Balik Bandung

laporan pandangan mata header

Persib Bandung harus mengubur impiannya melaju ke babak selanjutnya usai dikandaskan pusamania borneo fc dengan skor 2 gol tanpa balas. pada pertandingan yang digelar di stadion delta sidoarjo itu Djajang Nurjaman memainkan formasi kojo 4-2-3-1. Kuartet bek diisi oleh Pardi-Abdul-Jupe-Toncip. Tepat di depan mereka ada dua orang gelandang kharismatik, Mas Hariono dan Bang Firman Utina. Selain bertugas melindungi kuartet pertahanan mereka juga menyokong pergerakan Gian Zola di gelandang serang bergantian dengan Makan Konate menjadi Wide Playmaker di sisi kiri dan di kanan penyerangan ada Febri Bow. Ilija Spaso bertugas sebagai ujung tombak. (more…)

Continue Reading Balik Bandung

Otak Djanur dipadu Mental Pemaen, JOSS!

laporan pandangan mata header

Persib Bandung berhasil mengamankan 3 poin pertama usai mengandaskan tim asal jawa timur persela lazio lamongan dengan skor 2-3, melalui gol yang diciptakan oleh Yandi Sofyan, dan brace Makan Konate.

Zola dan Bow

Sesuai dengan regulasi yang ditetapkan panitia bahwa setiap tim harus menurunkan 2 pemain under 21 dalam daftar susunan pemain, Persib menurunkan dua punggawa maung ngora: Febri Bow dan Gian Zola. Meski dengan dua pemaen bocah, skema yang Djanur jalankan tetap pola kojo 4-3-2-1 dengan poros ganda dan seorang pemaen memegang role no 10 di gelandang serang. (more…)

Continue Reading Otak Djanur dipadu Mental Pemaen, JOSS!

Perancang Serangan Terbaik Se-Indonesia!

bincang-bincang headerLegenda mengatakan seorang Yusuf Bachtiar adalah perancang serangan terbaik yang pernah Persib punya sepanjang masa. Ikut membantu Persib meraih gelar juara terakhir perserikatan dan gelar juara pertama kali Liga Indonesia. Bagi kami, Yusuf Bachtiar benar-benar sebuah legenda, kami belum pernah menonton permainannya secara langsung.
(more…)

Continue Reading Perancang Serangan Terbaik Se-Indonesia!

Juara Lagi!

laporan pandangan mata header

Persib Bersabar, Sriwijaya Kebingungan

Daripada memaksimalkan strategi penyerangan Persib untuk meraih kemenangan, Djanur memilih jalan gelap taktik pragmatis dengan mencoba menetralisir keunggulan Sriwijaya. Akhir-akhir ini taktik model begini sering digunakan oleh Djanur. (more…)

Continue Reading Juara Lagi!

Kuliminasi Kemonotonan Persib a la Chef Djanur

Well, tak banyak yang bisa dikisahkan dari pertandingan melawan persij*. Pada dasarnya game itu emang overrated. Jadi males juga sih nulis tentang pertandingannya. Game yang boring, dengan taktik haben-weh-kitu a la coach Djanur.

Jika ada yang perlu dicatat dari persib lawan persija adalah keberanian, atau mungkin lebih tepat disebut keputusasaan, mang Djanur untuk menggantikan Djibril dengan seorang Rudiyana. Mengganti seorang striker andalan dengan seorang bocah dalam pertandingan bertensi sangat tinggi. Kami rasa ini lebih pada keputusasaan Djanur terhadap kinerja Djibril dalam 3 pertandingan terakhir. Sudah 3 game, Djibril mogok mencetak gol.

Bisa jadi ini adalah titik kulminasi dari kemonotonan taktik Djanur sepanjang side A musim ini. Tanpa ada perubahan saat memasuki side B, sulit melihat persib bisa juara. Bahkan mungkin akan cukup sulit juga untuk persib meraih tempat di babak 8 besar.

 

The Unexplained Roller Coaster Performance.

Performa persib musim ini memang naik turun. Ada sejenak konsistensi positif sebelum penurunan curam yang panjang. Naik turun dengan cepat seperti roller coaster.

(more…)

Continue Reading Kuliminasi Kemonotonan Persib a la Chef Djanur

Hari Kenaikan Ferdinand

Hari Kenaikan Ferdi
Hari Kenaikan Ferdi

Mereka bilang mengakhiri rekor buruk di gresik. Well, kami tak begitu memperhatikan soal statistik dan rekor, yang kami lihat adalah permainan persib yang juuoosss!

Dari team sheet starter, hanya minus Utina sebagai langganan starter. Meski begitu, starting line up Persib masih sangat terasa aduhai. Trio Hariono-Taufiq-Konate bisa mengontrol lini tengah sejak dari peluit ditiup. Yaah, sangat terbantu oleh lini tengah gresik yang tiada punya playmaker jempolan.

Kebangkitan Ferdi.

Ferdi bermain sangat ciamik di sisi kiri. Bermain di hari paskah, kamera stadion berulang kali menyorot Ferdi sedang membuat tanda salib di dadanya. Tiga salib di setiap kesempatan. Kali pertama setelah mencetak gol pembuka, kali kedua saat gol kedua, kali ketiga saat menjelang jeda istirahat.

(more…)

Continue Reading Hari Kenaikan Ferdinand