Taktik Filosofi Gunung

Sudah 1000 purnama kami menanti Persib kembali berlaga di Liga. Kerinduan yang amat sangat menyaksikan Maung Bandung berlaga akhirnya terbayar saat melawan PS Barito Putera di ajang BRI Liga 1. Tapi yah selain jersey, lalajo Persib ge ayeuna mah make filosofi gunung. Dua jam menonton gunung kembar tanpa berbuat apapun. Jeceng hungkul, bucat henteu.

Sejak wasit meniupkan peluit tanda pertandingan dimulai, Persib langsung memegang kendali. Duet Klok-Rashid di lini tengah memberikan warna baru di permainan Maung Bandung. Namun di tengah-tengah pertandingan tiba-tiba ada pesan telegram masuk ka hp kami. Ulah waka suudzon, kami make telegram jang berkomunikasi dengan aa kami, aa oman.

“Jang geus maneh musim ayeuna neang sodara kembar nu anyar. Pliz lupakan kami, kami sudah bahagia di sini,” ujar aa oman.

Pas kami rek males ternyata langsung diblok, goblog sombong kieu aa oman. Ya sudah detik itu juga kami memikirkan siapa sodara kembar kami yang cocok menggantikan aa oman. Para pembaca mungkin akan menebak Marc Klok atau Ezra Walian, tapi kami memilih Henhen Herdiana. Kami terpesona oleh suntrungan kang Henhen kepada Papa Victor di video untold storynya Persib.

Walau sesudah menyuntrungkeun, muka kang Henhen rada pias, tapi keren oge ternyata kang Henhen gaduh kawani. Santun, someah, bodor namun gede kawani. Calon mantu idaman banget.

***

Filosofi Gunung

Secara taktik permainan Persib ge filosofi gunung banget. Kitu weh panceg dia galur ngagawir. Rashid jeung Klok geus meded bisa nyekel bola di tengah. Ngontrol pertandingan, ngan bola distribusina beuki dieu teh beuki ngagawir tuluy. Sudah pasti mun ka gawir mah bola finalna moal baleg dong.

Eksekusi 442 Persib semalam rada kurs euy. Jigana sih pedah ieu pertandingan pertama. Jadi masih kurang feel na. bisa jadi ngke mah dengan hadirnya Geoffrey Castangel bisa leuwih jalan deui tektikna. Da mun dek make tektik filosofi gunung mah persiapan ge kudu meded. Peralatan rada dikomplitkeun heula, ngarental weh ka Alment. Sok marejeuh keneh kualitas alatna teh. Ai harga mah emang leuwih mahal saeutik dibanding tempat rental nu lain.

Setelah 15 menit lewat tanpa gol, permainan mulai menurun. Rashid-Klok terlihat belum mencapai match fitness 100%, feeling pertandinganna oge masih can sekeut. Kondisi yang akhirnya membuat tempo sedikit melambat. Penurunan ini ditambah dengan penampilan kedua winger yang goblog dan bikin pusing. Akselerasi dan tusukan Frets Butuan menghilang di laga ini. Ia lebih banyak menyisir sisi kiri diakhiri crossing sakumaha bulu irung.

Berpindah ke sisi kanan, sama wadulna. Febri terlihat maen teu paruguh. Tekak tekuk teu jelas, keputusan najong serta ngumpan pabeulit dan pergerakan tanpa bola nu ngaco nyieun Bow katingali jiga anu karek sakali mengbal di pentas profesional. Kagoblogan Bow dan Frets di sektor sayap ieu membuat Wander Luiz linglung tidak mendapat crossing yang memanjakan kepala.

Buntu lewat sayap, ingin menyerang liwat tengah juga tidak mampu. Ezra Walian yang bertugas di belakang Wander Luiz bermain teu paruguh. Walau memiliki ball handling anu alus, tapi pemain lulusan Ajax ieu beberapa kali posisina kurang pas buat dioper, jadi bola yang dikumpulkan di Klok-Rashid didistribusikan ke sayap lagi sayap lagi yang sudah tau tidak akan ada hasil.

Telepati

Deadlock sepanjang babak pertama, Koko Robet mencoba memasukan Esteban dan Beckham untuk menggantikan Frets serta Febri yang haseum di sisi sayap. Masuknya dua pemain ini memang tidak berpengaruh secara signifikan terhadap permainan. Namun, keduanya memberikan kontribusi yang lumayan untuk kemenangan 1-0 Persib atas Barito.

Beckham mampu tampil ngotot dan berusaha semaksimal mungkin bermain di posisi Bow. Etam nyaris mencetak gol, sayang tendangannya dari sisi kiri pertahanan Laskar Antasari masih bisa ditepis saeutik oleh M. Riyandi sehingga bal membentur kusen.

Sementara pemain kesayangan kami, Esteban Vizcardut berperan penting pisan pisan atas teciptanya gol tendangan bebas Marc Klok. Coba bayangkan jika Vizcardut tidak melaukan dummy pura-pura ngaheden. Bisa saya bola diantisipasi dengan mudah oleh M. Riyandi.

Saat itu suasana stadion sepi, eweuh nu trek trekan jiga di perluasan. Dalam diam, Klok berkonsentrasi penuh siap mengeksekusi tendangan bebas. Ia pun mengeluarkan ajian yang ia dapatkan saat berguru ke jalan elang guna mendapatkan ilmu telepati agar bisa eye kontek dengan rekan setim melalui bahasa qolbu.

“Viz.. tes.. 1,2,3..” ucap Klok dina jero hate.

“Anjing sia geus bisa euy Klok, bener pinter maneh. Anu bisa kieu jeung aing padahal ngan si Lopicic eta ge lila diajarna. Maneh karek dua minggu geus bisa!” ujar Vizcardut dina jero hate.

Hate Klok dan Vizcardut sudah menyambung layaknya alat komunikasi dina helm barudak sunmori.

“Loba ngomong goblog. Siap-siap sia pura-pura ngaheden heueuh, tipu si Riyandi aing rek mere bola ka tiang dekeut!” ucap Klok.

“Kalem ajig nipu mah aing jagona. Kuy ajig der, urang bikin bobotoh surak Klok!” ucap Vizcardut.

Ketika dua-duanya sudah okey, Klok ngalieuk saeutik ka Vizcardut untuk memastikan yang terakhir kali sebelum najong. Vizcardut dengan tegas membalas tatapan Klok dengan anggukan pasti.

Tiga detik kemudian Klok melepaskan tendangan bebas ke tiang dekat dan Vizcardut berusaha untuk menggapai bola dengan sundulan. Pemain bernomor punggung 10 tersebut bergerak seolah-olah menyundul bola katukang padahal teu beunag.

“Eta udag si Vizcarra. Erek nyundul!” Ucap M. Riyandi.

“So tau anjing aing mah rek nipu sia!” Ucap Vizcardut.

“Aget anjig teu disundul. Goblog jadi weh kaasupan!” Riyandi ngagerung dan diakhiri ngahuleng tarik setelah tahu bola meluncur deras ke gawangnya.

Persib Bandung 1-0 PS. Barito Putera.

Skor bertahan hingga akhir laga. Klok-Vizcardut surak, bobotoh surak, semuanya surak dengan kemenangan ini.

Walau dari segi permainan masih belum memuaskan, namun kemenangan di laga perdana ini sangat penting sebagai bekal untuk mengadapi laga selanjutnya. Semoga laga selanjutnya bisa berlangsung dan kita bisa sama-sama mendukung kembali Maung Bandung berlaga. Bismillah.

 

Salam, [JAY / BUS]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

Yang Lainnya