Kuliminasi Kemonotonan Persib a la Chef Djanur

Well, tak banyak yang bisa dikisahkan dari pertandingan melawan persij*. Pada dasarnya game itu emang overrated. Jadi males juga sih nulis tentang pertandingannya. Game yang boring, dengan taktik haben-weh-kitu a la coach Djanur.

Jika ada yang perlu dicatat dari persib lawan persija adalah keberanian, atau mungkin lebih tepat disebut keputusasaan, mang Djanur untuk menggantikan Djibril dengan seorang Rudiyana. Mengganti seorang striker andalan dengan seorang bocah dalam pertandingan bertensi sangat tinggi. Kami rasa ini lebih pada keputusasaan Djanur terhadap kinerja Djibril dalam 3 pertandingan terakhir. Sudah 3 game, Djibril mogok mencetak gol.

Bisa jadi ini adalah titik kulminasi dari kemonotonan taktik Djanur sepanjang side A musim ini. Tanpa ada perubahan saat memasuki side B, sulit melihat persib bisa juara. Bahkan mungkin akan cukup sulit juga untuk persib meraih tempat di babak 8 besar.

 

The Unexplained Roller Coaster Performance.

Performa persib musim ini memang naik turun. Ada sejenak konsistensi positif sebelum penurunan curam yang panjang. Naik turun dengan cepat seperti roller coaster.

(more…)

Continue Reading Kuliminasi Kemonotonan Persib a la Chef Djanur