TEREH TICANGREUD KU POLISI TIDUR

Setelah kurang lebih 80 menit dag dig dug, Wak Haji dan Bobotoh akhirnya bisa bernafas lega. Tim kebanggaan dan kesayangan kita semua, Persib Bandung, bisa memenangkan laga setelah melalui kondisi yang sulit. Apalagi Persib tingaleun tiheula karena lawan kali ini, Bhayangkara FC mencetak gul terlebih dahulu melalui Ilham Udin Armayn. Setelah gul penyama kedudukan dari Zulham “The King” Zamrun, Persib akhirnya memastikan kemenangan melalui eksekusi penalti kamerad Vlado tepat sesaat sebelum wasit menghembuskan nafas terakhirnya… eh meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.

Karena Sergio botak tidak bisa maen akibat kartu merah yang disebabkan neunggar kiper lawan di pertandingan sebelumnya, Djanur kemudian mencoba skema baru dengan memilih untuk bermain dengan false 9 tanpa menggunakan penyerang murni. Posisi penyerang Persib pada lawan Bhayangkara diisi bergantian oleh Zulham, Atep dan Pugliara. Sementara paketan gelandang dan bek mah masih sama siga sebelumnya, kecuali Cep Dias yang kembali lagi maen.

persib_bfc_formation_tactics

Meskipun skemanya baru, sayang polana mah sarua wae. Penyebabnya adalah trio di depan; Ino, Zamrun dan Lord berputar-putar rotasi layaknya bianglala di Dufan. Mengapa pola sarua? Karena eh karena angger opsi terakhir adalah umpan krosing lagi umpan krosing lagi. Lamun teu jero teuing ka kiper, nya kamana wae melewati awang-awang. Ditambah si Flo48 Ukulele daripada jadi finisher kalahkah lebih sering berada di belakang trio Ino-Zamrun-Lord buat ngalirin bola.

Ibnu Grahan di kubu batur memang ngandeulkeun pisan si wonderboy, Evan Dimas. Tapi babak kedua bliyo jeli dalam pergantian pemaen. Antoni Putro yang tidak berwujud diganti oleh si taeun asal Maroko. Karena pergantian ini, Evan Dimas melebar ke kanan buat ngajak duel Toncip. Beberapa kali Evan nusuk-nusuk barisan pertahanan Persib, tekel dari Vlado adalah kunci. Tanpa tekel mungkin gul adalah hasil dari akselerasi Evan tersebut. Kemudian Rudi Widodo yang selama babak pertama dikunci dengan kunci ganda ala Kanjeng Dimas Taat Pribadi oleh Kakak  Basna dan Vlado di depan diganti oleh Subo, ini membuat Ilham menjadi penyerang palsu. Petaka itu datang, lagi-lagi dari sisi kanan, Ilham bebas dan gul! Padahal selama babak pertama Ilham Udin tidak terlalu membuat Dias kewalahan, eh sekalinya berbuat langsung cetak gul.

Arek-arek Suroboyo kasih pelajaran ke Djanur bagaimana cara bermain efektif dengan tidak perlu loba-loba penguasaan bola tapi bisa cetak gul.

Gawir-Krosing Terus Sampai Mampus

Persib berusaha mengambil momentum di menit-menit awal pertandingan. Persib mencoba membongkar pertahanan Bhayangkara FC melalui sektor gawir kiri yang ditempati oleh Lord Atep dan Tony Sucipto sebagai bantuan dari bek kiri. Beberapa kali Atep ataupun Toncip mampu mengirimkan umpan-umpan krosing ke kotak penalti lawan.

Namun, umpan krosing yang gituwelah dan tanpa ada target umpaneun membuat serangan via krosing ieu sia-sia belaka. Ada target umpaneun ge sok hese, ieu komo eweuh target umpaneun jang krosing. Begitu pun di gawir kanan, umpan krosing dari Ino dan Dias Angga pun tidak ada yang wonderful wonderwoman bisa membahayakan gawang Wahyu Tri Nugroho. Tercatat sepanjang babak pertama Persib melakukan usahan krosing sebanyak 18 kali, dan dari 18 krosing eta eweuh nu jadi gul hiji-hiji acan. Saking mengandalkan gawir, sampai-sampai Mas Toncip harus coba nendang dari samping. Engga dikasih ruang pisan buat coba najong dari sepertiga lapangan akhir Bhayangkara.

1476283691113

Djanur kemudian memasukkan Rachmad buat gantiin Kim yang habis bensin, maen dengan cuma satu jangkar. Teuing kumaha bisa-bisana Binder Singh ngomong kalau Rachmad memberikan efek positif padahal belum satu menit di lapangan.

The Lehendary Coach kembali mencoba eksperimennya, Lord diganti oleh Bow. Udah ketebak, opsi permaenan tetep mepet ka gawir. Entah bagaimana pola pikir pemaen Persib, sudah gagal teruslah mencoba, mungkin mereka berpegang teguh pada peribahasa: Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Dan bener eta kejadian berawal dari tendangan penjuru pendek dioper ke Ino lalu Ino umpan ke King Zamrun, tanpa ampun Zamrun sundul bola. Gul!! Luar biasa Zulham Zunaldo ini bisa cetak gul lewat kepala, tendangan bebas. Benar-benar King!.

Lanjut ke gul kemenangan yang dicetak dari titik putih. Berawal dari umpan terobosan Zulham ke Bow, lalu Bow lari dengan kecepatan gigi 5 ditambah NOS yang menyebabkan umpan Bow kena tangan pemaen Bhayangkara. Penalti dan Vlado sukses jadi algojo. Dua pertandingan dua gul kemenangan lewat penalti. Kamerad! Top skor!. (Penyerangna kamana wae ieu!)

Akhirnya pola yang diinginkan Djanur tercapai, gul di menit akhir lewat bola mati. Memang Evan Dimas dkk jumlah kagulan di 15 menit akhirna termasuk loba, aya 5 gul sebelum 2 gul dari Zamrun dan Vlado. Sekilas Djanur ieu jadi ka Dejan-Dejanan. Gul berbau keberuntungan dan skema bola mati yang dirangkai sedemikian rupa. Akal-akalan bengkel kalau kata coach Riphan mah.

***

Memang semacam rek tereh labuh pedah ticangreud ku polisi tidur ngan bisa ngepot keneh basa kamari lawan tim pulisi teh. Dengan permainan hanya model mipir gawir krosing begitu saja sementara lawan bisa maen dengan enjoy dan penuh kreatipitas, Bobotoh perlu untuk semakin menjaga kesehatan dan sering-sering cek tensi.

@jay @fah @arn

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart