Poros Tengah ver 2.0

stadion siliwangiDuet poros halang Taufiq-Hariono meninggalkan kesan yang mendalam dari pertandingan melawan Persiba Balikpapan. Kedua nya bukan hanya menjalankankan pembagian tugas dari Mang Djanur dengan sangat baik, tapi juga menunjukkan kualitas yang mereka punya, plus harapan bahwa walau memasuki umur 30an keduanya masih bisa berkembang.

Beberapa menit setelah gol pertama, Djanur memanggil Vlado dan Mas Har ke area bangku cadangan untuk memberikan instruksi, kemudian giliran Taufiq yang dipanggil untuk dipapatahan. Vlado dan Taufiq kemudian terlibat diskusi seru berdua saat ada pemain Persiba ngajoprak.

Tak lama setelah momen yang direkam oleh Indosiar ini, Taufiq memenangkan bola di area pertahanan Persib, bola disodorkan kepada Bang Utina, sedikit putar-putar lalu melakukan umpan terobosan ke sisi kanan pertahanan Persiba yang sedikit terbuka. Mas Har berhasil mengejar umpan tarik tersebut sebelum akhirnya dijegal oleh bek Persiba. Peluang dari sepak bebas itu diselesaikan oleh Spaso menjadi gol kedua Persib.

Gol ini adalah penjabaran taktik yang digunakan oleh Djanur. Pembagian tugas dari para gelandang Persib menjadi jentre di proses gol ini. Pertama, Taufiq bertugas sebagai Deep Lying Playmaker, hulu serangan Persib ada di Taufiq. Kedua, Bang Utina sebagai gelandang serang menyambungkan lini tengah dengan lini depan, dan terakhir Mas Har sebagai gelandang box to box. Ketiga nya menunjukkan kualitas yang mereka miliki dalam menjalankan peran yang diberikan oleh Djanur tadi.

Penjaga Ruang

Secara penempatan posisi ketiga pemain tadi terlihat pintar dan saling mengisi. Taufiq disiplin menjadi gelandang paling belakang, bahkan seringkali posisinya sejajar diapit Vlado dan Jupe. Setiap akan maju membantu serangan, Taufiq rajin mengecek posisi rekan-rekannya, terutama Hariono dan Supardi. Posisi Pardi dan Mas Har seakan menjadi patokan kemana dia akan bergerak dan sebatas mana posisi yang bisa diambil. Pergerakan Mas Har yang bebas hampir ke seluruh lapangan menjadi patokan bagi Taufiq. Kalau Mas Har sedang ada di kanan, Taufiq membiarkan Mas Har membantu Pardi dan menempatkan posisinya sendiri diantara Vlado dan Jupe di kotak penalti. Kalau Mas Har di sisi Kiri, dirinya yang mendekati Pardi untuk menjadi bala bantuan, membentuk segitiga Supardi-Vlado-Taufiq dimana Toncip kemudian menjadi duo di kotak penalti bersama Jupe.

Sebagai pemain di depan kuartet bek, Taufiq justru jarang melakukan tekel. Pemain nomer 8 ini dengan cerdas melakukan tugasnya melindungi kuartet bek dengan penempatan posisi. Menutup ruang opsi operan lawan adalah yang lebih sering dia kerjakan, tugas kasar untuk merebut bola tetap diserahkan kepada Mas Har. Posisi nya yang cenderung sangat dalam untuk ukuran seorang gelandang juga membuat Taufiq bisa memperlambat serangan Persiba dan jarang terlewati. Dengan posisi itu juga dirinya selalu bisa menjadi bala bantuan untuk fullback yang kalah jumlah dengan lawan.

Saat memulai serangan, posisi Taufiq sering membelakangi gawang lawan, menjadi saluran operan pertama dari bek tengah ke gelandang. Dibandingkan Dado atau Bang Utina yang lebih hobi melakukan umpan jauh menusuk diarahkan ke kedua pemain sayap, Taufiq lebih suka melakukan operan yang lebih pendek. Operan pendek Taufiq juga ciamik, paling banyak ada 4 opsi operan untuk Taufiq, Mas Har-Bang Utina untuk operan ke depan, Toncip atau Pardi untuk operan ke samping.

Hariono ver 2.0

Satu pemain yang lebih keren dari Taufiq di pertandingan itu adalah tandem nya sebagai poros halang, Hariono. Dulu Mas Har bermain seruduk sana sini, menjadi gelandang penghancur serangan lawan benar-benar penghancur karena tak jarang kaki atau badan lawan menjadi korban kebringasannya. Penuh energi, penuh determinasi, dan galak! Tapi, sebatas itu lah kualitas Mas Har dulu, berhasil menghentikan serangan biasanya karena piriwit ditiup wasit, atau kalaupun bisa merebut bola Mas Har sering bingung harus ngapain. Operannya sering bisa diintersep lawan atau tidak sampai kepada kawan.

Mas Har kemudian berevolusi menjadi lebih tenang dengan gestur badan yang lebih halus, tidak ada lagi gerakan badan kaku saat membawa bola. Selain itu, kemampuan operannya semakin meningkat setelah dilatih oleh Drago Mamic. Sebenarnya bukan teknik operannya yang berubah, tapi pengambilan keputusan Mas Har yang berkembang. Dirinya jadi lebih bijak dalam memutuskan kemana operan pendek dikirimkan, umpan jauh ke sayap, atau lebih aman dengan mengoper ke bek.

Djanur kemudian bisa dinilai berhasil meng-upgrade Hariono menjadi versi 2.0, Hariono yang ini dengan enjoy bisa membawa bola melewati kepungan pemain lawan, coba perhatikan bagaimana gestur tubuhnya saat menipu lawan, hampir setara dengan apa yang sering dilakukan Tobar atau Cabanaz, padahal dua nama terakhir jelas tipikalnya sebagai gelandang teknik tinggi. Mas Har kini juga bisa mengontrol bola-bola yang tidak gampang. Kontrol Mas Har sebelum dijatuhkan di proses gol kedua Persib lawan Persiba buktinya, Mas Har jaman dulu yang kaku bakal tidak bisa menjangkau bola tersebut bahkan bisa jadi dia menubruk bek Persiba dan pelanggaran oleh Persib.

Apa yang ditampilkan Mas Har bukan lah sekali doang pas lawan Persiba, jauh di liga musim lalu dirinya sudah terlihat enjoy membawa bola dan melakukan distribusi dengan lebih apik. Bedanya di musim lalu Mas Har lebih sering menjadi gelandang paling belakang, dengan Dado atau Bang Utina dan Konate di depannya. Ketika akhirnya dirinya didorong untuk mengambil posisi yang lebih naik, mengejar bola di area lawan untuk langsung mengubah menjadi serangan Persib, peran itu bisa dijalankan dengan sangat joss. Mas Har menunjukkan potensi untuk menjadi gelandang box to box jempolan.

Taktik Kekinian

Keputusan Djanur untuk memberi tugas lebih dalam kepada Taufiq dan peran bebas bergerak kepada Hariono mengindikasikan keinginan Djanur untuk ikut serta dalam tren sepak bola masa kini yang menempatkan garis pertahanan tinggi. Meski harus diuji melawan tim yang setara level permaiannnya, kualitas Persiba jelas cocok untuk dijadikan bahan latihan.

Posisi Taufiq yang sering sejajar dengan Vlado-Jupe agar membiasakan diri berdiri sejajar dengan bek, gelandang selain sebagai penyalur bola dari belakang ke depan juga berfungsi sebagai bala bantuan pertahanan agar bek tidak kalah jumlah dengan penyerang. Saat ini posisi trio Vlado-Taufiq-Jupe masih sejajar di depan kotak penalti, tapi mungkin nanti bisa sejajar di garis tengah. Permutasi posisi ketika diserang juga menunjukkan ada kemajuan. Dalam setiap bertahan, Persib sudah menyiapkan rencana untuk melakukan serangan balik.

Area fullback yang diserang akan dibantu oleh bek tengah terdekat, fullback disisi satu nya akan masuk ke kotak penalti untuk tetap menjaga pola duo bek tengah. Taufiq atau Hariono akan bergerak ke samping sebagai bantuan, salah satu ke samping, lainnya akan berjaga di depan kotak penalti dengan dibantu oleh Bang Utina. Sayap yang diserang akan turun atau tidak tergantung dari situasi. Disinilah kualitas pengambilan keputusan dari Atep/Zulham/Ridwan diuji, karena keputusan mereka mundur akan mengurangi kesempatan serangan balik cepat lewat sayap, tapi keputusan mereka bertahan di garis tengah juga bisa membuat Persib kebobolan.

Well, setelah musim lalu dicap terlalu mengandalkan sayap, musim ini Djanur mulai memperbaiki poros tengahnya. Sayap-sayap Persib memang terlihat sudah sangat paham, khatam diluar kepala, apa yang harus dilakukan. Upgrade taktik akan terasa ketika poros tengah bisa menjadi bagian penting dari serangan dan pertahanan Persib dengan kualitas yang semakin baik.

Poros tengah sebenarnya adalah kekuatan utama Persib. Ada banyak pemain berkualitas di bagian ini. Melawan Persiba Taufiq-Mas Har-Bang Utina berhasil memberi bukti untuk bobotoh, Djanur masih punya stok Dado, M. Agung dan Konate (kalau beneran jadi ke Bandung lagi). Juara Piala Presiden menjadi target nyata buat Djanur. Juara mang!

follow kami di twitter @stdsiliwangi

@bus

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart