Pesta Kecil di Jalak Harupat

Gerimis manis mengguyur Jalak Harupat

Para punggawa Persib bersiap merapat

Memasuki arena untuk menjadi yang terhebat

Persib akhirnya menggelar laga kandang terakhir pada ajang turnamen kopi  Indonesia 2016. Pusamania Borneo FC, panjang kieu ngarana, menjadi lawan pamungkas Persib di partai kandang yang digelar di stadion Jalak Harupat. Dibawah guyuran hujan gerimis cenderung badag, Maung Bandung sukses menaklukkan Pesut Etam 1-0 melalui gol Sergio Van Dijk di penghujung kisah cinta ini, henteu ketang, di penghujung babak pertama. Dan gelar jago kandang sukses didapatkan oleh Persib Bandung. Selamat heula atuh, Sib!

Coach Djanur yang mengincar kemenangan di partai kandang terakhir ini tetap menggunakan formasi dan starting XI yang sama seperti saat menjungkalkan PS TNI. Sementara sang tamu, PBFC meladeni Persib Bandung dengan mengandalkan formasi 4-2-3-1. Banyak pemain inti yang diistirahatkan oleh coach Dragan, diantaranya kiper  DAP 33 bukan DAP 4  nya, sang kapten Ponaryo Astaman si tukang tuar, dan si lumpat ngabret Terens Puhiri. PBFC pun memaksakan bek mereka Jad Noureddine yang kepalanya cedera saat menghadapi Arewa Cronus poe minggu kamari. Tibatan eweuh deui dan mejus pisan lawan Persib, paksakeun da kuat keneh, mungkin itu yang ada dibenak coach Dragan sore kemarin.

pbfc1_1

Berusaha mengincar gol cepat, Persib langsung bebeledagan nyerang ti dua sektor gawir andalan Djanur. Lord Atep yang bermain di gawir kiri selalu kami yakini selalu bermain baik tatkala hujan, karena kekuatan rambutnya yang menyerupai sirip hiu, bermain begitu nyekil dengan mampu melewati hadangan Zulkifli Syukur. Bahkan tendangan cut inside Lord Atep nyaris bisa membobol gawang PBFC yang dikawal M.Ridho plus umpan corner yang nyaris jadi gul andai saja bisa dieksekusi dengan joss oleh Ino Pugliara. Sementara itu, gawir sisi lainnya di tempati si darah muda darah nya para remaja, Febri Bow. Febri dengan kecepatan 99 ala Roberto Calros di winning eleven 4 sukses beberapa kali ngalelewe Ricky Ohorella sebagey full back kanan PBFC. Kuatka edan atuh dalam momen pas Ino ngaheden bola kahareup, bola liar eta berusaha diudag ku Ricky Ohorella nu ti segi posisi leuwih dekeut ka bola. Leleson ngudag bola, Ricky Ohorella dikagetkan ku gerakan lumpat si Bow nu full speed lumpat ti tukang dan sukses merebut bola plus langsung berhadapan dengan kiper namun berhasil dihalau kiper PBFC karena Bow sudah mulai kehabisan bensin akibat nos yang dipakai.

 

DUET FLO48-INO

Karipuhan duet Ino-Flo48 dalam menghadapi duo gelandang pengangkut batako PBFC, Flavio-Gerald membuat keduanya kesulitan untuk bisa mengkreasikan dan menusuk dari tengah pertahanan PBFC. Ditambah Sergio Van Dijk yang terlihat lalungse karena dikawal dua bek hareuras Leo Tupahamu dan Jad Noureddine. Karipuhan Ino-Flo menghadapi duo gelandang bertahan PBFC membuat mereka pareum, tidak semeded saat melawan PS TNI nu duet gelandang bertahanna hampos pisan. Ripuhnya Ino-Flo48 untuk bisa membongkar duet gelandang PBFC ini membuat Ino lebih banyak bergerak ke gawir dan Flo mengambil posisi lebih jero untuk menghindari dituar Flavio atau Gerald Pangkali.

pbfc1_2
Chalkboard jarangna pemaen Persib pegang bola diposisi dmf PBFC

Dari lingkaran merah chalkboard touch Persib, katingali pemaen Persib jarang pegang bola di daerah dua gelandang pengangkut batako PBFC. Hanya dua kali jalur eta tembus, pertama ku Bow nu meunang lumpat lawan Ricky Ohorella tea kadua pas Kim sukses memberikan umpan pendek ka Bow nu langsung menusuk ke tengah, sisana semua serangan Persib diarahkan ka duo gawir Lord Atep dan Bow. Ditambah dua fullback PBFC emang tidak terlalu okey oge sih, Zulkifli sudah tidak dalam performa terbaiknya dan Ricky Ohorella masih minim pengalaman. Jadi opsi gawir kembali dipilih Djanur untuk membuat peluang nyetak gul ka gawang PBFC.

pbfc1_3
Operan nu jadi peluang bermula ti gawir.

Dari semua peluang operan nu jadi peluang Persib, semua bermula dari gawir atau bola dioper ke sektor gawir. Keengganan Flo48-Ino Pugliara untuk menembus duet Flavio-Gerald menjadi penyebab serangan Persib gawir deui gawir deui. Bahkan Sergio Van Dijk pun beberapa kali lebih memilih membuka ruang ka gawir karena emang hoream menghadapi Leo, Jad, Flavio, dan Gerald nu memang hareuras awakna plus wani duel. Pertengahan babak pertama hingga babak kadua beres, Persib dibuat hese menyerang ku PBFC, kusabab Flavio-Gerald bisa memfilter serangan Persib dengan baik. Aliran bola yang dikagawirkeun sering kali gagal kusabab Flavio-Gerald beberapa kali sukses menutup pergerakan Ino-Flo48 untuk bisa mengalirkan bola. Ditambah, Flo-Gerald mendapat bantuan dari Edilson dan Sultan Samma yang cenderung lebih membantu pertahanan PBFC. PBFC hanya sesekali melakukan serangan berbahaya lewat serangan balik mengandalkan kecepatan Jefri Kurniawan, kombinasi Edilson-Pedro dan terakhir tendangan jarak jauh Flavio Junior.

Beruntung, PBFC nu memang sering kaasupan di menit-menit akhir pertandingan babak pertama atau babak kadua, sore kamari kacolongan di akhir babak pertama. Melalui situasi bola mati, bola sepak pojok Bow berhasil ditanduk Vlado dan bola meluncur mulus ka gawang PBFC. Namun, bola berhasil di blok pemain PBFC. Bola liar kemudian sukses ditoel ku Sergio nu leupas ti pengawalan Leo Tupamahu dan Persib sukses unggul 1-0 seraya peluit babak pertama ditiupkan wasit. Edan kieu atuh bertutur ala-ala novel cinta remaja. Walau bermain lalungse, Sergio sukses menambah pundi-pundi golnya menjadi 12 gul.

Asisten wasit mengangkat papan menunjukan angka dua

Pertandingan sudah masuk penghujung laga

Kemenangan Persib sudah di depan mata

Di tribun puluhan flare mulai menyala

Menyambut kemenangan di akhirlaga

Memang Persib gagal juara

Tapi, rekor kandang tetap terjaga

Mari dirayakan dengan sedikit berpesta

Pertandingan sore itu menjadi akhir laga kandang Persib di turnamen kopi Indonesia 2016. Persib sukses menjaga rekor tak terkalahkan di laga kandang. Sekaligus menyabet gelar si jago kandang di turnamen ieu. Mungkin laga in I menjadi laga terakhir Persib di Jalak jika Persib lebih memilih GBLA sebagai home base di musim depan. See you, Jalak. Tunamen Kopi Indonesia ini hanya tinggal menyisakan satu laga lagi. Laga terakhir, Persib akan bertandang ke Malang untuk menghadapi Arema Cronus. Semoga Persib bisa maksimal di partai terakhir, dan tentu saja Djanur tidak ingin melihat Arema berpesta juara seperti saat final Inter Island Cup. Hidup Persib!

 

Salam, (@jay / @omz)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp