Teropong Jodoh Persija Jakarta “Meong Musafir”

Dari 12 pertemuan di Liga Super, Persib mampu meraih 3 kemenangan, Perjisa pun sama 3 kemenangan, dan 6 kali seri. Ditambah di ISC putaran pertama hasil draw oge, jadi geus 7 kali tah draw. Persib sih can pernah eleh dalam 5 tahun terakhir dari Perjisa.

Tiga laga terakhir ISC, Perjisa gagal meraih poin sama sekali, alias Perjisa eleh terus. Padahal saacan eleh beruntun, Perjisa sempat menang 3 kali teterusan lawan Perseru, Barito dan PS TNI. Selepas lawan PS TNI, Perjisa gagal menjaga tren positif mereka saat menghadapi Arema. Perjisa dibantai oleh Arewa dengan skor 4-1, selepas dibantai Arewa, Perjisa terus nyungseb di 2 partai terakhir lawan Sriwijaya dan PBFC.

Formasi

Coach Zein Al Hadad yang akrab disapa Mamak, sayangna teu akrab jadi panggil weh Al Hadad, dek manggil Zein gak enak mirip suhu nulis paporit soalna. Blio ini sepertinya akan menurunkan formasi 4-3-3 plus memasang garis pertahanan jero dengan Amarzukih dan Soon Hak bermaen ngetem depan kotak penalti. Perjisa akan mengandalkan serangan balik melalui kecepatan Novri Setiawan dan Greg Nwokolo.

Lini belakang Perjisa mengalami krisis menjelang laga melawan Persib. Satu penjaga gawang dan tiga bek Perjisa harus absen. Andritany dan Gunawan Dwi Cahyo absen lantaran sedang menjalani TC bersama Timnas Indonesia, sementara bek asing William Pacheco dan Rendika Rama absen lantaran akumulasi kartu kuning. Lini belakang Perjisa hanya menyisakan Ismed Sofyan, Vava Mario, Memen Durehmen, Idham Jauhari dan Syahroni pemain yang sejatinya gelandang bertahanan namun cukup fasih menjadi seorang bek. Well, Memen jeung Ismed sok ngadadak maen mejeuh sih mun lawan Persib. Kehed teh.

Untuk lini tengah, Perjisa akan mengandalkan trio Amarzukih, Soon Hak, dan Novri Setiawan. Ramdani Lestaluhu akan menjadi supersaf.

Perjisa jigana akan kembali menurunkan trio pemain anyarnya seperti saat menghadapi PBFC yaitu Greg, Pacho dan Tosi.

persija1
                                   Prakiraan Formasi Perjisa Jakarta – Solo

Kekuatan

Kehadiran Greg dan Pacho Kenmogne mampu memberikan dampak positif bagi lini serang Perjisa. Greg dan Pacho yang baru masuk diputaran kedua sudah menyumbangkan masing-masing 3 gol dan 2 gol. Jumlah gol Greg bahkan hampir mendekati jumlah gol top skor Perjisa yang dipegang Gunawan Dwi Cahyo dengan 4 gol. Terasa betul saacan aya dua striker ieu, lini serang Perjisa lebih ripvh pisan sepisan-pisannya.

persija2
                                                       Grafik Ngagulkeun dan Kagulan Perjisa.

Perjisa menjadi tim yang bahaya di menit-menit akhir babak kedua. Perjisa telah melesakan 9 gol di rentang menit 76-90. Akan tetapi Perjisa juga paling banyak kagulan di rentang menit yang sama dengan bobol sebanyak 10 kali.

Dalam kasus ini, Perjisa biasanya memasang garis pertahanan rendah untuk menunggu lawan menyerang pertahan mereka. Ketika lawan lengah plus frustrasi lalu melakukan kesalahan sorangan, Perjisa akan langsung melakukan serangan balik.

Mulai lelahnya lini belakang lawan benar-benar dimanfaatkan betul oleh Perjisa untuk bisa membobol gawang lawan. Namun bila lini belakang Perjisa yang lengah, ini akan menjadi keuntungan bagi lawan untuk bisa membobol gawang Perjisa, yang sebenarnya mah di 15 menit terakhir baik lawan ataupun Perjisa sudah pasti dalam kondisi lelah serta konsentrasi menurun.

Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini serang Perjisa begitu mengandalkan kemampuan dari seorang Greg Nwokolo untuk bisa mengacak-ngacak lawan. Bola dari para pemain tengah ataupun belakang akan diarahkan ke Greg ataupun ke Pacho terlebih dahulu lalu diumpan ke Greg. Apalagi saat ini Greg pun bermain bersama tandemnya Pacho Kenmogne, yang merupakan duet ngoet saat bermain untuk Persebaya Surabaya United di ISL 2014. Keduanya sering kali melakukan kombinasi one-two untuk membongkar pertahanan lawan. Pacho sering dimanfaatkan Greg sebagai pemantul bola untuk kemudian Greg membuka ruang dan menusuk ke pertahan lawan. Sementara striker asing lainnya, Tosi mineng oge bergantian posisi bersama Pacho sebagai pemantul. Kedua penyerang yang memiliki awak rada badag ini juga sering kali mengecoh lini pertahanan lawan dengan membuka ruang ke gawir dan membiarkan Greg menusuk ke lini pertahanan dengan gerakan cut inside lalu diakhiri shooting keras.

Kelemahan

Disiplin dalam bertahan tidak ada dalam kamus Perjisa. Teu kompak. Terakhir kali Perjisa maen kompak dan disiplin dalam bertahan adalah saat maen imbang kosong nol lawan Persib di GBLA. Teuing Persib nu gblg sehingga bek perjisa bisa keliatan disiplin dan kompak.

Kehamposan lini belakang Perjisa sangat terlihat di beberapa partai terakhir mereka terutama saat melawan Arema Indonesia dan Sriwijaya FC. Saat melawan Arema, 3 dari 4 gol yang bersarang ke gawang Perjisa terjadi karena posisi para pemain belakang Perjisa teuing kamana dan acak adul.

persija3

Pada proses gol pertama Arema saat Vizcarra melepaskan krosing ke lini tengah, posisi pemain belakang Perjisa tidak disiplin dalam menjaga pergerakan para pemain depan Arema dan area pertahanan mereka. Lihat posisi bek tengah Perjisa yang dilingkari warna putih, posisi mereka teuing menjaga saha plus jarak antara keduanya sangat jauh seperti pacaran LDR. Posisi Memen begitu nanggung, rek nutup umpan Vizcarra jauh teuing, nutup zona ge henteu da posisi tubuhna emang rek nutup Vizcarra. Posisi Maman nu nanggung, nyieun Pacheco lieur, antara ngajaga El Loco Gonzalez atau ngajaga pemaen Arema nu muncul ti tengah. Pacheco lebih memilih menjaga pemaen nu muncul ti tengah, karena El Loco geus aya nu ngajagaan nyaeta Ismed Sofyan. Namun membiarkan Ismed menjaga El Loco di duel udara menjadi petaka bagi Perjisa, si taeun eleh duel udara dalam menyambut umpan Vizcarra yang akhirnya El Loco sukses menyundul bola lalu menjebol gawang Andritany.

persija4

Pada gol kadua, Arema mencoba melancarkan serangan balik dengan hanya mengandalkan tiga pemain. Sesaat bola dipegang El Loco, dua pemain belakang nu dilingkari bodas ngadon teuing rek kamana, sementara pemaen Arema nu berlari di tengah kosong tanpa penjagaan dan bek kanan Perjisa ngadon hareup teuing. Dengan kondisi begini, El Loco dengan enak mengoper umpan krosing ke tengah lalu dikejar oleh pemaen Arema nu dilingkari bereum, mun teu salah Arif Suyono. Arif Suyono langsung terobos ka hareup dan berhdapan dengan Anditany dan melakukan tendangan. Tendangan sebenarnya mampu dihalau Andritany, tapi bola halauan Andritany bisa dimanfaatkan Vizcarra nu di gambar lumpat diantara dua pemaen belakang Perjisa nu di lingkaran putih. Ripvh pisan kan lini belakang Perjisa :(.

persija5

Untuk gol ketiga Arema, dapat dilihat El Loco (dilingkari merah) bisa lari woles tanpa penjagaan bek Perjisa. Dua bek perjisa yang dilingkari putih ngadon mencrong ningali bola nu rek diumpan Vizcarra. Sementara bek kiri Perjisa teuing kamana posisina. Vizcarra dengan enjoy tanpa pengawalan memberikan umpan lambung ngeunaheun ke El Loco nu lumpat tanpa pengawalan dan langsung berhadapan dengan Andritany. El Loco kemudian sukses menjebol gawang Andritany untuk kedua kalinya.

Berikutnya, ripvhnya lini belakang Perjisa dapat dilihat saat mereka kalah oleh Sriwijaya FC 2-1 di stadion Jakabaring. Gol pertama Sriwijaya terjadi ketika Bang Supardi berhasil melakukan tendangan keras ke gawang Perjisa dari sisi kiri pertahanan Perjisa.

persija6

Sebelum melakukan tendangan tarik, Bang Pardi melakukan overlap dari belakang lalu melakukan umpan one-two dengan Bang Haji Ridwan. Ketika Bang Pardi overlap, lini belakang Perjisa terlihat lieur dan ngaradon ningali bola. Tilu pemaen Perjisa, dua ngadon ngajagaan bang Ridwan nu rek mere umpan terobosan tapi teu di-pressing, sementara satu lagi posisinya terlalu jauh untuk bisa ngudag lumpat bang Pardi. Ketika Bang Ridwan sukses memberi umpan terobosan, Bang Pardi tanpa pengawalan langsung melakukan tendangan ke sudut kanan gawang Perjisa tanpa bisa dihalau kiper. Sriwijaya sukses menyamakan kedudukan 1-1. Untuk gol kedua Sriwijaya yang dicetak oleh Musafry, kembali posisi bek tengah Perjisa kembali ripvh, kali ini bukan Memen, tapi Pacheco.

persija7

Musafry nu dilingkari hideung badag sangat ngeunah tanpa pengawalan lini belakang Perjisa. Posisi Pacheco ini kembali ngatung, rek ngajaga zonal da nanggung rek marking jauh teuing oge. Saat pemain Sriwijaya nu dilingkari hideung leutik sukses mere umpan ka Musfary, si Pacheco ieu berusaha nutup pergerakan Musafry, tapi da telat atuh Pacheco jauh teuing posisina mun rek jaga marking atau zonal pertahanan manehna. Musafry akhirnya dengan enjoy bisa membobol Perjisa dari posisi eta, akhirna Sriwijaya bisa unggul 2-1.

Pemaen Cirianeun

Yang perlu diwaspadai dalam laga yang katanya el clasico Indonesia ini adalah motivasi pemaen Perjisa yang sok ngadadak edan eling jika lawan Persib. Plus jekriminal yang mampu meningkatkan motivasi Perjisa untuk mengalahkan Persib. Tekanan jekriminal kepada pemaen Persib juga edan, eweuh nu protes naek pager, penting mah pemaen Persib jiper.

Tapi kalo kudu nybut hiji ngaran tentu lah si Greg nu kudu diwaspadaan pisan teh. Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini serang Perjisa begitu mengandalkan kemampuan dari seorang Greg untuk bisa mengacak-ngacak lawan. Bola dari para pemain tengah ataupun belakang mayoritas akan diarahkan ke Greg.

Namun, Persib jangan sieun sebelum berlaga, karena kita Maung Bandung, kudu wani plus maen jeung getihna jiga lawan PSM. Lawan Perjisa ini, akan menguji kekuatan mental skuad Persib nu ayeuna. Dan laga melawan Perjisa akan selalu menjadi besar dan penting. Karena bukan lagi soal rivalitas yang kompetitif atau peringkat di klasemen. Tetapi soal membalas nyawa yang telah hilang dengan cara yang lebih beradab, Hidup Persib!

 

(@jay, @arn)