Putus Rentetan Hasil Imbang

Entah karena kufur atau kurang bersyukur, tuntutan kita untuk mengakhiri rentetan hasil imbang akhirna kejadian. Persib “sukses” melepas julukan spesialis remis pada laga malam tadi. Tapi sayangnya, bukan kemenangan yang memutus rekor justru kekalahanlah yang memutus rentetan hasil buruk itu. Gul Pavel Purishkin menjelang laga usay membuat Persib memutus rentetan hasil imbang pada 5 laga sebelumnya, sayang bukan oleh kemenangan, tapi oleh kekalahan. Xo xad ~~~.

Hujan Adalah Anugerah

Kami tak pernah meragukan karisma seorang Lord Atep dimanapun. Apalagi saat hujan mengguyur Makassar. Lord Atep nu sudah begitu akrab dengan hujan begitu terasa auranya di lapangan. Lord kami mah najan teu maen, tapi auranya begitu terasa di lapangan. Komo pas hujan mah.

Di saat laga baru berlangsung 3 menit, Persib sukses mengungguli tuan rumah. Sebuah kejutan tersendiri bagi kami nu mengira Persib bakal sulit mencetak gul pada pertandingan ini. Bagaimana tidak ateuh, di kandang wae nga gulkeun ni kotka silat, eh sulit, komo di kandang batur. Tapi tuah hujan eta memang ngaruh buat Persib heuseusnya selama babak pertama.

Persib tampil dengan skema nu sama persis seperti melawan Persipura di Papua. Para pemaen Persib membuat garis pertahanan rendah tepat di daerah sekitaran. Hal eta membuat para penggawa PSM kesulitan menembus heurinnya daerah pertahanan Persib. Pluim, Klok, Tibo, Ferdinand dkk sangat kesulitan menembus lini pertahanan Persib. Alhasil selama babak pertama, PSM cuma menghasilkan 4 chance created nu satu diantarana berhasil membuahkan gul. Gul eta ge tercipta melalui tendangan spekulasi Zulkifili dari luar kotak penalti. Selebihnya, PSM cukup kesulitan membongkar lini pertahanan Persib. Sementara sesekali keluar melancarkan serangan mengandalkan serangan balik. Dua gelandang yang dipasang Kim dan Mas Har bermain cukup apik keduanya mampu berbagi peran siapa yang giliran ikut nyerang dan siapa yang harus cicing ngajaga kedalaman.

Eureunnya hujan membuat kedua tim bermain lebih enjoy. Persib sendiri lebih pede dalam menyerang, tak hanya menunggu seperti di babak pertama. PSM oge masih seperti babak pertama, mendominasi serangan dan mendikte permainan. Bedanya, kini Persib lebih nyaman dan berani dalam melakukan serangan. Selama babak kedua, Persib mencatatkan 4 chance created berbanding 1 pada babak pertama. Hal ieu menandakan bahwa para pemaen Persib sudah berani dalam menyerang. Terlihat oge beberapa kali Henhen atau bang Pardi mulai berani melakukan overlap. Tak “sekaku” babak pertama.

Persib beberapa kali memberikan ancaman yang berarti ke gawang PSM. Entah eta melalui tendangan bebas, ataupun melalui skema serangan balik cepat nu biasanya Dimulai oleh Essien untuk diberikan pada kedua gawir. Pada babak kedua oge, aya 2 momen alus nu kuduna bisa jadi gul buat Persib. Yakni saat 2 kali umpan krosing Matsunaga berhasil disambut oleh Ndusel. Tapi 2 kali eta oge hedenan na oge gagal mencapai target.

Akhirul kalam, semoga Persib berhasil memutus rentetan hasil tanpa menang saat menghadapi Pelita Madura pada tengah pekan nanti.

 

Salam, [zky/xuk]