Prudent ala Persib

roadshow haben, latihan iraha?

Roadshow Juara

Sebagai juara bertahan liga Indonesia, hingga saat ini Persib masih belum menemukan penyerang tengah untuk dijadikan andalan musim depan. Lebih jauh lagi, Persib terlihat kesulitan dalam mendapatkan pemain-pemain yang diincarnya. Bursa transfer kali ini tampaknya tidak akan efektif untuk menambah kekuatan Persib secara signifikan.

Djanur jelas mengetahui dari musim lalu bahwa Persib membutuhkan sayap yang berkualitas dan penyerang bertipe target man moncer untuk menambah daya dobrak pola andalan. Namun, sekali ini Wak Haji seakan tidak berdaya untuk memenuhi kebutuhan Djanur. Bukan itu saja, pemain yang bertipe sesuai keinginan Wak Haji pun tidak tampak ada yang merapat ke Persib.

Hal ini tidak seperti biasanya. Beberapa musim lalu Persib dengan mudah mendapatkan pemain-pemain yang diincar. Beberapa nama adalah pemain nasional dengan reputasi yang mentereng dan pemain asing berkontrak mahal. Wak Haji selalu bisa bergerak cepat dalam menggaet buruannya. Seakan duit bukanlah masalah.
Djanur dan Wak Haji semakin dikejar waktu. Liga dimulai sebulan lagi, komposisi tim masih belum ideal. Pemain-pemain yang kualitasnya memenuhi standar Djanur sudah habis di pasaran. Bisa jadi ini adalah musim transfer terburuk bagi Wak Haji.

Polemik kesulitan mendatangkan penyerang handal, juga kegagalan mempertahankan satu-satunya penyerang top yang dimiliki, bertambah ketika beberapa pemain sayap yang diincar lebih memilih tawaran dari klub lain. Padahal Persib adalah klub besar dengan reputasi suporter yang sudah sangat terkenal. Kondisi keuangan pun menjadi yang paling sehat di liga Indonesia. Gaji lancar adalah sebuah keniscayaan.

Persib dikatakan satu-satunya klub yang meraih profit dari musim lalu. Bukan hanya gosip, karena hal ini dikonfirmasi secara resmi oleh direktur Persib. Nyatanya profit tersebut tidak membuat Persib mau mengeluarkan dana lebih untuk merekrut Pacho Kenmogne. Persib juga gagal memberi nilai kontrak yang lebih besar daripada yang ditawarkan SFC kepada Ferdinand. Dua pemain timnas, Bayu Gatra dan Zulham Zamrun ditikung klub lain di saat-saat terakhir.

Bandingkan dengan klub-klub lain yang musim lalu masih merugi, bahkan masih memiliki hutang. Klub-klub yang musim ini kesulitan menemukan sponsor. Rival-rival itu berani jor-joran dalam merekrut pemain.

 Jangka Panjang.

Beberapa hal terkait pergerakan Persib di transfer musim ini memang ‘aneh’. Atau bisa jadi, ini adalah sikap kehati-hatian Persib dalam mengelola keuangan. Sebagai sebuah perusahaan, sikap prudent memang hal yang wajib dilakukan dalam urusan belanja. Gol utama sebuah perusahaan ada pada kelangsungan hidupnya. Going concern, tujuan agar perusahaan dapat terus berjalan selamanya, adalah kuncinya. Percuma jika tahun ini untung, tapi kemudian merugi selama beberapa tahun ke depan. Hanya karena sembarangan dalam menggunakan keuntungan yang didapat.

Mengorbankan aspek teknis sepakbola demi kelangsungan hidup klub. Hal yang sudah lumrah bagi klub-klub profesional dimanapun. Terutama bagi klub-klub yang tidak disokong oleh dana ajaib dari pemilik. Klub-klub seperti ini umumnya lebih mengincar posisi yang bagus di liga secara konsisten, nantinya keuangan klub akan semakin membaik. Klub hidup dari usahanya sendiri, tidak mengandalkan pemilik. Sumber utama pemasukan dari pertandingan dan bisnis komersial dimana sponsor mengucurkan dana berlimpah.

Sikap Persib yang ‘medahulukan’ bisnis semakin kentara jika melihat kegiatan-kegiatan pramusim yang diisi dengan roadshow piala ke beberapa daerah. Merangkul sebanyak mungkin bobotoh, yang pada dasarnya memang konsumen paling penting Persib. Dukungan suporter ini juga berhubungan dengan strategi jangka panjang. Hasil yang didapat dengan meningkatkan aspek kedekatan Persib dengan bobotoh akan didapat di kemudian hari.

Bobotoh se-jawa barat memang tidak selalu diharapkan datang ke stadion saat Persib bertanding. Kapasitas stadion ada batasnya. Bobotoh di pelosok ini lebih diharapkan untuk menonton Persib melalui televisi. Menambah jumlah penonton pertandingan Persib yang disiarkan langsung. Meningkatkan rating. Secara sederhana, dalam jangka panjang sponsor akan tertarik untuk memasang iklan di baju Persib. Statistiknya menunjukan akan ada jutaan orang melihat logo mereka. Disini Persib memilih untuk berinvestasi di aspek komersial dengan mengorbankan waktu latihan.

Harapannya Persib memang memiliki strategi jangka panjang. Transfer musim ini tidaklah menggembirakan. Performa Persib juga dipertaruhkan. Semua itu akan terbayar jika dalam jangka panjang Persib bisa konsisten di papan atas liga Indonesia. Jumlah bobotoh dan fans luar jawa barat semakin bertambah. Sponsor menjadi yakin dan mau menggelontorkan dana besar.

Tujuan akhirnya adalah klub yang mandiri dan terus mendapatkan profit. Tabungan keuntungan itu sedikit demi sedikit akan memperkaya Persib. Nantinya, tidak akan terjadi lagi Persib kalah dalam memberikan tawaran kepada pemain yang diincarnya. Pelatih akan memperoleh pemain yang dibutuhkannya. Kejayaan Persib akan konsisten.

Persib akan bermain di level asia musim ini. Kompetisi yang satu itu membutuhkan biaya yang besar. Apapun yang terjadi setelah play off di Hanoi, setidaknya Persib akan memainkan 3 partai tandang ke luar negeri. Belum lagi dengan liga Indonesia yang kembali menjadi satu wilayah. Biaya pertandingan tandang akan sangat membengkak untuk Persib. Manajemen berada di persimpangan. Dana yang ada apakah akan dioptimalkan untuk membeli pemain, atau untuk menghidupi klub.

Dilihat dari komposisi skuad sementara untuk musim ini, kekhawatiran yang muncul adalah, Persib sudah menghabiskan dana belanja pemainnya hanya untuk perpanjangan kontrak pemain lama. Beberapa pemain memang terlihat masih bisa berkembang. Ada Shahar, Agung, Rudiyana dan yang paling bersinar tentu saja Konate Makan. Dua dari tiga pemain baru juga potensial untuk berkembang. Dedi Kusnandar dan Yandi Sofyan masih bisa lebih baik dibanding saat ini. Mereka bisa dikatakan investasi Persib. Syaratnya adalah jam terbang mereka tercukupi untuk meraih pengalaman yang dibutuhkan.

Sebagian besar skuad saat ini sudah berada pada fase menurun. Tanpa adanya perkembangan signifikan dari para pemain tadi, atau terlalu bergantung pada veteran, adalah bahaya laten bagi Persib. Artinya Persib sebenarnya tidak melakukan investasi yang bagus. Semua ide soal tujuan jangka panjang menjadi tidak feasible lagi.

Demi masa depan! Melihat betapa kepayahan Persib di jendela transfer musim ini, semoga Persib memang memiliki strategi bisnis jangka panjang.

#tcn10 #Djanur #WHK

*poto nyandak ti persib.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.