Terbaring di Jakabaring

Mengawali putaran 2 TSC Persib berangkat ke Palembang dengan kekuatan penuh. Plus rekrutan anyar Diogo Alves Ferreira pituin Portugis berpaspor Aussie. Bertanding dengan membawa romantisme kejayaan masa lalu di Jakabaring, Persib secara mengejutkan sudah harus kebobolan di menit awal. Nampaknya di musim ini tanah Sumatera tidak bersahabat untuk PERSIB. Setelah dipermak  4-0 ku Semen Padang, tadi malam iya tadi malam minggu giliran Sriwijaya yang bikin babak belur PERSIB dengan skor 3-0. Dua gul Mushafry serta satu gul Beto tidak bisa dibalas satu gul pun oleh anak asuh Djanur. Terlebih dua dari tiga gul Sriwijaya tercipta berkat asis yang dibuat oleh Jupe dan Bang Utina membuat luka yang belum mengering ini bertambah perih.

Tidak banyak perubahan yang dilakukan oleh Mang Janur dengan menggunakan formasi andalan 4-2-3-1 begitu juga dengan daftar susunan pemain, Made masih dipercaya mengawal gawang, Jasuk masih terus diberi kepercayaan untuk menambah menit bermainnya ditemani oleh Vlado, Basna, dan Toncip di lini pertahanan, dua pos gelandang bertahan diisi oleh Mas Har dan Kim, namun Kim hanya bertahan hingga pertengan babak pertama saja usai disikut ku Jupe dan digantikan oleh pemain debutan Diogo. Mang Ino di-plot sebagai penyokong Sergio diapit oleh dua sayap Zulham dan Lord Atep.

Samentawis Sriwijaya turun tanpa diperkuat Haji Ridwan yang cedera dan Hilton yang dihukum karena akumulasi kartu kuning, masing-masing digantikan oleh satu pemain muda dan satu pemain kolot Risky Dwi Ramadhan dan TA Musafri.

BUTUT

Secara keseluruhan SFC tidak terlalu mendominasi permainan, khususyon di babak kahiji. Kedua tim gentosan memainkan bola di areanya maupun area lawan. Bahkan Persib lebih sering menguasi bola dengan 64% tapi ya gitu deh minim peluang, Absennya Hilton dan Haji Ridwan sama sekali tidak terasa. Musafri dan Rizky bisa mengaplikasikan dengan baik posisi yang ditinggalkan keduanya. Ditambah pergerakan yang sangat cair di antara trio penyerang Sriwijaya.

Seperti sudah diprediksi sebelumnya, bahwa Beto Goncalves akan menjadi kartu troof buat SFC, Beto teu ngetem ngadagoan angkot cicing di tengah, kadang turun, kadang ka kanan, kadang ka kiri, pokonamah ngacak, tapi puguh ngajieun lieur pemaen PERSIB.

Kajadian, agresifitas dan positioning-na Beto kuatka edan bisa nyieun Basna lulumpatan gubay geboy. Lain pedah lumpat tarik, tapi Basna anu katarik ku pergerakan Beto saat mencari ruang ka tengah anu kuduna jadi tanggung jawab Diogo. Walhasil dibere umpan terobosan dari Jupe menuju Beto bikin Basna ongkek, 2-0 untuk Persib. Padahal sebelum gul kedua untuk SFC, Persib sedang enjoy menyusun serangan, dan bisa dihitung jari lah SFC nyerang nepi sepertiga lapang Persib.

Masalah PERSIB masih sama, lini tengah yang hilang ditelan rumput Jakabaring. Babak pertama Ino hampir teu nyentuh bola pisan di sepertiga akhir wilayah Sriwijaya. Ditambah disiplinna Hyun Ko ngajaga Ino praktis Ino kaciri ripuh pisan untuk sekadar muka ruang pun Ino ripuh pisan, Bayangkan, kumaha rek nyusun serangan yang enakeun kalau nyentuh bola ge tidak sama sekali. Sembilan puluh menit, ngan aya 3 tendangan ke arah gawang. Jarak Mas Har-Diogo dan Ino jauh pisan, mun mereka bobogohan geus yakin bakal pegat. Sebetulnya permainan si Diogo teu butut secara individual mah, ngan secara tim si eta loba miskom, komo sama Mashar anu ngageugeuh lini tengah Persib.

Digantinya Kim akibat Jupe yang kerasukan arwah Hermawan, mau tidak mau memaksa Mas Har mengalirkan bola ke depan dan menyerahkan tugas memotong alur serangan kepada sang pemaen debutan, Diogo. Justru sabaraha kali Diogo yang melakukan umpan panjang ka gawir bisa sukses, 2 kali. Apakah kehadiran Marco Flores akan menjawab dan mengatasi kosongnya lini tengah kita? Mudah-mudahan iya

Semenjak tertinggal, permainan Persib mulai rusuh teu paruguh plus buntu teu bisa asup ka kotak penalti Sriwijaya FC. Sergio Van Dijk yang ditempel ketat Mauricio Leal tidak berkutik sama sekali. Hal ini pula yang membuat Sergio botak rajin menjemput bola untuk sekedar memantulkan bola ke-are sayap. Terjangan kepada Teja Paku Alam adalah satu-satunya aksi yang paling diingat dari penampilan Sergio Botak semalam.

Dua gawir Persib Atep dan Zulham Zamrun pun sama tak kalah ripuhna, tidak ada tusukan-tusukan ke dalam kotak pinalti. Usaha untuk menciptakan peluang dengan melepaskan umpan silang pun sangat minim, di babak pertama saja tercatat Persib hanya melakukan 7 kali usaha umpan silang, yang membuat miris adalah hanya ada 2 umpan silang yang sukses sisanya berhasil digagalkan pemain Sriwijaya. Hese nyerang geus tangtu bakalan hese nyiptakeun peluang.

Malaweung Wak

Vujovic bermain tidak sebaik dipertandingan sebelum sebelumnya, kerap kali Vlado terburu-buru melepaska umpan jauh dari belakang, hal tersebut tidak lepas dari pergerkan Beto atau Musafry berusaha untuk melakukan pressing ketika Vlado sedang menguasai bola.

Tekanan dari Sriwijaya emang edan eling, sih. Dari lini pertahanan PERSIB megang bola, maranehna udah kasih pressing. Siapapun pemaen PERSIB yang megang bola langsung ditekan. Sadar atau teu sadar kondisi eta, Djanur masih tenang seakan tidak ada masalah di atas lapangan. Setali tiga uang dengan Vlado, penampilan Basna juga tidak lebih baik dibanding Vlado, Basna sering ikut tergeser katarik ku pergerkan Beto nu sering lumpat ka sisi, menyisakan sedikit lubang di posnya Basna, begitu pun ketika Basna tengah menguasi bola sering diganggu oleh pressing lawan sehingga tidak begitu tenang ketika sedang menyusun serangan di lini pertahanan, di malam tadi Persib emang kesulitan dalam nge-buildup serangan.

Alih-alih memasukkan Bos Opik yang kemampuan mengalirkan bolanya lebih baik, seperti yang sudah-sudah, Djanur malah memasukkan pemaen sayap. Mungkin Djanur mendengar pembicaraan Binder Singh sebelum pertandingan bahwa lini tengah PERSIB tidak ada masalah dalam suplai bola, hanya pemaen sayap yang harus lebih banyak buat umpan ke Sergio Botak. Pergantian pemaen yang sudah ditebak dan pastinya udah diantisipasi oleh Widodo.

Masuknya Samsul dan Tantan tidak banyak memberikan perubahan, Tantan nu hobi seserebatan tidak sanggup menembus sisi kanan pertahanan lawan bahkan cenderung memaksakan melakukan dribble, disiplinnya fullback Sriwijaya membuat pemain PERSIB semakin rivuh, jika biasanya Supardi rajin naik membantu penyerangan  tapi kali ini justru Supardi lebih berkonsentrasi menjaga pertahanan untuk mematikan pergerakan pemain PERSIB. Alhasil agresifitas kedua gawir PERSIB berhasil diredam. Malem minggu lesu, terbaring di Jakabaring.

@jay @dit @fah

Follow kami di @stdsiliwangi

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart