Rotasi di AFC Cup.

feminismeLao FC merupakan wakil dari Laos yang maen di kompetisi Liga Premier Laos.  Musim sebelumnya menempati posisi runner-up. Dalam lawatan ke Bandung, Lao FC tampil dengan kekuatan penuh. Termasuk pemain asing mereka asal Pantai Gading, Frederic Pooda.

Bermain dengan kompisisi yang berbeda dari biasanya pada partai kali ini coach djanur melakukan rotasi, abdulrahman, Jajang Sukmara, firman masuk sebagai starting line up menggantikan jupe, tony dan hariono. Abdul dan Jasuk mengisi pos bek tengah kiri dan bek kiri luar. Keduanya melakukan debut untuk Persib di level asia. Abdul sempat bermain di kompetisi AFC bersama Semen Padang dam bersama Timnas U-23 di SEA GAMES 2011.

Normal Seperti Biasa

Seperti pertandingan sebelumnya persib bandung bermain biasa-biasa saja, malah cenderung menurun. Meskipun pasukan Mang Djanur menguasai jalannya pertandingan dan mampu menciptakan beberapa peluang emas, persib hanya bisa mencetak satu gol.

Awal-awal babak pertama permainan persib sering kabawakeun permainan tim lawan yang mengandalkan umpan-umpan terobosan langsung. Utina sering ikutan melakukan umpan-umpan panjang yang tidak tepat sasaran, permainan Utina tidak seperti biasanya. Kombinasi sisi kanan yang biasanya menjadi andalan juga tidak selancar biasanya.

Tantan seperti yang sudah-sudah pun kurang cocok bermain sebagai target man. Kalau Djanur ingin memainkan 4-2-3-1 dengan penyerang tengah yang jadi poros, maka Tantan bukanlah orangnya. Tantan terlalu berenergi untuk daek cicing ngajedog sebagai pusat serangan. Tantan lebih suka liar kesana-kesini mengejar bola dan membuka ruang.

Sektor sayap yang selalu menjadi andalan coach janur untuk menebar ancaman pada laga ini mampu diredam dengan baik oleh strategi yang diterapkan oleh david booth. Pardi dan Haji Ridwan terlihat kesulitan menembus pertahan lao fc bahkan para pemain lao fc dapat memanfaatkan celah yang ditinggalkan Pardi karena Pardi sering kali telat turun membantu pertahanan usai beliau naik menyerang.

Tercatat lao fc berhasil menorehkan 14 percobaan, 3 mengarah kegawang, 11 kamana wae. Terus tertekan Djanur memasukan Taufiq menggantikan Utina untuk menjaga keseimbangan pada lini tengah. Taufiq membuat persib mampu meredam serangan balik cepat lao yang sering diawali oleh pooda. Selain berkontribusi di lini pertahanan, Taufiq pun sempat menebar ancaman melalui sundulan memanfaatkan umpan yang diberikan Atep  namun sayang sundulannya hanya menerpa tiang gawang,

Rotasi Kuartet Bek

Menarik jika melihat susunan pemain yang dipasang coach janur pada laga ini, persib tidak mengandalkan backfour andalannya. Jika pada laga-laga sebelumnya persib selalu menurunkan kuartet Pardi-Vlado-Jupe-Toncip, kali ini Djanur mempercayakan backfournya pada supardi-vujovic-abudulrahman-jasuk. Jika hanya melihat hasil akhir, tentu mereka berempat bisa dibilang sukses. Cleansheet pertama di level asia setelah 20 tahun.

Supardi secara keseluruhan bermain normal seperti biasanya. Beberapa kali membuat peluang karena berani menerobos hingga kotak penalti. Di sisi lain, seperti biasa Pardi suka lupa pertahanan dan telat turun. Tercatat beberapa peluang Lao terjadi dari pos Pardi, beruntung Dado sigap menutup begitupun Vlado yang tangguh dan tenang dalam mengintersep bola. Di 15 menit terakhir Pardi sering terlihat leleus dan terlambat membuka ruang. Terutama saat dia harus menutup posisi Haji Ridwan yang tampil dibawah form.

Vujovic bermain baik dan selalu bisa diandalkan. Beberapa kali melakukan sapuan bola yang apik dan intersep bola yang baik. Class pisan lah untuk ukuran bek di Persib mah, salah satu yang terbaik setelah era Robby darwis. Dalam penyerangan Vlado juga aktif membantu. Dua kali kesempatan dari Vlado melalui sundulannya dari sepak pojok yang melebar. Level permainan Vlado memang berada beberapa strip di atas para pemain Lao yang menyebabkan barisan penyerang lao sulit menembusnya.

Abdulrahman, minimnya jam terbang membuatnya kaku dalam bermain. Dalam laga ini dia ketemuan dengan sesosok striker Lao FC bernomor 9, Sitthideth Konthavang. Striker lincah pemain timnas Laos. Konthavang mengancam melalui pergerakan tanpa bola yang baik, ditopang pergerakan Pooda sebagai striker lubang yang sesekali bermain sebagai gelandang penghubung Lao terutama saat melakukan serangan balik. Coach Emral dan Djanur melakukan zonal marking di pertahan, karena terlihat jarang sekali Abdurrahman mengawal Konthavang secara man to man, kecuali saat situasi bola mati.

Kontahavang tidak banyak merepotkan Abdurahman karena tidak banyak aliran bola kepadanya dari lini tengah Lao yang terlihat kalah jago dari lini tengah Persib. Perlu menjadi perhatian bagi Mang Djanur, jika Lao melakukan through pass, Abdul sering kelimpungan karena positioningnya yang butut, belum lagi speednya yang geboy.

Jasuk bermain di fullback kiri. Dari beberapa pertandingan di musim ini, ada kesan Coach Emral kurang percaya dengan Toncip. Semoga rotasi di sisi kiri pertahanan ini adalah untuk mendapatkan kedalaman skuad yang mempuni.

Peran Jasuk dalam penyerangan terlihat pada 15 menit awal dimana dia bersama Lord Atep di sisi kiri melakukan beberapa kombinasi yang diakhiri umpat terobosan atau umpan silang untuk Tantan yang menusuk ke daerah Lao. Di sisa pertandingan Jasuk tidak banyak mencuri perhatian lagi. Beberapa kali bagus dalam bertahan, beberapa kali yang lain kurang wanieun dalam bergelut dengan pemain lawan.

Secara umum kulitas pertahanan Persib tidak terlalu butut. Untuk  pemain sekaliber penghangat bench, clearence yang dilakuan Rahman cukup baik. Jasuk walau terlihat sieun untuk beradu tetapi keberaniannya untuk naik-turun patut diacungi jempol,

Abdul perlu menjaga konsistensi kawaninya untuk berduel sepanjang 90 meniy. Jasuk butuh memperbaiki kewaspadaan daerah dan kesadaran akan posisinya. Janganlah dibiasakeun ngudag ngaler ngidul teu puguh.

Kata Djanur:

“Dua-duanya cukup bagus, alhamdulillah kita sudah bisa melakukan rotasi. Rahman dan Jajang cukup menjalankan perannya dengan baik. Saya jadi lebih leluasa menentukan pemain,” 

Sedang Kata Wak Haji:

“Semua pemain yang ada adalah handal, tentu harapan saya dirotasi semuanya. Jajang main dan pemain yang suka cadangan main. Ini menjadi hal yang luar biasa menurut saya karena semua pemain merata,”

Backfour memang menjadi fokus perhatian kami di pertandingan kali ini. Mengejutkan ketika mang Djanur mencoba merotasi backfour padahal jadwal kompetisi belum ketat sama sekali. Jika memang karena lawan dinilai lemah, maka Djanur seperti menganggap pertandingan ini hanya ujicoba pramusim biasa. Luar biasa!

Untuk kinerja back four lebih mendalam, silakan baca ulasan kami selanjutnya.

#PERSIB #PersibGoesToAsia

@bus @xuk @omz @dit

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya