Teropong Jodoh PBFC – “Mari Kita Lihat Apa Yang Dimiliki PBFC”

Persib akan menjalani laga kandang terakhirnya nanti sore di stadion Si Jalak Harupat dengan menjamu klub asal Kalimantan Pusamania Borneo FC, kini Pusamania bercokol di urutan ke 8 klasemen sementara dengan mengumpulkan 50 poin terpaut satu poin dengan Persib yang berada di urutan ke 6. Sebelum menyaksikan pertandingannya ada baiknya kita teropong dulu kekuatan dan kekurangan klub PBFC ini.

PELATIH

Dragan Djukanovic menjadi pelatih Balkan teranyar yang menjadi nakhoda tim di turnamen sepakbola kopi kali ini. Dragan yang dikontrak PBFC ini menyusul Dejan Antonic dan Milo Seslija yang sebelumnya sudah dikontrak oleh Persib dan Arema. Meskipun nasibnya tidak seburuk Dejan yang dilepas di tengah kompetisi,  si Dragan ieu teh bawaanna uring-uringan wae. Unggal pertandingan doi komentari soal wasit. Komo mun timna eleh tea. Anda kurang rilek bos!

Penunjukan Dragan sebagai pelatih PBFC bisa dibilang tindakan berani dari sang empu nya klub. Kusabab si Dragan ieu bisa dibilang minim pisan pengalaman ngalatih di Asia. Manehna baru sakali menangani tim Asia, basa ngalatih Sheik Russel yang merupakan peserta Liga Bangladesh.

Baheula basa maen keneh di lapang deket parapatan imahna si Vlado di Montenegro, Dragan ieu dikenal sebagey penyerang yang cukup handal. Manehna bahkan sempet maen keur timnas Yugoslavia yunior. Ngan hanjakal eleh saing si eta teh jeung Dejan Savicevic jeung Savo Milosevic nu leuwih moncer.

Unikna meskipun baheulana penyerang, Dragan justru menggunakan gelandang bertahan yang heuras sebagai pusat permainan dalam skema permainannya. Bola-bola panjang dari belakang, memanfaatkan kecepatan para pemaen gawir menjadi andelan dari mantan pelatih FC Lovcen ini.

Over all sepanjang karirna ngalatih, pencapaianna teu alus teuing biasa wae.

FORMASI

Rekan satu rumpun Dejan, Dragan Djukanovic ini biasa menggunakan formasi 4-2-3-1. Asa sabaraha kali nulis bagian formasi tim ISC lagi-lagi pake 4-2-3-1. Hahaha.

Dian Agus yang ga jadi masuk timnas nampaknya akan kembali mengisi pos penjaga gawang. Sebagey pelindung Dian, 4 bek Zulkifli, Leonard, Firli, dan Gerald Pangkali. Secara emang doi tidak tergantikan. Sebenernya mah ada Jad Noureddine yang biasa maen jadi tandem Firli, tapi pas lawan Arewa terakhir Jad huluna geutihan dan diganti oleh Leo. Ceunah mah dijait 12 jaitan. Firli oge sarua maen sambil berdarah-darah tapi masih bisa menyelesaikan pertandingan meski dijait 7 kali.

Dari data opisial webnya, Firli dan Jad tetep dibawa ke Bandung. Teuing bakal maen atau cuma sekedar milu piknik.

Posisi bek luar menjadi yang paling kronis. Tercatat hanya ada dua pemaen yang berposisi murni sebagai bek luar. Yaitu Bang Kipli dan pemaen ngora, Rasul Zaenudin. Sementara Gerard Pangkali, Hendra Ridwan, jeung Gavin Kwan posisi aslina adalah gelandang. Tapi Selepas Michels di PHK, Gerald udah 2 kali maen di situ

Di sektor tengah sebagey pivot, Ponaryo sang Presiden APPI yang menolak segala jenis turnamen akan berduet bersama Flavio Junior. Tepat 3 di depan Popon dan Flavio, Terens Puhiri, Jefri Kurniawan tanpa kuncir, dan Edilson Tavares. Penyerang tunggal akan diisi Pedro Javier yang sudah mencetak 13 gul.pbfc1

KEKUATAN

Nabil Hussen Bois berada tepat 2 peringkat di bawah Persib dengan perbedaan 1 poin saja. Edan loh  PBFC ini, udah mencetak 60 gul dan itu merupakan yang paling tinggi di antara tim ISC lainnya.

Anak asuh Dragan ini termasuk tim yang paling sering mencetak gul lewat duel udara, termasuk 3 tertinggi malahan. Entah itu umpan silang yang diselesaikan Pedro Javier atau memanfaatkan setpiece yang diselesaikan juga dengan sundulan. Selain Pedro, masih ada Jad atau Lerby dulu mah yang bisa memenangkan bola atas dengan kelebihan tinggi badannya.

Pedro mah enak atuh dimanjain sama umpan silang dari Zulkifli yang udah terjamin dan terbukti akurat, total udah 4 asis diciptain pemaen Makassar ini. Lamun di restoran mah keur maca menu makanan, disitu ada bacaan rekomended, nah jiga kitu Zulkifli ieu lamun urusan umpan silang.

Selain keunggulan bola atas, kecepatan kedua pemaen sayap mereka juga berbahaya. Jefri Kurniawan dan Terens biasanya yang suka maen di kedua sisi. Dengan ciri khas anak Papua tea, Terens mirip-mirip jiga Pahabol kitu lah. Licin, lumpat gancang, lincah, gesit, dan irit. Biasana sok mere umpan terobosan kitu ka si Terens biar doi lumpat ngabrets.

Jefri juga hampir sama, bedanya Jefri yang di depannya tidak ada nama Kim ini mah suka merangsak masuk ke kotak penalti. Gul lawan Arewa oge kitu, umpan silang dari Terens kemudian Jefri aya di jero kotak penalti dan bisa menanduk bola ke dalam gawang Arewa.

Jika serangan-serangan itu gagal, muncul bantuan lain dari Flavio dan Edilson. Kedua pemaen ini tidak jarang melakukan tendangan jarak jauh untuk membantu memecah kebuntuan. Walaupun arahnya aya nu ka gawang, aya oge nu kamana wae. Edilson pemaen yang termasuk loba najong bola ka gawang dengan 18 kali percobaan, cuma kalah dari Pedro yang udah 34 kali.

Bahaya pisan para pemaen Bangkalan ini dalam mencetak gul di 15 menit terakhir. 14 gul di babak pertama dan 13 gul di babak kedua. 13 gul di babak kedua itu, 7 gul dicetak di menit 90an. Walaupun penghujung laga, konsen manehna masih terjaga.

KELEMAHAN

Hade mencetak gul di 15 menit akhir, rentan juga kagulan dalam waktu tersebut. Disaat mereka sudah membayangkan kelezatan nasi serpang khas Bangkalan sesudah pertandingan nanti yang justru menjadi bumerang karena membuat mereka gagal fokus dan akhirnya kagulan di akhir-akhir pertandingan.

pbfc2

Kelambatan Firli dalam menutup area kosong juga sering jadi bahan kagulan mereka. Lawan Arewa aya peluang dari El Loco yang mana Firli ngadon nunutur pemaen yang mau kasih umpan terobosan dan menyebabkan El Loco lepas, untung teu asup tendangan El Loco.

Back up dari Ponaryo oge terkadang suka telat, faktor usia oge ngaruh mereun, wak. Dan lamun maen di Bandung maenna oge tidak terlalu ngotot, teu merasa pang aingna tea.

Lamun Jad teu maen, Leo yang jadi penggantinya juga titik lemah mereka. Dengan permainan yang ke-Hermawan-Hermawan-an, sering bikin blunder dan fisik yang sudah tidak prima, bisa untuk dieksploitasi oleh grup penyerang Persib.

Bek luar kiri yang ditempati Gerald nampaknya bisa jadi bulan-bulanan Febri Bow. Gerald mah atuh masih tidak terbiasa maen disitu, baru 2 kali gantiin si jeger Michels, juga bukan tipe pemaen yang suka sprint. Selain Gerald juga tidak ada lagi yang bisa diandalkan di sisi itu. Bayangkan atuh sekelas Diego Michels ge kapake di bek kiri, penggantinya seperti apa coba. Pemaen cadangan yang ngeganti pemaen inti levelnya tidak ada menyamai. Hanya Ricky Ohorella dan Sultan Samma paling yang permaenannya ngabret dan bisa dimasukkin buat ganti pemaen yang kelelahan. Selebihnya mah ya gitu kelas kelas sama Aang Suparman. Hahaha.

Sektor kanan pertahanan juga tidak begitu baik area tersebut kerap kali jadi bahan eksploitasi lawan. Beberapa gul yang bersarang di gawang PBFC berasal dari sektor tersebut. Ini disebabkan oleh Bang Kipli yang sudah mulai turun mesin untuk lari maju mundur. Kadang manehna ngetem bari nulak cangkeng di hareup setelah ikut maju membantu penyerangan. Ini diperburuk juga oleh Terens sobatna Kakak Basna juga ikut ikutan hoream buat melakukan track back untuk mengcover pertahanan. Dan ini seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Persib.

CIRIANEUN

Tidak puas dengan peforma yang ditunjukan oleh Tarik Boschetti, PBFC kemudian memutuskan untuk melepasnya dan menggantinya dengan pemaen lain. Wajar atuh, pemaen dengan stelan maen gasrak gusruk jiga si Boschetti mah pabalatak pisan di Indonesia. Flavio Beck Junior kemudian dikontrak sebagey pengganti.

Tidak disangka ieu pemaen asal Brasil teh ternyata allright pisan. Manehna bukan hanya bisa menjaga kedalaman dan menangkis serangan lawan. Tetapi juga handal dalam mengirimkan operan-operan enjooy untuk para pemain gawir Pusam seperti Jefri Kurniawan dan Terens Puhiri. Peran seperti ini lah yang sebenarnya diharapkan oleh Dragan ngan baru bisa dijalankan dengan baik oleh si Flavio.

Flavio juga menjadi berbahaya karena manehna sewaktu-waktu bisa menjadi alternatif serangan dengan melepaskan tendangan-tendangan jarak jauh. Eksekusi bola mati manehnya juga berbahaya. Hattrick basa ngalawan PSM menjadi bukti lain bahwa Flavio mesti dipaehan….pergerakana maksudna. Jadi wayahna wa kudu rada dicirian ieu pemain.

 

salam, (@arn,fah/@xuk)

Folow kami di @stdsiliwangi

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
×
×

Cart