Saat Persib Teu Naek Kelas.

stadion siliwangiSalah Administrasi. Serius!?

Hal terpenting yang didapat PERSIB dari Hanoi adalah kenyataan bahwa kelas PERSIB masih cukup jauh di dunia internasional. Memang pait. Kesalahan administrasi menjadi hal yang paling menyakitkan karena menunjukkan bahwa level PERSIB masih tidak jauh dari amatiran. Bagai tim sepakbola sekolahan, membuat kesalahan menempel foto dalam id card! Hal ini juga menunjukkan bahwa personel manajerial PERSIB belum terbiasa soal urusan seperti ini, kecil namun berdampak besar. Dampaknya bahkan merembet ke urusan teknis permainan, yang mungkin saja bisa mengubah hasil akhir. Mungkin saja PERSIB bisa menang. Secara manajemen klub kita kalah.

Kalah kelas.

Beda kelas juga terlihat dari head to head pemain PERSIB dan Hanoi di lapangan. Dias tidak berdaya menghadapi Duy Manh. Duet Vlado-Jupe kalah dari duet Gonzalo-Samson. Konate tidak bisa melewati Hector dan Tantan yang hidup sengsara karena Daniel Cyrus.

Tiga pemain asing Hanoi, Gonzalo, Hector, dan Daniel. Pemain asing pertama mencetak dua gol. Pemain asing kedua berhasil mengunci otak permainan PERSIB. Pemain asing ketiga memberi clean sheet. Dua dari tiga nama tadi pernah dan masih mencicipi timnas negaranya. Perlu kita bandingkan dengan pemain asing milik PERSIB? Dalam aspek pemain, termasuk didalamnya keuangan untuk merekrut pemain, kita kalah.

Kalah Taktik.

Kelemahan dalam hal skuad masih bisa diatasi dengan taktik yang tepat. Apa daya, dalam aspek taktik pun Emral dan Djanur dikalahkan oleh Hanoi. Memasang Dias daripada Toncip adalah Blunder paling kentara.

Gugup dan tertekan. Kualitas operan pemain PERSIB butut. Pergerakan positioning dan off the ball teu puguh. Taufiq yang di plot sebagai gelandang bertahan mendampingi Dado acapkali kalah berduel dengan pemain hanoi. Selain itu, kedua gelandang tersebut tidak mampu mengalirkan bola ke depan. Makan Konate tidak mampu memerankan peran kreator seperti biasanya. Sebagai playmaker pergerakannya mampu dihentikan oleh dua jangkar hanoi.

Kegagalan kedua gelandang bertahan dan pengatur permainan PERSIB ini menyebabkan terhambatnya aliran bola ke sayap kiri maupun kanan. Serangan PERSIB melalui sayapnya sering gagal percuma. Banyak umpan bola-bola daerah salah tujuan. Lini tengah  PERSIB lebih sering kehilangan bola. Baru sempat mengontrol bola, 3 sampai 4 pemain hanoi sudah siap menghadang. Bola sering bisa direbut sebelum pemain siap menyusun serangan. PERSIB pun lebih sering melakukan long pass langsung ke depan daripada menyusun serangan lewat lini tengah. Kelemahan di posisi striker sangat keliatan, Tantan sepertinya kurang cocok ditempatkan sebagai striker tunggal jika harus beradu dengan bek sagede bagong. Alhasil, secara taktik PERSIB  sudah wassalam.

Kalah Mental.

Setelah gol ketiga pemain menunjukan mental seperti PERSIB telah kehilangan segalanya, padahal waktu masih cukup untuk bangkit.  Intensitas serangan hanoi mengendur, mereka lebih sering memainkan bola bola pendek di daerahnya sendiri.  Bukannya tersengat, pemain PERSIB hanya lari-lari kecil. Bukannya mengejar ketertinggalan PERSIB malah manambah ketertinggalan. Samson berhasil mencetak gol keempat hanoi dan semakin membenamkan PERSIB. Kalah taktik kemudian kalah mental.

Kalah Persiapan.

Secara keseluruhan PERSIB  kalah di semua lini. Dari 90 menit laga, PERSIB hanya mampu menguasai bola sebanyak 40%. Dari 9 kali tendangan yang dilakukan PERSIB hanya 3 biji yang mengarah ke gawang. Fisik memang jadi kendala. Mungkinkan karena kelelahan perjalanan panjang ke kota hanoi dan cuaca dingin membuat pemain tidak terbiasa. Di awal pertandingan, hanya jarak 10 menit sejak kick off, pemain terlihat kecapean karena terlalu banyak pergerakan yang tidak efektif. Well, Djanur bisa beralasan soal ini karena melawan hanoi adalah pertandingan resmi pertama PERSIB.

Djanur bilang

“Lawan bermain sangat baik hari ini dan benar-benar kuat. Kiper kami pun cukup kewalahan di sepanjang waktu karena Ha Noi T&T melancarkan serangan lewat umpan-umpan crossing sehingga terjadi gol lewat dua striker mereka.”

Kesimpulannya, pemain perlu latihan lebih keras (terutama soal operan dan pergerakan). Djanur perlu belajar taktik lebih banyak. Di masa depan Djanur harus bisa mengatasi kelemahan di sektor pemain dengan taktik yang jitu. Jika lawan crossing nya bagus, harus ada taktik untuk mencegah mereka memberi umpan silang itu atau bagaimanalah caranya biar crossing bagus itu gak keluar. Tugas belajar untuk Djanur.

Pesan terakhir. Wa Haji, kami ingin striker asing yang jago! Teu kabita kitu ningali striker yang sekelas dengan Samson atau Gonzalo maen jang PERSIB ?

Kalah 4-0, kami akan tetap bernyanyi. Bagimu Peeeerrssiibb! Jiwa raga Kaaaaammmmiiii!

#tcn10 #PERSIB

@xuk @iwn @omz @bus