3 Poin dari Palembang

Persib melanjutkan tren positifnya di partai tandang pada putaran kedua ini. Setelah menahan imbang Arema jeung Persipura, kali ini tilu poin berhasil dibawa pulang ka Bandung setelah mengalahkan Persijatim Palembang. Teu kagok atuh menangna oge, 4-1. Mamang Ndusel jadi sorotan pada pertandingan ieu karena cetak satu gul dan satu asis.

Di bawah kepelatihan perdana Emral Abus, Persib kembali mencadangkan el kapitano Atep. Mendiamkan Atep di bangku cadangan selama dua pertandingan berturut-turut adalah sebuah pelanggaran yang keras, ga bisa dikasih maaf, dan ga bisa ditolerir. Kamu jahat! Gantinya, Bang Jupe yang jadi deputi memimpin rekan-rekannya di lapangan.

Persib tampil dengan skema andalan 4-3-3 dengan kwartet bek Toncip-Jupe-Vlado-Henhen melindungi Deden Natsir sebagey kiper. Di tengah, trio Kim-Dedi-Essien jadi andalan dan di depan trio –Matsu-Ndusel-Bow nu jadi starter. Kembalinya Bow dari timnas membuat Maitimo harus rela duduk di bench. Sementara Atep masih enjoy menjalani peran barunya sebagai motivator di bangku cadangan. Kapten idolaque.

Sementara SFC oge tampil dengan skema yang hampir serupa. SFC mengandalkan Teja Paku Alam sebagey kiper, ditopang oleh kuartet Gilang-Bobby-Basna-marko, sementara di tengah trio Ichsan-Hyu-Tijani jadi andalan. Di depan, trio Hilton-Beto-Nur Iskandar jadi starter.

Eksploitasi Sisi Sayap SFC

Di pertandingan lawan Sfc ini persib tampil lepas, berani melancarkan serangan dengan bertubi-tubi yang engkau berikan, cintaku bertepuk sebalah tangan, tapi aku balas senyum keindahan. Bertahan satu apa?~

Tidak terlihat statement Emral yang menginginkan Persib meraih satu poin. Lini tengah terlihat cair, Essien enjoy mantuan Mang Ndusel, jarak duaan eta oge rapet teu jajauhan jiga kabogoh keur pasea. Urusan bertahan memang udah disiapin dua penyaring sekaligus yang ada dalam diri Dado dan Kim kuncir yang kabogohna baru dapet 100 rebu followers.

Pada awal laga, kedua tim bermain dengan tempo lambat. Kendati demikian, kedua tim sudah menunjukkan gelagat nu sarua, yaitu menyerang melalui sayap. Persib sendiri berhasil memanfaatkan celah yang ada di sayap kanan pertahanan sfc, marko sandi yang kerap kali naik dan lupa turun membantu pertahanan menjadi sasaran empuk buat persib untuk mencari gul. 3 gul yang diciptakan persib semalam berasal dari pos nya marko, sedangkan dari sisi kiri pertahanan sfc relatif lebih aman meskipun berhasil kebobolan satu gol dari sayap kiri beberapa serangan dari sayap kiri berhasil dimentahkan oleh gilang ginarsa.

Boga predator di lini depan, memang opsi sayap jiga kieu bisa jadi andalan serangan Persib. Dan ditingali dari komposisi pemaen nu aya, Shohei jeung Bow memang pemaen nu rada ecreug maenna sebagai winger. Predator nu teu daek cicing ngajentul jiga Ndusel bisa menguntungkan Essien atau Maitimo sebagai pemaen nomor 10 untuk nyetak gul, atau pemaen sayap eta sorangan jadi bisa asup ka kotak penalti. Ngajieun bek batur lieur sorangan. Sahenteuna Ndusel geus mere bukti manehna lain jiga Ikene, bisa nyetak gul oge di kandang batur.

Masalah konsentrasi di menit akhir setelah unggul kudu jadi bahan evaluasi Emral Abus, Herri Jos, Yaya, dan tentu saja WHU.

Serangan SFC di babak pertama memang tidak terlalu bahaya, Belaid sebagai pengatur serangan tim tuan rumah gagal memberi umpan-umpan pada Hilton, Nur Iskandar, jeung Beto karena loba teuing ngeukeuweuk bola. Hilton jarang lepas dari pengawalan Henhen, Nur Iskandar bete teu bisa ngaliwatan Toncip nu make garis pertahanan rapet dan rendah tea, nepi teu pisan operlap mantuan Shohei. Beto berkali-kali bisa diakalan ku Vlado atau Bang Jupe.

Belaid mah ga bisa nembus ke area dua gelandang bertahan Persib. Tingali kumaha maenna Kim kuncir semalam. Manehna teu naek pisan lebih dari setengah lapang, fokus di area deket dua bek tengah. Sebalikna, serangan Persib justru katingali lebih bahaya dan bisa menikmati pertandingan. Apakah ini karena doi ada di bench? Meski pelatih baru, gaya permainan tetep via gawir arus lancar di kedua arah. Mengandalkan kecepatan dua pemaen sayapnya, Persib coba membuat lelah Gilang Ginarsa dan M. Sandy. Ndusel sih nu pada pertandingan ieu kaciri mejeuh mah. Yanto Basna jeung Bobby Satria kotka duaan kudu ngahandle si kapten Chad ieu. Enjoy ketika salah satu bek tengah katarik ku Ndusel, pemaen gawir kemudian asup. Kejadian ini terjadi saat Ndusel mere umpan terobosan ka Bow, hanjakal kaburu kapotong ku Teja.

Persib Bermain Lebih Efektif

SFC pada babak kadua mulai bisa menguasai pertandingan, sementara Persib sempat cuma megontrol tempo. Tapi, disiplinnya kuartet bek yang dimiliki Persib  membuat para pemain SFC kesulitan membongkar lini pertahanan Persib, masih jarang peluang yang enakeun bisa diciptakan SFC. Lobana tajongan ti luar kotak penalti nu secara kemungkinan gul mah kecil karena posisi najongna terkesan maksakeun samaruk maranehna si Isco mereunnya.. Masukna pemaen bangor jiga Rachmad oge masih belum banyak membantu, Toncip beuki rapet jeung garis out. SFC beuki edan masukin Risky buat menambah daya serang. Eh, ternyata lainna ngudag gul malah kagulan deui. Walaupun di akhir pertandingan manehna bisa nyetak gul.

Sedangkan dari kubu Persib, khususnya pada babak kedua bermain lebih dalam dengan sesekali melancarkan serangan balik melalui Febri, Shohei dan Ndusel berhasil membuat kocar kacir lini pertahanan SFC. Gul ketiga dari Febri nu berawal ti long ball dari tengah dan dipantulkan Ndusel seolah menjadi ciri khas Persib dalam laga ini. Frustrasinya para pemain SFC dan mudahnya mereka meninggalkan posisi seolah membuka jalan Persib untuk mencetak gul ke 3 dan ke 4. 2 gul nu berawal dari serangan balik, Frustrasinya para pemain SFC sebenarnya sudah terlihat sejak gul nu diciptakan Essien, bek bek sfc terlihat tidak begitu fokus dan terkesan emosional dalam permainan karena fokusna hayang nuar si Ndusel.

Atep Time

Di saat skor dirasa aman, memasukkan Atep adalah hal sangat masuk akal. Tidak boleh memang mendiamkan kaptennya di bangku cadangan dengan tidak memainkannya sama sekali. Bisa-bisa Persib mendapat kutukan, eta mun Atep teu dipaenkeun bisa-bisa Persib jadi eleh 5-4. Katingali kan kumaha magis yang diberikan Atep kepada tim. Bola korner nepi ka ngebul kitu, ternyata setelah diselidiki eta adalah rasa kagum bola karena bisa disepak ku seorang Atep. Mun manusia mah menangis terharu bisa jabat tangan jeung idola, nah mun bola mah jadi ngebul. Kita memang tidak pernah tahu kehidupan lain dari makhluk ciptaan Allah. Ternyata rasa kagum berbagai makhuk berbeda-beda manifestasinya. Mungkin kita harus belajar lebih dekat lagi dengan alam.

Akhirul kalam, semoga Persib bisa kembali melanjutkan tren positif ini dengan melawan tim calon mertua kami pada malem Minggu nanti.

 

Salam,[fah,zky/xuk]