pemaen gawir ketimbang menstabilkan lini tengah. Masuknya Billy, Atep, dan Haji Pardi sama sekali tidak mengubah permainan Persib secara skema. Atep malah kembali ditampilkan di belakang striker, tapi secara pergerakan mah angger we si Lord bergerak ka gawir kenca atawa katuhu. Gagal Paham~~
Selain masalah finishing nu goreng, masalah di sektor tengah ge patut jadi evaluasi. Terlebih lawan selanjutna adalah Persiba Balikpapan yang sedang berada dalam aura kebangkitannya pada paruh kedua musim ini.

Salam,[zky/xuk]