Sentuhan Pertama Persib di AFC CUP 2015

feminisme

Sentuhan pertama seorang pemain ketika masuk ke lapangan adalah hal yang penting. Banyak yang percaya sentuhan pertama tersebut akan menentukan permainan selanjutnya. Alhamdulillah, sentuhan pertama persib di AFC Cup lancar jaya.

Petualangan di AFC Cup 2015 diawali dengan kemenangan yang enjoy untuk disaksikan. Menerapkan pola standar 4-2-3-1 Emral Abus menempatkan back four andalan Pardi, Jupe, Vlado, dan Toncip di depan Made. Mempercayakan kembali Hariono untuk berduet bersama Dado sebagai duet gelandang bertahan.  Flank kanan diisi Haji Ridwan dan kiri diisi oleh Lord Atep. Konate ditugaskan untuk fokus menjadi pengatur serangan menyokong Tantan di lini depan.

Di awal pertandingan pemain seakan kurang pemanasan, sehingga banyak melakukan operan-operan panjang teu puguh biar badan bisa lulumpatan dan otot jadi siap. Well, jika di breakdown lagi sebenarnya permainan persib hanya enjoy ditonton di menit 20-45 dan menit 75-90. Saking enjoynya Djanur ongkang-ongkang kaki di pojokan bench membiarkan Wak Haji dan Coach Emral berdiri di technical area.

 Delicous Dado.

Menginjak setengah babak pertama mulailah persib yang asli bermain, dinyaankeun. Dado tampil luar biasa sebagai deep lying playmaker. Sebuah kemewahan bagi Djanur memiliki Konate yang di plot sebagai playmaker di posisi gelandang serang, dengan back up Dado sebagai pengatur serangan kedua di posisi yang lebih dalam.

Di beberapa kesempatan umpan panjang Dado sungguh sangat amboi aduhai! Salah satunya operan panjang ke Atep, dimana bolanya rebound sedikit ke arah Atep. Powernya sangat pas sehingga Atep bisa mengontrolnya. Ada juga operan terobosan dari sepertiga lapangan new radiant yang disiasiakan oleh Haji Ridwan. Atau ingat jugalah akan key pass sebelum assist Toncip di gol kedua. Syedaaappp!

Kinerja dobel pivot Hariono-Dado di babak pertama  sangat ciamik, membuat new radiant tidak bisa mendekati Made sama sekali. Konate tidak perlu repot-repot turun ke belakang untuk membantu pertahanan karena kedua gelandang bertahan bekerja sebagaimana mestinya. Pemain kelahiran bamako mali ini lebih fokus dalam menyusun serangan.

Penampilan apik juga ditunjukan Tony Sucipto. Sebagai full back kiri Toncip bermain dengan disiplin. Memberi bukti kepada Coach Emral bahwa memasang pemain selain Toncip di sisi kiri pertahanan persib adalah blunder nyata.  Toncip paham kapan ia harus ikut menyerang dan kapan harus berdiam di posnya. Bukti diberikan ketika Toncip berperan dalam gol kedua yang di cetak Konate. Overlaping dari sayap kiri Toncip mampu merangsek ke dalam kotak pinalti new radiant, diakhiri dengan umpan manis manja kepada makan konate.

 Kegoblogan babak kedua.

Jika babak pertama adalah persib yang enjoyable, babak kedua adalah kegoblogan yang sesungguhnya.  Bertolak belakang dengan apa yang ditunjukan dibabak pertama, di babak kedua permainan persib terlihat kacau.  Duo gelandang bertahan Mas Har dan Dado terlihat begitu ceroboh ketika mejaga arealnya. Lini tengah yang dikawal Dedi dan Mas Har kerap kali ditembus oleh para pemain New Radiant. Kombinasi perasaan jumawa setelah unggul, merasa pertandingan sudah dimenangkan dan match fitness yang memang belum 100%. Mas Har dan Dado kehilangan fokus, tugas utamanya sebagai gelandang bertahan, akibatnya pemain new radiant mampu memanfaatkan celah. Mampu menerobos kedua pemain tersebut, menyerbu Pardi yang juga skip. New radiant mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 3-1.

Melihat ada yang tidak beres dengan timnya Mang Djanur sempat emosi. Sempat berdiskusi sejenak dengan Coach Emral, Djanur lalu gerak cepat menganti Mas Har dengan Bang Utina, disusul pergantian Pardi oleh Dias. Perubahan tersebut akhirnya membuat persib kembali fokus dan bisa mengambil alih kendali permainan yang sempat direnggut oleh new radiant. Masuknya Bang Utina membuat lini tengah kembali stabil, Dado pun kembali menjalankan fungsi utamanya sebagai pemutus serangan  dan menjaga keseimbangan lini tengah persib.

Meskipun berhasil mencetak 4 gol namun persib masih memiliki beberapa pekerjaan rumah. Terutama adalah barisan penyerang bisa hanya dapat nilai lumayan. Bintang penyerangan adalah tantan yang tidak pernah berhenti berlari. Seakan ingin menghabiskan semua tenaganya untuk berlari. Jika saja Tantan memiliki skill finisihing yang joss, maka lengkap sudah. Penyelesain akhir yang buruk kerap kali di tunjukan lini depan persib beberapa peluang emas tidak mampu dikonversi menjadi gol. Nilai positif lainnya adalah Atep terlihat punya kawani lebih untuk berduel dengan lawan, sesuatu yang sudah lama tidak ditampilkan oleh the Lord.

Jalan masih panjang, saat ini mari nikmati sentuhan pertama persib yang joss di AFC Cup.

#PERSIB #AFCCup2015

@bus @xuk

Leave a Reply

Your email address will not be published.