Stunduh di Banjarmasin

Setelah tampil baik pada empat laga kandang, lagi lagi Persib kesulitan mendulang tiga poin di rumah orang, tadi malam Persib harus berbagi angka 1-1 dengan tim tuan rumah Barito Putera. Artinya selama putaran kedua liga kopi ini, Persib belum pernah sekalipun meraih angka penuh di kandang lawan.

Tidak ada sesuatu yang mecolok dari pemilihan formas Janur, seperti laga laga sebelumnya, 4-2-3-1 tetap menjadi dasar permainan Persib, cederanya Sergio yang membuat sedikit perbedaan, kali ini Tantan diplot sebagai striker menggantikan posisi Sergio, dina praknamah peran Tantan semodel f9 kitu lah, meskipun secara hasil dan permainan mah tidak memberikan banyak perubahan. diapit oleh dua gelandang serang lincah Bow dan Lord Atep. Lini tengah mah cenderung sarua dengan pertandingan sebelumnya, yang terlihat jelas perubahan kompissi adalah di sektor pertahanan, kali ini untuk kedua kalinya Diogo haru diparkir dan numbalkeun sektor kiri pertahanan Persib dengan menggeser posisi Tony dari fullback ke bek tengah, posisi yang ditinggalkan Tony, mau tidak mau harus diserahkan kepada Dias, da rek saha deui atuh piraku Bli Made jadi fullback, asa piraku.

barito1

Kedua tim bermain dengan hati-hati di awal-awal pertandingan yang menyebabkan tempo pertandingan begitu slow on swag seperti lagu Young Lex feat Gamaliel. Persib bahkan mampu mengejutkan tim tuan rumah, kombinasi uduk dan kombinasi goreng mafia Bow-Flo48 semakin lancar jaya. Flo kembali memberi umpan 100rebueun pada Bow dan Bow seperti yang sudah kita tahu menggocek kiper yang akhirnya dilanggar oleh sang kiper. Wasit mau tidak mau, ya kudu mau menunjuk titik putih. Sekilas mah emang sih minim pisan kontak Bow sama kiper tapi Bow dengan cerdasnya menjatuhkan diri saat sentuhan kiper itu saeutik pisan.

Sempat mengejutkan khalayak Bobotoh dengan gol pinalti yang dicetak Vlado di  awal awal babak pertama, justru permainan persib dari detik ke detiknya cenderung menurun, padahal bila diperhatikan Barito Putera pun bermain tidak begitu baik dalam menyusun serangan terutama di babak pertama. Permainan Persib justru menurun dan Barito dengan enak mengurung Persib setengah lapangeun. Unggul jumlah pemaen di lini tengah, Persib justru memilih bertahan dan hanya sesekali menyerang lewat skema serangan balik mengandalkan kecepatan Febri Bow di sektor gawir kanan pertahanan Persib. Sadar eweuh target man di area kotak penalty Barito, sepanjang 2×45 menit Persib hanya melakukan usaha crossing sebanyak 15 kali. Sementara Barito melakukan usaha crossing sebanyak 24 kali, dengan 12 kali dari gawir kanan dan 12 kali di gawir kiri dengan maksud untuk memanfaatkan dua striker badag mereka, Agi Pratama dan Luis Junior untuk bisa menyundul umpan crossing rekan-rekannya.

Babak 2

Permainan kedua tim masih sama-sama saja tak ada perubahan. Bahkan Persib semakin sabar menunggu lawan untuk menyerang namun ripuh dalam menyusun skema serangan balik. Tidak adanya seorang target man, membuat duo gawir Persib kebingungan bal kudu dikamanakeun, rek di crossing eweuh sasaha di kotak penalti lawan, rek cut inside sulit karena Jun Sik dan Amirul cukup disiplin dalam membantu bertahan. Keripuhan Persib dalam menyerang terlihat dari percobaan umpan nu jadi peluang mencetak gol, hanya empat umpan dari pemaen Persib nu jadi peluang mencetak gol. Kuatka ripvh nyerang atau emang tidak niat menyerang karena ingin mengamankan skor unggul 1-0 hingga peluit akhir pertandingan ditiup sang pengadil di lapangan hijau.

Selama kurang lebih satu jam Persib bener-bener berada dalam posisi yang enak. Persib bisa menyerang dan bertahan dengan baik selama rentang waktu tersebut. Lini pertahanan bisa menangkal serangan Barito nu kapatil pedah kagulan tiheula. Apalagi Deden Natsir juga kembali maen bagus di bawah mistar. Semuanya aman terkendali.

Kembalinya kamerad Vlado memang punya signifikansi terhadap organisasi pertahanan. Para pemain tetap disiplin meskipun terus menerus digempur oleh lawan. Jasuk bisa mengatur timing maju mundurna, duet CB Vlado-Toncip enjoy banget dalam menggalang pertahanan. Ngan si Dias weh nu rada minus mah. Manehna sering telat turun ketika abis naek, terlalu ngasih space buat Adam Alis sehingga doi bisa banyak berkreasi di sisi kiri pertahanan Persib.

Permainan apik empat pemain bertahan Persib juga memaksa penyerang Luiz Carlos Junior turun agak dalam untuk memancing para pemain bertahan Persib buat maju sekaligus jadi pemantul bola. Namun Mas Har dan Kim kuncir juga bermain sigap untuk melapis lini pertahanan. Jadi weh si Barito kapaksa lebih banyak melakukan tembakan dari luar kotak penalti untuk membongkar pertahanan Persib.

Gol yang dicetak si Yongki memang lebih didominasi oleh hilangnya fokus para pemain bertahan Persib. Gol Yongki terjadi sekitar 95 detik setelah tajongan Cak Samsul berhasil diredam oleh Imam Arief Fadhielah, Masuknya Yongki membuat fokus penjagaan terbagi. Terutama buat dua bek tengah, Vlado dan Toncip. Terbelahnya fokus ini akhirnya emang bisa dimanfaatkan dengan baik ku si taeun teh. Manehna berlari diantara Vlado dan Toncip, dan langsung nembak bola tanggung kiriman dari lini tengah. Dua bek tengah Persib pasti reuwas oge da teu nyangka si Yongki dek melakukan tendangan first time. Dengan hasil imbang ini, Persib bertengger di posisi ke 7 turnamen kopi Indonesia dan menyisakan tiga pertandingan lagi. Semoga di tiga pertandingan selanjutnya yaitu melawan PS TNI, PBFC dan Arewa, Persib mampu meraih hasil maksimal agar target masuk empat besar bisa tercapai, jika tidak? Hanya rumput bergoyang yang akan menjawabnya. Hidup Persib!

 

@xuk @fah @jay @arn / @omz

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart